TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Jarak Kehamilan Antar Anak yang Pendek Tingkatkan Risiko Autisme

Bacaan 4 menit
Jarak Kehamilan Antar Anak yang Pendek Tingkatkan Risiko Autisme

Penelitian terbaru mengindikasi adanya kaitan antara jarak kehamilan dengan risiko autisme pada anak. Jadi berapa jarak kehamilan yang ideal?

Menurut sebuah penelitian besar terbaru yang dilansir oleh cbsnews, jarak kehamilan yang pendek ataupun terlalu panjang tidak baik untuk anak.

Penelitian yang melibatkan lebih dari 1,1 juta anak tersebut menemukan bahwa jarak kehamilan yang pendek meningkatkan risiko autisme pada anak.

Sedangkan bila jarak kehamilan lebih dari 5 tahun, risiko gangguan perkembangan saraf secara umum meningkat.

“Alasan antara interval kehamilan dengan autisme dan cacat perkembangan saraf lainnya belum diketahui,” ungkap Dr Agustin Conde-Agudelo, peneliti di World Health Organization Collaborating Center in Human Reproduction di University of Valle, Colombia.

Ia menjelaskan bahwa para ilmuwan percaya bahwa gizi dan faktor lainnya mungkin memainkan peranan.

Para peneliti menemukan bahwa anak-anak yang lahir dari ibu dengan jarak antara kehamilan kurang dari 12 bulan, dua kali lebih mungkin untuk melahirkan anak dengan autisme.

Para peneliti menduga bahwa penurunan asam folat pada tubuh ibu berpengaruh dalam peningkatan risiko autisme. Asam folat sangat signifikan untuk perkembangan tulang belakang pada janin.

Baca juga: 5 Alasan Mengapa Asam Folat Sangat Penting Untuk Ibu Hamil

Selain itu, temuan dalam penelitian juga menunjukkan bahwa jarak kehamilan pendek terkait dengan risiko keterlambatan perkembangan dan cerebral palsy, yang dapat mempengaruhi pergerakan tubuh, koordinasi otot, dan keseimbangan.

Lalu berapa jarak kehamilan yang ideal?

Jarak kehamilan panjang yang lebih dari 5 tahun juga berpotensi terkait dengan autism. Conde-Agudelo mengatakan hipotesisnya berhubungan dengan infertilitas, kehamilan yang tidak diinginkan dan tingkat peradangan pada rahim ibu.

“Berdasarkan bukti terbaik yang tersedia, jarak kehamilan yang ideal adalah 2 sampai 5 tahun, agar dapat mengurangi risiko autisme,” kata Dr Agustin Conde-Agudelo.

Dr. Paul Wang, wakil presiden senior dan kepala riset medis untuk Autism Speaks, mengatakan penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami bagaimana nutrisi mempengaruhi hasil kehamilan, termasuk autism.

“Intinya adalah bahwa kesehatan ibu, pra-kehamilan dan selama kehamilan, benar-benar sangat penting,” kata Wang.

Parents, semoga informasi di atas bermanfaat.

Baca juga:

  • Kenali Gejala Autisme pada Anak Sejak Dini
  • Autisme, Benarkah dapat Disembuhkan?
  • Autisme Dan Alergi

 

Mengatur jarak untuk masa kehamilan memang membutuhkan pertimbangan. Menurut sebuah penelitian jarak mengandung yang pendek atau terlalu panjang tidak baik untuk anak. Apalagi jika anak masih kecil dan bunda rencana ingin memiliki anak lagi. Sebenarnya berapa jarak yang ideal untuk bisa mengandung setelah melahirkan ? Mari simak ulasan jarak kehamilan berikut.

Mengetahui Jarak Aman Untuk Mengandung

Penelitian yang melibatkan lebih dari 1,1 juta anak tersebut menemukan bahwa jarak untuk mengandung yang terlalu pendek akan meningkatkan resiko autisme pada anak. Sedangkan apabila kehamilan berjarak lebih dari 5 tahun, resiko gangguan perkembangan saraf secara umum akan meningkat.

tau Berapa Lama Jarak Kehamilan yang Ideal

Dr. Agustin Condo Agudelo seorang peneliti di WHO in Human Reproduction di University of Valle, Colombia menyatakan tidak ada alasan antara interval kehamilan dengan autism dan cacat perkembangan saraf lainnya. Ia menjelaskan bahwa para ilmuwan percaya bahwa gizi dan aktor lainnya mungkin bisa memainkan peranan yang penting.

ini jarak kehamilan setelah berhubungan

Jarak Baik Untuk Hamil Setelah 2 Sampai 5 Tahun

Penelitian ini mengungkapkan bahwa anak anak yang lahir dari ibu dengan jarak antara kelahiran kurang dari 12 bulan, memiliki peluang dua kali lebih mungkin untuk melahirkan anak autisme. Para peneliti menduga bahwa penuruan asam folat pada tubuh ibu ini berpengaruh dalam peningkatan resiko autisme pada anak. Jarak untuk hamil setelah 5 tahun juga berpotensi untuk menyebabkan autisme pada anak.

apa Risikonya Jika Jarak Kehamilan Kedua Terlalu Dekat dengan Periode Sebelumnya

Menurut penelitian ini jarak kehamilan yang aman adalah lebih dari 2 atau 5 tahun agar dapat mengurangi resiko autisme. Dr. Paul Wang wakil presiden senior dan kepala riset medis untuk Autism Speaks, mengatakan penelitian ini harus dilakukan lebih lanjut. Hal ini untuk memhami bagaimana nutrisi mempengaruhi hasil kehamilan termasuk autisme. Intinya adalah kesehatan ibu saat pra kehamilan memang benar benar penting untuk dilakukan.

Itulah ulasan mengenai jarak yang tepat untuk bisa merencanakan kehamilan kembali. Sebaiknya Anda melakukan konsultasi dengan dokter kandungan untuk bisa mengetahui kapan waktu yang tepat untuk hamil kembali. Hal ini untuk mengurangi resiko dari autisme atau kelainan pada anak karena kurangnya hormon pada ibu pasca melahirkan.

Cerita mitra kami
6 Cara Meredakan Mual saat Hamil yang Bisa Dicoba Ibu di Rumah
6 Cara Meredakan Mual saat Hamil yang Bisa Dicoba Ibu di Rumah
Skincare Aman untuk Ibu Hamil, Pastikan Tidak Mengandung 4 Bahan Berbahaya Ini!
Skincare Aman untuk Ibu Hamil, Pastikan Tidak Mengandung 4 Bahan Berbahaya Ini!
17 Sumber Makanan yang Mengandung Zat Besi untuk Ibu Hamil
17 Sumber Makanan yang Mengandung Zat Besi untuk Ibu Hamil
Ingin Berpuasa Saat Hamil?  Ini Asupan Bernutrisi yang Penting untuk Dipenuhi (Lengkap dengan Menu Sahur dan Berbuka!)
Ingin Berpuasa Saat Hamil? Ini Asupan Bernutrisi yang Penting untuk Dipenuhi (Lengkap dengan Menu Sahur dan Berbuka!)

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

ddc-calendar
Bersiaplah untuk kelahiran bayi dengan menambahkan HPL Anda
ATAU
Hitung tanggal HPL
img
Penulis

Putri Fitria

  • Halaman Depan
  • /
  • Kehamilan
  • /
  • Jarak Kehamilan Antar Anak yang Pendek Tingkatkan Risiko Autisme
Bagikan:
  • 20 Manfaat Alpukat untuk Ibu Hamil, Bagus untuk Perkembangan Otak Janin!

    20 Manfaat Alpukat untuk Ibu Hamil, Bagus untuk Perkembangan Otak Janin!

  • 10 Ciri-Ciri Kontraksi Asli dan Pembukaan, Bunda Wajib Tahu!

    10 Ciri-Ciri Kontraksi Asli dan Pembukaan, Bunda Wajib Tahu!

  • Apakah Menyusui Bisa Membatalkan Puasa? Ini Jawabannya, Bun!

    Apakah Menyusui Bisa Membatalkan Puasa? Ini Jawabannya, Bun!

  • 20 Manfaat Alpukat untuk Ibu Hamil, Bagus untuk Perkembangan Otak Janin!

    20 Manfaat Alpukat untuk Ibu Hamil, Bagus untuk Perkembangan Otak Janin!

  • 10 Ciri-Ciri Kontraksi Asli dan Pembukaan, Bunda Wajib Tahu!

    10 Ciri-Ciri Kontraksi Asli dan Pembukaan, Bunda Wajib Tahu!

  • Apakah Menyusui Bisa Membatalkan Puasa? Ini Jawabannya, Bun!

    Apakah Menyusui Bisa Membatalkan Puasa? Ini Jawabannya, Bun!

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti