Kapankah Anak Siap Belajar Membaca? Cobalah Kuis "Empat" Ini

Pro-kontra calistung (belajar membaca, menulis, dan berhitung) untuk Balita masih terus bergulir. Namun, persyaratan kemampuan membaca untuk masuk SD, sepertinya masih menjadi pertimbangan utama para orang tua untuk mengajak anaknya belajar membaca sejak dini.

Kesiapan faktor intrinsik pada anak sangat penting untuk kesiapan belajar membaca Kesiapan faktor intrinsik pada anak sangat penting untuk kesiapan belajar membaca

Apakah saat ini Parents sedang bingung memutuskan antara ingin mengajarkan anak belajar membaca dan berhitung, namun di satu sisi juga khawatir bahwa belajar membaca terlalu dini justru akan memberikan dampak buruk bagi perkembangannya kelak?

Sebelum memutuskan untuk mengajak si Kecil “serius” belajar membaca, cobalah Parents amati, apakah si Kecil sudah memenuhi  grup “Empat” dalam checklis kesiapan belajar membaca berikut ini.

Checklist Kesiapan Belajar Membaca Anak

4 Kesiapan si Kecil tentang Pengenalan Huruf

[ ] Apakah si Kecil sudah mengenal huruf dengan baik?

[ ] Apakah si Kecil mampu menyanyikan huruf-huruf tersebut?

[ ] Apakah jika kita memintanya untuk menunjukkan huruf ia mampu melakukannya?

[ ] Apakah si Kecil mampu membedakan huruf besar dan kecil?

4 Pemahaman si Kecil tentang Buku

[ ] Apakah si Kecil tahu bagaimana cara memegang buku?

[ ] Apakah si Kecil mengerti bahwa buku dibaca dari halaman terdepan kemudian  terus ke belakang?

[ ] Apakah si Kecil mengerti bahwa kalimat dibaca dari kiri ke kanan?

[ ] Apakah si Kecil tahu bahwa setiap kata yang tercetak pada buku dapat dibaca dan memiliki makna berbeda?

4 Hal tentang Kemampuan Mendengar Bunyi (kata) dan Pemenggalan Kata

[ ] Apakah si kecil mampu menceritakan kembali atau menjawab pertanyan tentang buku yang baru saja ia baca?

[ ] Apakah si kecil mampu mengenal pemenggalan kata? (misal tahu bahwa kata “Apel” itu terdiri “A” dan “pel” tidak hany a”pel” saja)

[ ] Apakah si kecil sudah tahu awal dan akhir sebuah kata? (misalkan mengetahui ada beberapa kata yang diawali dengan huruf “S”, contoh “sapi” dan “susu”.

[ ] Apakah si Kecil mampu membedakan kata dengan suara yang hapir sama, misalkan “bulu” dan “buku”?

4 Hal tentang Motivasi Membaca

[ ] Apakah si kecil menikmati waktu-waktu membaca?

[ ] Apakah si Kecil sering berpura-pura membaca?

[ ] Apakah si Kecil sering meminta Anda untuk membacakannya beberapa kata dengan suara keras?

[ ] Apakah si Kecil selalu berusaha ingin tahu arti dari setiap kata-kata baru yang ia temui? (misalkan penasaran dengan kata abstrak seperti “besok”, “sama”, “bahagia” dan lain sebagainya)

Langkah yang perlu diambil jika si Kecil belum memenuhi kriteria di atas :

 

Ide buku untuk membantu kesiapan belajar si Kecil (Foto koleksi pribadi, digunakan dengan izin) Ide buku untuk membantu kesiapan belajar si Kecil (Foto koleksi pribadi, digunakan dengan izin)

Kiat Membantu Kesiapan si Kecil untuk Belajar Membaca

Jika hampir sebagian besar dari grup empat tersebut ada pada anak, maka itulah tanda bahwa ia siap belajar membaca. Dan bila Parents menemukan ada beberapa hal yang ternyata si Kecil belum siap, maka cobalah untuk memenuhinya terlebih dahulu sebelum mengajak si Kecil untuk mulai belajar membaca.

Cobalah mendongeng, untuk memancingnya suka dengan buku dan membaca. Ajak ia bermain huruf, mengenalkan puzzle kata, bernyanyi, atau mewarnai huruf dan kata.

Jika selama ini si Kecil belum tertarik dengan huruf, maka bersabarlah. Awali dengan mendongeng dengan cerita yang pendek dan buku yang berwarna-warni. Pada dasarnya, semua anak pasti senang dengan buku.

Berikan ia media bermain huruf yang menyenangkan. Membuatkan ia bendera huruf, menyusun balok huruf adalah beberapa ide yang dapat Parents coba.

Bagaimanapun, gaya belajar anak berbeda-beda. Anak audio, mungkin lebih suka mengenal huruf dengan bernyanyi atau menyusun balok huruf. Sementara si Visual mungkin akan lebih telaten mengenal huruf dengan flash card, menebalkan titik huruf dan lain sebagainya.

Masa balita adalah masa bermain, maka mengenalkan huruf dan belajar membaca pun lebih baik dilakukan dengan bermain pula. Tujuannya agar kelak si Kecil tahu bahwa membaca itu menyenangkan; itu adalah kuncinya. Jangan sampai belajar membaca justru membuat anak takut dan menjauhi buku.

ref: allaboutlearning.com

Baca juga artikel menarik lainnya :

Mencari Alternatif Kata "Jangan"

Belajar Perkalian Matematika Lewat Jari dan Lagu

Berhitung Dengan Jari, Baik atau Buruk?