Trauma melahirkan di Rumah Sakit, ibu ini melahirkan di rumah tanpa bantuan dokter

Trauma melahirkan di Rumah Sakit, ibu ini melahirkan di rumah tanpa bantuan dokter

Akibat trauma dengan pengalaman melahirkan di rumah sakit, ibu ini memutuskan untuk melahirkan tanpa bantuan medis sama sekali. Dan hanya ditemani oleh sang suami.

Melahirkan tanpa bantuan dokter atau bidan mungkin tidak terpikir di benak ibu hamil manapun. Namun, seorang ibu bernama Marissa Heckel  membuktikan hal ini. Ibu melahirkan normal di rumah sendiri tanpa bantuan tenaga medis sama sekali ternyata bisa dilakukan.

Hal ini dilatarbelakangi oleh trauma yang dirasakan Marissa, saat melahirkan anak pertamanya di rumah sakit 3 tahun lalu.

Ibu melahirkan normal di rumah

melahirkan tanpa bantuan dokter

Melansir dari Popsugar, Marissa mengatakan, “Saya memiliki pengalaman yang tidak menyenangkan di rumah sakit ketika melahirkan putriku tiga tahun lalu. Saya diejek karena tidak mau menerima epidural, dan didesak terus menerus selama proses persalinan agar mau dilakukan epidural.”

“Saya juga dipaksa untuk tidur telentang, dan disuruh mengejan padahal tidak ada dorongan dari tubuh saya. Hal ini membuat saya mengalami robekan tingkat dua dan harus dijahit,” tambahnya.

Artikel terkait: Detik-detik menegangkan ibu melahirkan normal di rumah tanpa bantuan dokter atau bidan

Peristiwa traumatis tersebut membuat Marissa memutuskan untuk melahirkan tanpa bantuan dokter. Sang suami mendukung keputusan tersebut.

“Kami memutuskan bahwa melahirkan tanpa bantuan medis di rumah jauh lebih nyaman, dan riset yang kulakukan juga mendukung bahwa ini keputusan yang benar. Saya tidak pernah merasa takut saat menjalani proses persalinan tersebut,” papar Marissa.

melahirkan tanpa bantuan foto

Karena trauma dengan perlakuan rumah sakit. Marissa memilih melahirkan tanpa bantuan tenaga medis. Sumber: Facebook Marissa Heckel

Ibu melahirkan normal di rumah tanpa bantuan medis meski melewati HPL

Marissa tidak merasa panik saat merencanakan proses persalinan di rumah, meski hari perkiraan lahirnya sudah lewat 2 minggu. Dia membiarkan tubuhnya bereaksi secara alami untuk melahirkan.

“Saya tidak sabar untuk segera melahirkan. Saya tetap berpikiran positif walau sudah lewat HPL 2 minggu. Karena saya tahu, tubuh saya akan memutuskan kapan waktu yang tepat untuk melahirkan, dan dia akan melakukan segalanya dengan baik,” ungkap Marissa.

Proses melahirkan tanpa bantuan medis ini dijalani Marissa selama 36 jam, dia mengaku belajar banyak tentang tubuhnya sendiri, dan sejauhmana dia bisa menahan rasa sakit dalam proses persalinan.

Untuk mengatasi sakit saat kontraksi, Marissa mencoba berendam di bak mandi atau berdiri di bawah shower, namun ternyata tak berhasil mengurangi rasa sakit. Maka iapun memilih berdiri bersandar di dinding untuk menahan rasa sakit tersebut.

Artikel terkait: Perjuangan ibu melahirkan normal di rumah selama 33 jam tanpa anestesi

“Saya terus berkata pada diri sendiri, bahwa rasa sakit ini hanya sementara,” ujarnya.

Ketika Marissa merasa proses kelahiran sudah dekat, Marissa berbaring di tempat tidur. Sang suami memberi dukungan dengan memegang tangannya selama proses persalinan. Ketika ketubannya pecah hingga membasahi tempat tidur, Marissa merasakan dorongan untuk mengejan.

Awalnya, Marissa berusaha tetap di tempat tidur. Namun, ia merasa hal tersebut tidak alami. Hingga dia meminta sang suami membantunya berjalan ke kamar mandi. Di sana, Marissa duduk di toilet dan mengejan.

Kelahiran sang bayi

Tak berapa lama kemudian Marissa bisa merasakan kepala bayi sudah keluar, sang suami yang menemaninya juga mengonfirmasi hal tersebut.  Karena sang suami takut bayinya akan membentur pinggiran toilet atau jatuh ke dalam toilet saat lahir, Marissa meminta bantuan untuk berdiri.

“Saya memberitahunya bahwa saya akan mendorong bahu bayi sambil berdiri, suamiku menatapku seakan saya sudah gila. Tapi dia tetap membantuku berdiri.”

Marissa berdiri sambil berpegangan pada rak handuk di kamar mandi, dan mendorong satu kali lagi sebelum akhirnya bayi laki-laki yang ia nantikan lahir dengan selamat. Suaminya yang setia menemani segera saja mengambil foto-foto.

melahirkan tanpa bantuan medis, ibu melahirkan normal di rumah

“Ini adalah pencapaian terbesar dalam hidupku,” kata Marissa.

Ari-arinya keluar sendiri setelah 20 menit bayi lahir. Bayinya lahir dengan berat 3,9 kg, panjang 22 inci dan lingkar kepala 36 cm. Bayi laki-laki itu sehat tanpa komplikasi apapun, dan Marissa juga baik-baik saja meski dia merasa kelelahan akibat menjalani persalinan selama 36 jam.

Bagaimana Bunda? Tertarik untuk menjadi ibu melahirkan normal di rumah?

Sebelum melakukannya, pastikan Anda tahu betul apa yang harus dilakukan dalam setiap tahapan kontraksi dan pembukaan. Juga siapkan mental dan fisik agar kuat menjalani persalinan tanpa bantuan epidural.

Serta dukungan suami juga harus Bunda kantongi, karena dialah yang akan menemani dan membantu Bunda selama menjalani prosesnya.

Semoga bermanfaat.

 

Referensi: Popsugar

Baca juga:

Seorang bidan membagikan 7 Foto melahirkan bayi sungsang secara alami

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

Penulis

Fitriyani

app info
get app banner