Viral di Medsos Mengenai Husband Stitch, Begini Penjelasannya

Viral di media sosial mengenai Husband Stitch. Berikut penjelasan lengkap mengenai prosedur hingga pendapat para dokter.

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Belakangan ini, istilah husband stitch sedang viral dibicarakan di berbagai media sosial, terutama di Twitter. Parents, pernah mendengarnya? Husband stitch ternyata pada prosedur yang melibatkan daerah sensitif perempuan, yaitu vagina. 

Seperti apa sih, husband stitch itu? Adakah efeknya bagi tubuh seorang perempuan? Yuk, kita simak informasinya. 

Artikel terkait: 3 Prosedur Bedah Vagina, Apa Manfaatnya Bagi Kesehatan?  

Husband Stitch, Penjelasan Hingga Prosedurnya

Apa Itu Prosedur Husband Stitch?

Istilah Husbands stitch mengacu pada jahitan tambahan yang mungkin dilakukan pada beberapa perempuan setelah persalinan dimana perineum mereka terpotong atau robek. Tujuan dari husband stitch adalah untuk memperbaiki robekan alami saat melahirkan atau luka dari episiotomi sehingga mengencangkan vagina ke kondisi sebelum melahirkan.

Namun, perlu diperhatikan bahwa Husband stitch bukanlah praktik yang diterima atau prosedur medis yang disetujui. Para peneliti telah mengumpulkan sebagian besar bukti tentang jahitan suami dari kesaksian perempuan yang memilikinya dan dari petugas kesehatan yang telah menyaksikannya.

Beberapa perempuan bahkan mengklaim bahwa dokter mereka telah melakukan husband stitch tanpa izin. Tentu, hal itu sama saja dengan memodifikasi tubuh seseorang tanpa persetujuannya. 

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Asal usul metode ini berawal dari pertengahan 1950-an. Saat memperbaiki robekan persalinan atau episiotomi, dokter kandungan akan mengencangkan pintu masuk vagina perempuan dengan menambahkan jahitan tambahan.

Prosedur ini diklaim dapat meningkatkan kesejahteraan perempuan dengan menjaga ukuran dan bentuk vagina, baik untuk meningkatkan frekuensi orgasme atau untuk meningkatkan kenikmatan laki-laki dalam hubungan seksual.

Jalan lahir vagina adalah otot yang dapat melebar (meregangkan) untuk memungkinkan bayi melewatinya untuk melahirkan. Terkadang, lubang vagina mungkin tidak cukup lebar untuk menampung kepala bayi.

Daripada mempertaruhkan robekan vagina yang serius, dokter atau bidan dapat melakukan episiotomi. Episiotomi sendiri adalah sayatan melalui perineum, yang merupakan area antara lubang vagina dan anus. Episiotomi memperluas lubang vagina, memungkinkan bayi untuk melewatinya dengan lebih mudah.

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), penggunaan rutin episiotomi tidak dianjurkan untuk perempuan yang menjalani persalinan normal. Namun, dokter atau bidan mungkin melakukan episiotomi jika terjadi komplikasi selama persalinan.

Persalinan normal dapat menyebabkan robekan pada vagina, dan robekan ini terkadang meluas ke rektum. Dalam beberapa kasus, jahitan mungkin diperlukan. Namun, jahitan tersebut tidak boleh meluas ke lubang vagina.

Artikel terkait: Agar Luka Bekas Episiotomi Cepat Kering, Bunda Perlu Lakukan Hal Ini!  

Apakah Metode Ini Menguntungkan? 

Mungkin Parents pernah mendengar bahwa metode ini dapat meningkatkan kenikmatan seksual bagi salah satu pasangan. Ternyata, hal itu tidak benar. Mengutip dari Medical News Today, menjahit lubang vagina lebih kencang kemungkinan akan menyebabkan hubungan seks yang menyakitkan bagi kedua pasangan.

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Metode ini justru memiliki banyak efek samping bagi tubuh perempuan. Semua episiotomi dan beberapa robekan vagina akan membutuhkan jahitan. Meskipun kebanyakan perempuan sembuh tanpa masalah, beberapa mungkin mengalami komplikasi dari episiotomi atau jahitan suami.

Komplikasi yang Terjadi

Komplikasi ini mungkin termasuk:

  • Peningkatan rasa sakit di sayatan
  • Perdarahan persisten atau meningkat
  • Kebocoran urin atau feses
  • Tanda-tanda infeksi, seperti nanah, bau tidak sedap, atau pembengkakan di tempat sayatan
  • Rasa sakit yang terus-menerus
  • Ketidakmampuan untuk menggunakan tampon
  • Peningkatan risiko harus menjalani episiotomi lagi pada kelahiran berikutnya
  • Pembentukan jaringan parut
  • Prolaps dari rahim
  • Trauma emosional

Artikel terkait: Kelainan Kongenital Sebagai Salah Satu Penyebab Kemandulan 

Pendapat Ahli Mengenai Metode Ini

Husband Stitch ternyata bukanlah prosedur medis resmi. Tidak ada penelitian atau dokumen medis untuk memverifikasi seberapa sering prosedur dilakukan atau berapa banyak perempuan yang menerima jahitan suami.

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Sebagian besar informasi mengenai praktik kontroversial tersebut ada di forum media sosial atau berasal dari akun langsung perempuan yang mengaku telah menerima metode ini tanpa persetujuan mereka.

Stephanie Tillman, bidan perawat bersertifikat di University of Illinois di Chicago dan blogger di The Feminist Midwife menuturkan bahwa prosedur ini tidak etis. Husband stitch mewakili kebencian terhadap perempuan yang terus-menerus melekat dalam perawatan medis.

“Fakta bahwa bahkan ada praktik yang disebut jahitan suami adalah contoh sempurna dari objektifikasi tubuh perempuan dan perawatan kesehatan. Sebanyak kami mencoba untuk menghapus seksualisasi perempuan dari perawatan kebidanan yang tepat, tentu saja patriarki akan menemukan jalannya di sana,” kata Tillman kepada Healthline (27/04/18). 

Semua efek samping dan ketidakuntunganmetode ini tentunya berefek pada fisik dan mental perempuan. Pada dasarnya, vagina adalah otot yang mengembang selama kelahiran tetapi pada akhirnya akan kembali ke keadaan sebelum melahirkan. Sehingga, prosedur ini tidak perlu dilakukan, ya, Parents

Itulah penjelasan lengkap mengenai Husband stitch. Bagaimana pendapatnya nih, Parents?

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Artikel telah ditinjau oleh:
dr. Gita Permatasari
Dokter Umum dan Konsultan Laktasi

****

Baca juga:

https://id.theasianparent.com/histerektomi-pengangkatan-rahim 

https://id.theasianparent.com/jahitan-ekstra-pada-vagina-digunting 

https://id.theasianparent.com/robekan-jalan-lahir