TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

7 Fakta Dampak Jarang Makan Daging bagi Tubuh, Baik atau Buruk?

Bacaan 4 menit
7 Fakta Dampak Jarang Makan Daging bagi Tubuh, Baik atau Buruk?

Meatless meal adalah kebiasaan orang-orang yang jarang makan daging. Apakah itu? Baik atau burukkah untuk kesehatan dan ertumbuhan anak?

Parents  mungkin kerap dengar istilah meatless meal atau kebiasaan orang-orang yang jarang makan daging. Apakah itu?

Sebenarnya gaya hidup ini bukan hal yang khusus di masyarakat Indonesia yang mempunyai beragam sumber produk protein nabati (dari tumbuhan), mulai dari tempe, tahu, hingga beragam jamur lainnya.

Kita juga biasa memvariasikan menu makanan kita dengan sumber protein nabati lain seperti kacang-kacangan, lentil, lengkap dengan beragam sayuran. Protein nabati ini cenderung lebih murah dan menawarkan lebih banyak manfaat kesehatan daripada daging.

Namun, benarkah demikian? Mari kita simak beberapa fakta tentang meatless meal atau kebiasaan jarang makan daging ini.

Artikel terkait: 5 Bahaya Diet Tanpa Nasi, Benarkah Bisa Bikin Koma Seperti Juwita Bahar?

Kebiasaan Mengurangi Makan Daging, Baik Atau Buruk?

1. Jarang Makan Daging, Jantung Berpotensi Lebih Sehat

cantik dan sehat saat hamil

Sebagaimana disarikan dari Mayo Clinic, pola makan nabati akan mengedepankan konsumsi buah-buahan, sayuran, biji-bijian, kacang-kacangan, polong-polongan dan kacang-kacangan. Sumber makanan tersebut kaya akan serat, vitamin, dan nutrisi lainnya.

Orang yang jarang makan daging atau yang menerapkan gaya hidup vegetarian umumnya mengonsumsi lebih sedikit kalori dan lebih sedikit lemak, sehingga bisa mengontrol potensi obesitas, dan memiliki risiko penyakit jantung yang lebih rendah daripada yang sering makan daging.

Artikel terkait: Jangan lakukan! Ini 4 kesalahan yang sering dilakukan saat diet

2. Terlalu Banyak Makan Daging Merah, Tingkat Kematian Lebih Tinggi

menaikkan kadar hb

Daging merah

Penelitian menunjukkan bahwa orang yang makan daging merah memiliki peningkatan risiko kematian akibat penyakit jantung, stroke, atau diabetes. Daging olahan juga meningkatkan risiko kematian akibat penyakit ini.

3. Jarang Makan Daging, Sistem Pencernaan Lebih Lancar

7 Fakta Dampak Jarang Makan Daging bagi Tubuh, Baik atau Buruk?

Aviria Ermamilia, ahli gizi dari Universitas Gadjah Mada mengatakan sejumlah survei menyebutkan angka konsumsi daging sapi Indonesia hanya sekitar 2-3 kilogram per kapita per tahun.

Meski demikian, Aviria menilai konsumsi daging merah yang sedikit ini tidak selalu menjadi hal yang buruk, tergantung kondisi kesehatan seseorang.

Manfaat yang dirasakan jika jarang makan daging merah adalah pencernaan lebih lancar, menurunkan risiko peradangan dan potensi diabetes.

4. Yang Menarik dari Menjadi Flextarian

jarang makan daging

Foto: Instagram/mtwfood

Istilah “flexitarian” telah diciptakan untuk menggambarkan seseorang yang mengonsumsi sebagian besar makanan nabati, tetapi kadang-kadang masih makan daging, unggas dan ikan.

Gaya hidup sehat semacam itu juga merupakan inti dari diet Mediterania yang membatasi daging merah dan menekankan konsumsi buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, biji-bijian dan lemak sehat.

Gaya hidup ini telah terbukti mengurangi risiko penyakit jantung dan kondisi kronis lainnya.

Artikel terkait: Busui ingin diet yang aman? Ikuti tips dari pakar gizi berikut ini!

5. Daging Merah Tetap Penting untuk Anak

jarang makan daging

Meski demikian, konsumsi daging merah (daging kambing, sapi) tidak langsung menjadi hal buruk. Daging tetap dibutuhkan untuk pertumbuhan. Hal ini seturut dengan pedoman konsumsi gizi seimbang dari Kementerian kesehatan yang menyebutkan pentingnya mengonsumsi lauk pauk dengan kadar protein tinggi.

Pedoman gizi seimbang adalah semakin beragam lauk maka semakin baik. Daging merah memiliki kolestrol dan lemak yang diperlukan untuk anak, namun harus dibatasi pada orang dewasa.

6. Daging Putih Lebih Ramah untuk Tubuh

jarang makan daging

Daging putih, seperti ikan, daging ayam, bebek, burung, dan unggas lainnya mempunyai kandungan lemak dan lemak jenuh lebih rendah, serta lebih sedikit kalori dibanding daging yang berasal dari sapi dan domba. Hal ini yang menyebabkan daging putih lebih ramah kolesterol untuk tubuh manusia.

7. Daging Merah vs Daging Putih, Penting Mana?

Peran daging merah (kambing, sapi) adalah menjaga tubuh dari anemia. Sementara, fungsi daging putih (ikan, ayam) adalah untuk menjaga kolesterol tubuh. Keduanya tetap penting untuk jadi pertimbangan di menu sehari-hari. 

Cerita mitra kami
Rekomendasi Layanan Profesional yang Membantu Ibu Mengelola Rumah & Anak di 2026
Rekomendasi Layanan Profesional yang Membantu Ibu Mengelola Rumah & Anak di 2026
Wajib Tahu! Ini Mitos dan Fakta Makanan Peningkat Kecerdasan Menurut Dokter Anak
Wajib Tahu! Ini Mitos dan Fakta Makanan Peningkat Kecerdasan Menurut Dokter Anak
Asma Anak Tiba-tiba Kambuh? Ingat, Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital
Asma Anak Tiba-tiba Kambuh? Ingat, Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital
Pediatric Emergency Mayapada Hospital Siaga 24 Jam Tangani Kondisi Gawat Darurat Anak
Pediatric Emergency Mayapada Hospital Siaga 24 Jam Tangani Kondisi Gawat Darurat Anak

Jadi, Parents tetap penting untuk memerhatikan menu masakan sehari-hari dengan variasi lauk dan sayur, baik daging merah, daging putih, atau juga sumber protein nabati, dalam rangka memenuhi dan melengkapi kebutuhan nutrisi sekeluarga. 

Semoga bermanfaat!

 

Artikel telah ditinjau oleh:
dr. Gita Permatasari
Dokter Umum dan Konsultan Laktasi

Jika Parents ingin berdiskusi seputar pola asuh, keluarga, dan kesehatan serta mau mengikuti kelas parenting gratis tiap minggu bisa langsung bergabung di komunitas Telegram theAsianparent.

Baca juga:

Bahan kosmetik aman untuk ibu menyusui, catat baik-baik Bun!

Benarkah pakai KB bisa mengganggu produksi ASI? Ini kata dokter!

Dari Daun Torbangun Hingga Bunga Pisang, Ini Ragam Makanan Peningkat Produksi ASI yang Tak Banyak Diketahui

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Kalamula Sachi

Diedit oleh:

dr.Gita Permatasari

  • Halaman Depan
  • /
  • Info Sehat
  • /
  • 7 Fakta Dampak Jarang Makan Daging bagi Tubuh, Baik atau Buruk?
Bagikan:
  • 10 Jenis Keputihan Normal dan Tidak Normal pada Wanita

    10 Jenis Keputihan Normal dan Tidak Normal pada Wanita

  • 8 Titik Pijat Refleksi Kaki dan Manfaatnya untuk Kesehatan

    8 Titik Pijat Refleksi Kaki dan Manfaatnya untuk Kesehatan

  • Cara Memijat Payudara agar Cepat Membesar yang Aman Dilakukan

    Cara Memijat Payudara agar Cepat Membesar yang Aman Dilakukan

  • 10 Jenis Keputihan Normal dan Tidak Normal pada Wanita

    10 Jenis Keputihan Normal dan Tidak Normal pada Wanita

  • 8 Titik Pijat Refleksi Kaki dan Manfaatnya untuk Kesehatan

    8 Titik Pijat Refleksi Kaki dan Manfaatnya untuk Kesehatan

  • Cara Memijat Payudara agar Cepat Membesar yang Aman Dilakukan

    Cara Memijat Payudara agar Cepat Membesar yang Aman Dilakukan

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti