TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Mengenal Kain Lurik dan Makna Motifnya, untuk Tolak Bala hingga Busana Prajurit Keraton

Bacaan 4 menit
Mengenal Kain Lurik dan Makna Motifnya, untuk Tolak Bala hingga Busana Prajurit Keraton

Kerap digunakan pula di acara tingkeban atau mitoni

Kain lurik merupakan salah satu jenis kain tradisional yang berasal dari pulau Jawa. Salah satu daerah penghasil lurik adalah Yogyakarta. Lurik merupakan salah satu pakaian khas Yogyakarta selain kain batik. Kata lurik berasal dari bahasa Jawa yaitu “lorek” yang berarti garis-garis.

Menurut Ensiklopedi Nasional Indonesia (1997) lurik adalah suatu kain hasil tenunan benang yang berasal dari daerah Jawa Tengah dengan motif dasar garis-garis atau kotak-kotak dengan warna-warna suram yang pada umumnya diselingi aneka warna benang. Kata lurik berasal dari akar kata “rik” yang artinya garis atau parit yang dimaknai sebagai pagar atau pelindung bagi pemakainya.

Artikel Terkait: Jalani Protokol Kesehatan, Ini 5 Rekomendasi Masker Kain yang Berkualitas

Sejarah Kain Lurik

kain lurik

Berdasarkan Ensiklopedia Nasional Indonesia, kain lurik diperkirakan berasal dari daerah pedesaan di Jawa. Kain lurik ini tidak hanya dipakai oleh masyarakat pedesaan saja, melainkan dipergunakan pula di dalam lingkungan keraton. Tentu saja, motif lurik yang dipergunakan untuk kalangan bangsawan berbeda dengan yang dipakai oleh rakyat jelata. Begitu pula motif yang dipakai untuk upacara adat, kain yang dikenakan juga disesuaikan dengan waktu serta tujuan upacara tersebut.

Pada awal mula pembuatannya, kain lurik dibuat dalam bentuk selendang dipakai untuk kemben ataupun alat untuk menggendong. Motifnya pun cukup sederhana berbentuk garis-garis dengan warna hitam dan putih ataupun perpaduan di antaranya. Dari beberapa situs peninggalan sejarah, kain lurik bahkan sudah dikenal sejak zaman Kerajaan Majapahit. Relief pada Candi Borobudur pun menggambarkan keberadaan penenun kain lurik dengan alat tenun gendong.

Seiring perkembangan zaman, kain lurik pun mulai dijadikan pakaian untuk pria atau dikenal dengan beskap dan digunakan sebagai jarik atau kebaya pada wanita. Pada saat ini, kain lurik bahkan dijadikan busana sehari-hari di beberapa daerah.

Artikel Terkait: Bangga! Dior Gunakan Kain Endek Bali untuk Koleksi Fashion Teranyar

Makna Kain Lurik

Dalam kehidupan masyarakat Jawa, tenun lurik merupakan salah satu wujud kekayaan budaya tradisional yang telah ada sejak zaman Kerajaan Majapahit. Kain tenun lurik memiliki kekhasan tersendiri. Kain tenun lurik merupakan kain dengan susunan unsur garis dan bidang yang bervariasi. Unsur garis dan bidang tersebut bukan semata bertujuan untuk keindahan secara visual atau fisioplastis, namun juga memiliki keindahan secara filosofis.

Bahan dasar yang dibutuhkan dalam pembuatan tenun lurik berupa benang yang terdiri dari dua macam, yaitu benang lungsi yang biasa digunakan dalam wujud cones yang kemudian diolah dan dipersiapkan melalui proses penyetrengan, pencelupan, pencelupan, pengelosan.

Tenun lurik juga penuh dengan makna. Bermacam corak dengan variasi berbeda mengandung makna yang telah digariskan menjadi sebuah patron corak. Patron-patron dalam masyarakat Jawa dianggap mempunyai kekuatan mistis sehingga penggunaanya terbatas pada waktu dan kepentingan tertentu. Seperti corak liwatan, tumbar pecah, kembenan, dan nyampingan yang dipakai untuk upacara selamatan tujuh bulanan. Atau corak pletek jarak yang khusus dipakai oleh para bangsawan yang dianggap menambah kewibawaan pemakainya.

Motif lurik memang didominasi dengan garis-garis. Garis searah panjang kain disebut lajuran dan yang searah lebar kain disebut pakan malang. Adapun corak kotak-kotak disebut dengan istilah cacahan. Ketiga corak tersebut dikenal dengan istilah “lurik” di daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Artikel Terkait: Kain Ulos, Si Penghangat Tubuh yang Menjadi Benda Sakral dalam Adat

Beberapa motif lurik dan makna yang terkandung di dalamnya:

1. Motif Kluwung

kain lurik

Motif Kluwung (Fitinline)

Kluwung adalah pelangi yang merupakan keajaiban alam dan tanda kebesaran Tuhan Sang Pencipta. Oleh sebab itu lurik corak kluwung dianggap sakral serta mempunyai tuah sebagai tolak bala. Secara simbolis, corak kluwung dilukiskan dengan garis-garis lebar beraneka warna bagaikan warna pelangi.

2. Motif Tuluh Watu

kain lurik

Motif Tuluh Watu. (Neliti)

Tuluh Watu berarti ‘batu yang bersinar’ dan dianggap bertuah sebagai penolak bala. Motif ini biasanya dipergunakan pada upacara Ruwatan Sukerta dan sebagai pelengkap sesajen upacara Labuhan. Tuluh dapat berarti pula kuat atau perkasa.

3. Motif Tumbar Pecah

Mengenal Kain Lurik dan Makna Motifnya, untuk Tolak Bala hingga Busana Prajurit Keraton

Motif Tumbar Pecah. (Neliti)

Motif Tumbar Pecah diibaratkan orang memecah ketumbar dan seharum aroma ketumbar. Motif ini digunakan untuk upacara tingkeban atau mitoni dengan maksud agar kelahiran berjalan dengan lancar semudah memecah ketumbar, ibu dan anak dalam keadaan selamat dan kelak anak menjadi anak yang berguna dan harum namanya.

4. Motif Sapit Urang

kain lurik

Motif Sapit Urang. (Dibyo Lurik)

Motif sapit urang yang berarti jepit udang adalah ungkapan simbolis suatu siasat perang, yaitu musuh dikelilingi atau dikepung dari samping dengan kekuatan komando serangan berpusat di tengah. Motif ini umumnya dipakai sebagai busana prajurit keraton.

5. Motif Udan Liris

Mengenal Kain Lurik dan Makna Motifnya, untuk Tolak Bala hingga Busana Prajurit Keraton

Motif Udan Liris. (Astin Soekanto)

Motif udan liris artinya hujan gerimis. Karena hujan mengandung konotasi mendatangkan kesuburan, maka motif ini merupakan lambang kesuburan dan kesejahteraan.

Meskipun motif dasar kain tenun lurik hanya berupa garis-garis, namun kain tersebut menjadi kekayaan budaya yang penting bagi masyarakat Jawa. Kain lurik dan pesan yang terdapat di dalamnya diharapkan lestari hingga generasi mendatang.

Cerita mitra kami
Jangan Hindari Semua Lemak! Ketahui Lemak Baik yang Penting bagi Anak
Jangan Hindari Semua Lemak! Ketahui Lemak Baik yang Penting bagi Anak
Inilah Tips Memilih Susu Formula Pertumbuhan yang Tepat
Inilah Tips Memilih Susu Formula Pertumbuhan yang Tepat
10 Cara Merawat Bayi Baru Lahir, Ini yang Perlu Parents Perhatikan
10 Cara Merawat Bayi Baru Lahir, Ini yang Perlu Parents Perhatikan
5 Manfaat Sarapan untuk Prestasi Anak di Sekolah
5 Manfaat Sarapan untuk Prestasi Anak di Sekolah

Baca Juga: 

Ratunya Busana, Begini 6 Cara Membedakan Kain Sutra Asli dan Imitasi

Menilik 5 Fakta Songket, Kain Khas Palembang Berharga Fantastis

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

theAsianparent

Diedit oleh:

Ruben Setiawan

  • Halaman Depan
  • /
  • Warisan Budaya
  • /
  • Mengenal Kain Lurik dan Makna Motifnya, untuk Tolak Bala hingga Busana Prajurit Keraton
Bagikan:
  • 6 Jenis Pakaian Adat dari Provinsi Kalimantan Barat yang Indah Menawan

    6 Jenis Pakaian Adat dari Provinsi Kalimantan Barat yang Indah Menawan

  • 17 Jenis Alat Musik Tradisional Kalimantan yang Unik, Cek di Sini!

    17 Jenis Alat Musik Tradisional Kalimantan yang Unik, Cek di Sini!

  • 20 Ucapan Perayaan Hari Raya Galungan 2025, Lengkap dengan Maknanya

    20 Ucapan Perayaan Hari Raya Galungan 2025, Lengkap dengan Maknanya

  • 6 Jenis Pakaian Adat dari Provinsi Kalimantan Barat yang Indah Menawan

    6 Jenis Pakaian Adat dari Provinsi Kalimantan Barat yang Indah Menawan

  • 17 Jenis Alat Musik Tradisional Kalimantan yang Unik, Cek di Sini!

    17 Jenis Alat Musik Tradisional Kalimantan yang Unik, Cek di Sini!

  • 20 Ucapan Perayaan Hari Raya Galungan 2025, Lengkap dengan Maknanya

    20 Ucapan Perayaan Hari Raya Galungan 2025, Lengkap dengan Maknanya

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti