Jam tidur anak pempengaruhi perkembangan otak

Jam tidur anak pempengaruhi perkembangan otak

Perkembangan otak anak ternyata bisa dipengaruhi oleh jam tidur. Baca penjelasan lengkapnya di sini, Parents!

Mungkin kita sudah sering mendengar, bahwa anak-anak butuh 12 jam untuk tidur supaya dapat tumbuh dengan sehat. Namun tahukah kita, bahwa rutinitas jam tidur anak sehari-hari mempengaruhi perkembangan otak anak?

Penelitian pengaruh jam tidur terhadap perkembangan otak anak

perkembangan otak2

Penelitian yang dilakukan oleh beberapa ilmuwan Inggris menyimpulkan bahwa anak-anak yang terbiasa dengan jam tidur teratur, memiliki kemampuan kognitif yang lebih tinggi dibandingkan anak-anak yang tidur tak teratur.

Seperti ditulis pada Huffington Post, lebih dari 11.000 anak-anak berusia 3,5 dan 7 tahun dites kemampuan membaca, matematika, dan juga kemampuan spasialnya.

Dari tes inilah pengaruh rutinitas jam tidur terhadap perkembangan otak anak dapat dibuktikan.

Selain memiliki manfaat untuk kemampuan kognitif anak, berikut ini beberapa manfaat lainnya bila anak cukup tidur dan tidur dijam yang teratur:

a. Memberikan pertumbuhan yang optimal

“Hormon pertumbuhan terutama disekresi selama tidur nyenyak,” kata Judith Owens, M.D., direktur obat tidur di Children’s National Medical Center, di Washington, D.C., dan penasihat Orang Tua.

Peneliti di Italia menemukan bahwa anak-anak yang kekurangan hormon pertumbuhan, cenderung tidur kurang nyenyak di malam hari daripada anak-anak pada umumnya.

b. Menyehatkan jantung

Tidur yang cukup dapat melindungi anak-anak dari kerusakan pembuluh darah karena sirkulasi hormon stres dan kolesterol yang merusak dinding arteri.

c. Mempertahankan berat badan ideal

Ada semakin banyak bukti yang menyatakan bahwa kurang tidur dapat menyebabkan anak-anak menjadi kelebihan berat badan. Ini biasanya di mulai sejak bayi hingga dewasa.

d. Membantu tubuh melawan kuman

Selama tidur, anak-anak dan orang dewasa menghasilkan protein yang dikenal sebagai sitokin. Ini diandalkan tubuh untuk melawan infeksi, penyakit, dan stres.

e. Mengurangi risiko cedera

Satu penelitian terhadap anak-anak di Tiongkok menemukan bahwa mereka yang tidur kurang dari sembilan jam per malam jauh lebih mungkin mengalami cedera yang memerlukan perhatian medis. Dari 91% anak-anak yang mengalami cedera dua atau lebih dalam periode 12 bulan menyatakan bahwa mereka kurang tidur dari sembilan jam per malam.

Artikel terkait: Kenapa anak susah tidur malam? Ini 6 penyebab dan solusinya!

Disiplin tidur

perkembangan otak3

Saat ini belum ada penelitian untuk membuktikan mana yang lebih berpengaruh pada perkembangan otak anak : jumlah jam tidur atau konsistensi jam tidur, karena keduanya saling berkaitan.

Namun para peneliti mengungkapkan bahwa ketidakteraturan jam tidur anak juga mempengaruhi perkembangan anak secara keseluruhan, karena pada umumnya jam tidur yang tidak teratur menandakan ketidakteraturan dalam keluarga tersebut.

Anak yang tidurnya larut malam, cenderung menonton TV lebih lama di malam hari. Di mana biasanya tayangan malam hari bukanlah tayangan yang sesuai untuk anak.

Selain itu, anak tersebut juga biasanya bermain komputer atau games hingga larut malam sehingga lupa waktu dan melewatkan sarapan esok paginya bila ia bangun siang. Anak yang tidur tak teratur juga kemungkinan besar jarang dibacakan dongeng atau cerita setiap malam.

Perkembangan otak anak dan kebutuhan jam tidur

Menurut rekomendasi National Sleep Foundation, untuk anak berusia 1-3 tahun jumlah jam tidur yang dibutuhkan adalah 12-14 jam per hari. Sedangkan untuk anak berusia 3-5 tahun membutuhkan 11-12 jam per hari.

Bila anak sudah lebih besar yaitu 5-12 tahun, mereka membutuhkan 10-11 jam per hari. Jadi pastikan anak Anda cukup tidur setiap harinya, 7 hari seminggu, dengan jam yang rutin.

Apa yang harus kita lakukan untuk memenuhi kebutuhan tersebut?

perkembangan otak1

Bila anak Anda belum memiliki jam tidur yang teratur dan cukup jumlahnya, mulailah dari langkah sederhana :

1. Buatlah rutinitas tidur yang konsisten setiap hari. Misalnya, diawali dengan mencuci kaki, sikat gigi, berganti pakaian dengan piyama, lalu membacakan dongeng dan mematikan lampu.

2. Perubahan drastis tidak akan berhasil. Bila saat ini anak Anda tidur larut malam, lakukan rutinitas tidur 15 menit lebih awal dari hari sebelumnya, hingga mencapai waktu yang diinginkan.

3. Biasakan tidur siang dengan jam dan lama yang teratur pula.

Selamat mencoba ya parents! Semoga informasi tentang pengaruh jam tidur anak terhadap perkembangan otak ini bermanfaat.

***

Semoga artikel ini bermanfaat untuk Anda!

Referensi: Parents

Baca juga

Manfaat Dongeng Yang Tak Terbantahkan

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

Semua opini & pendapat dalam artikel ini merupakan pandangan pribadi milik penulis, dan sama sekali tidak mewakilkan theAsianparent atau klien tertentu.
app info
get app banner