Kata Psikolog: Ini 7 karakter unik anak kedua yang sering luput dari perhatian orangtua

lead image

Uniknya anak kedua, membuat ia berbeda dengan anak bungsu maupun anak pertama.

Karakter anak kedua bisa jadi sangat jauh berbeda dari  anak sulung maupun anak bungsu. Anak pertama mendapat perhatian seluruh orangtua, dan anak bungsu selalu dimanjakan. Kondisi inilah yang membuat anak kedua terkadang merasa terabaikan.

Pola asuh yang diterapkan orangtua pada anak pertama dan anak kedua juga pastinya berbeda. Hal ini turut menyumbang peran terciptanya karakter anak kedua yang unik dan membuatnya berbeda dari anak kelahiran pertama maupun anak kelahiran terakhir.

Artikel terkait: Perbedaan kebiasaan ibu saat punya anak pertama dan anak kedua

Catherine Salmon, seorang profesor psikologi di Universitas Redland, California Utara, bersama rekan-rekan sejawatnya melakukan studi terhadap karakter anak kedua selama lebih dari 20 tahun.

Setelah meneliti ribuan anak yang terlahir sebagai anak kedua atau anak tengah, ada 5 karakter anak kedua yang menonjol, dan membuatnya lebih unik dibandingkan anak sulung atau anak bungsu.

7 Karakter anak kedua yang unik

src=https://id admin.theasianparent.com/wp content/uploads/sites/24/2018/02/karakter anak kedua 1.jpg Kata Psikolog: Ini 7 karakter unik anak kedua yang sering luput dari perhatian orangtua

Karakter anak kedua yang tidak dimiliki anak sulung maupun anak bungsu.

1. Tidak terlalu bergantung pada orangtua

Dalam penelitian yang Catherine lakukan pada 1998, melibatkan lebih dari 400 orang mahasiswa tingkat akhir, mereka mendapat pertanyaan, siapakah yang akan dimintai pertolongan jika mereka butuh bantuan. Kebanyakan dari mereka akan menjawab saudara.

Hal ini dikarenakan mereka lebih sedikit menghabiskan waktu bersama orangtua dibandingkan anak sulung atau anak bungsu. Mereka juga lebih memilih teman-temannya untuk dimintai bantuan dibandingkan orangtua.

2. Rekan yang baik 

Anak kedua terbiasa menghadapi berbagai macam karakter orang. Hal ini dihasilkan dari interaksinya dengan saudara-saudaranya.

Diapun biasa bergaul dengan siapapun sejak kecil, dia juga terlatih bernegosiasi dengan saudara-saudaranya. Sehingga dia akan menjadi rekan kerja atau teman yang baik.

3. Kemampuan sosial yang baik

Selain supel dan mudah bergaul, anak kedua berusaha keras menjaga hubungan baik. Hasilnya, orang-orang di sekelilingnya akan selalu nyaman berada di dekatnya. Mereka juga cenderung memiliki kemampuan sosial yang lebih baik dibanding anak sulung maupun anak bungsu.

src=https://id admin.theasianparent.com/wp content/uploads/sites/24/2018/02/karakter anak kedua.jpg Kata Psikolog: Ini 7 karakter unik anak kedua yang sering luput dari perhatian orangtua

Sifat yang supel, mudah bergaul dan pandai bersosialisasi adalah karakter anak kedua yang paling menonjol.

4. Lebih kuat menghadapi tekanan sosial

Karena terbiasa menghadapi espektasi dari kedua orangtua, juga tuntutan dari saudara-saudaranya, anak kedua biasanya jauh lebih kuat menghadapi tekanan sosial dibandingkan anak pertama atau anak terakhir.

Dia juga jauh lebih mandiri dan bisa membela dirinya sendiri di tengah pergaulan, meski tanpa bantuan anggota keluarga.

5. Berpikiran terbuka dan suka mencoba hal baru

Sebagai orang yang memiliki saudara dan tidak menjadi tumpuan harapan orangtua, seringkali anak kedua dipaksa mandiri sejak dini. Hal ini membuatnya suka mencoba hal baru, dan cenderung lebih berpikiran terbuka.

Salah satu penelitian menyebut, sebanyak 85% anak kedua suka mencoba hal baru. Angka ini lebih tinggi dibandingkan jumlah anak sulung yang suka mencoba tantangan baru hanya 50%.

src=https://id admin.theasianparent.com/wp content/uploads/sites/24/2018/02/anak kedua.jpg Kata Psikolog: Ini 7 karakter unik anak kedua yang sering luput dari perhatian orangtua

Suka mencoba hal-hal baru adalah karakter anak kedua yang tak dimiliki kakak atau adiknya.

6. Tidak menjadi pembenci

Catherine Salmon mengatakan, ketika anak kedua tumbuh dewasa, mereka akan memahami, manfaat dari orangtua yang tidak memberikan perhatian berlebihan. Hal ini memberi mereka ruang untuk tumbuh menjadi pribadi mandiri.

Selain itu, mereka juga jadi jauh lebih menghargai pentingnya sebuah hubungan. Sebuah survei menunjukkan, anak kedua merupakan orang-orang paling bahagia di dalam hubungan cinta, dibandingkan anak bungsu maupun anak pertama.

Hal ini bisa jadi dikarenakan kemampuannya berkompromi dengan saudara sedari kecil, hingga membuatnya bisa lebih menghargai pasangan.

7. Pintar bernegosiasi

Terlatih bernegosiasi dengan orangtua dan kakak semasa kecil, membuat anak kedua tumbuh menjadi seorang negosiator yang baik. Tak heran, dia cocok bekerja sebagai diplomat, guru, politikus, aktor, pengacara hingga pekerja sosial.

Kepribadiannya yang supel akan membuatnya mudah bergaul dan beradaptasi di lingkungan yang cenderung berubah dalam waktu cepat. Kemampuan sosialnya akan membuat dia selalu sukses dalam bidang pekerjaan yang menuntutnya berinteraksi dengan manusia.

***

Semoga bermanfaat.

 

Referensi: Liputan 6, Bussines Insider

Baca juga:

Penelitian: 5 karakter anak sulung yang menjadikannya panutan sang adik

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Adroid.