TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Pengakuan ibu: "Aku belum mengajari anak preschool-ku caranya membaca."

Bacaan 4 menit
Pengakuan ibu: "Aku belum mengajari anak preschool-ku caranya membaca."

Bersediakah Anda mengikuti jejak ibu ini?

Usia berapa Parents mengajari anak membaca? Ibu bernama Crystal Lowery  ini menjelaskan mengapa ia tak mengajari anak membaca.

Berikut penjelasan Crystal soal itu:

Aku tak mengajari anak membaca, belum.

Jangan salah sangka, kami membacakan buku setiap saat pada anakku yang masih usia preschool . Kami membayangkan diri kami berada di Pabrik Coklat Willy Wonka dan kami sudah membaca 170 halaman buku Harry Potter and the Chamber of Secrets. Kami mengajarinya untuk menikmati cerita dan tenggelam di dalam karakter fiksi.

Artikel terkait: Pentingnya membacakan buku untuk bayi.

Tapi kami tak mengajari anak membaca. Belum. Dia terlalu sibuk belajar hal lain. Dia belajar cara olahraga yang baik, dia belajar cara menunggu giliran di Candy Land dan tidak buru-buru saat dia sampai di King’s Ice Cream Castle tanpa menyela antrian saudara perempuannya. Dia juga belajar membangun sesuatu. Mulai dari blok, tongkat, hingga Lego. Dia bisa merasakan bobot bahan yang berbeda di jari kecilnya dan memeriksa integritas fisik dari berbagai struktur yang telah dibuatnya. Dia belajar berolahraga. Dia mengejar anjing, memainkan permainan menembak, memanjat di playground, menari (dengan baik), dan berlatih karate (masih perlu latihan lagi). Dia akan membutuhkan tubuhnya untuk waktu yang lama. Jadi dia membentuk otot lewat berbagai aktivitas daripada duduk di meja seharian. Dia belajar mengurus barang-barangnya. Melalui trial and error (oh, kesalahannya banyak sekali!), dia tahu apa yang akan terjadi jika dia meninggalkan buku di tengah hujan atau segumpal Play Doh di atas meja semalaman. Dia akan belajar bahwa tidak mungkin bergelut dengan seekor anjing seberat 3,6 kg. Dia belajar caranya jadi kreatif. Bagaimana menggambari bukunya sendiri penuh dengan monster, dan cara membangun pesawat ruang angkasa imajiner dengan kardus bekas. Dia belajar tentang ekosistem. Dia melihat serangga, bunga, dan badai petir. Dia melihat fauna dan flora menghuni dunia bersama-sama dan saling bergantung satu sama lainnya.

Dia belajar bahwa kunci kebahagiaan adalah memusatkan perhatian pada berkatnya daripada mengeluh tentang apa yang tidak dimilikinya.

Dia sedang belajar meminta maaf. Dia perlu belajar untuk mengatasi rasa sakitnya sendiri dan berempati dengan anak-anak lain saat terjadi konflik. Dia belajar untuk memaafkan. Dia bisa memahami bahwa setiap orang membuat kesalahan, dan dia bisa mencintai orang lain meski mereka memiliki kelemahan. Setiap hari dia belajar pelajaran yang penting. Tapi dia tidak belajar membaca. Dan meskipun di hari pertama masuk TK dia tidak menunjukkan kemampuannya dalam membaca tapi dia akan datang ke kelas dengan lebih banyak kemampuan lainnya lagi. Kemampuan untuk mencoba hal baru tanpa merasa frustrasi. Kemampuan berteman, meski persahabatan bisa menjadi urusan yang berantakan. Kemampuan untuk mendengarkan orang lain dan mengikuti instruksi. Kemampuan untuk memecahkan masalah. Kemampuan berkonsentrasi pada sebuah tugas. Ada begitu banyak yang dapat dipelajari oleh anak namun tidak dapat diukur dengan tes standar. Dan meski suatu saat hari-harinya akan penuh dengan fonetik, tulisan tangan, dan pecahan, kita tidak khawatir dengan semua itu hari ini. Hari ini punya hal yang lebih penting untuk dipelajari.

Sekalipun ia sudah menjelaskan alasannya kenapa tak mengajarkan anak pre-school nya membaca, ia masih mendapatkan banyak kritik dari pembaca.

Misalnya, ada orang yang menganggap bahwa ia adalah ibu pemalas yang akan mempermalukan anaknya sendiri. Karena anaknya akan jadi satu-satunya yang tidak bisa membaca di kelas.

Dalam catatan lanjutan yang sengaja ia buat untuk menjawab pertanyaan para komentator Facebooknya, ia menjelaskan bahwa yang ia lakukan berkaitan dengan kesiapan literasi anak-anak.

“Pada literasi anak usia dini,” jelasnya, “ada sebuah teori yang disebut dengan “kesiapan membaca” yang menjelaskan bahwa anak-anak harus siap untuk belajar membaca sebelum kita mengajarkan baca pada mereka.”

Ia melanjutkan, “kesiapan membaca terkait dengan corpus callosum – jaringan saraf yang hebat yang menghubungkan belahan otak kiri dan kanan – yang sepenuhnya berkembang pada usia sekitar tujuh tahun.”

Jadi, kapan Anda mengajari anak membaca?

 

Cerita mitra kami
Memberikan Sogokan untuk Anak, Boleh atau Tidak, Ya?
Memberikan Sogokan untuk Anak, Boleh atau Tidak, Ya?
Serunya theAsianparent on the Go 2025 di Bekasi, Banyak Talk Show Bermanfaat!
Serunya theAsianparent on the Go 2025 di Bekasi, Banyak Talk Show Bermanfaat!
MY BABY dan theAsianparent Indonesia Meriahkan Hari Ibu Lewat Acara Spesial 'Mari Rayakan Ibu'
MY BABY dan theAsianparent Indonesia Meriahkan Hari Ibu Lewat Acara Spesial 'Mari Rayakan Ibu'
Bangga jadi Bunda, Apresiasi Peran Penting untuk Keluarga
Bangga jadi Bunda, Apresiasi Peran Penting untuk Keluarga

Baca juga:

20 Cara Mudah dan Menyenangkan Mengajak Belajar Membaca Anak TK

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Syahar Banu

  • Halaman Depan
  • /
  • Keluarga
  • /
  • Pengakuan ibu: "Aku belum mengajari anak preschool-ku caranya membaca."
Bagikan:
  • Meyakini Asmaul Husna Ar Rahim yang Artinya Yang Maha Penyayang

    Meyakini Asmaul Husna Ar Rahim yang Artinya Yang Maha Penyayang

  • 11 Lagu Sunda Terpopuler Warisan Budaya Jawa Barat, Cek Yuk!

    11 Lagu Sunda Terpopuler Warisan Budaya Jawa Barat, Cek Yuk!

  • Wajib Baca! Ini Doa agar Pacar Makin Sayang dan Takut Kehilangan

    Wajib Baca! Ini Doa agar Pacar Makin Sayang dan Takut Kehilangan

  • Meyakini Asmaul Husna Ar Rahim yang Artinya Yang Maha Penyayang

    Meyakini Asmaul Husna Ar Rahim yang Artinya Yang Maha Penyayang

  • 11 Lagu Sunda Terpopuler Warisan Budaya Jawa Barat, Cek Yuk!

    11 Lagu Sunda Terpopuler Warisan Budaya Jawa Barat, Cek Yuk!

  • Wajib Baca! Ini Doa agar Pacar Makin Sayang dan Takut Kehilangan

    Wajib Baca! Ini Doa agar Pacar Makin Sayang dan Takut Kehilangan

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti