TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Homeschooling Untuk Balita Dengan Metode Montessori

Bacaan 4 menit
Homeschooling Untuk Balita Dengan Metode Montessori

Homeschooling balita penting untuk mengembangkan pendidikan anak sejak dini. Melalui metoda Montessori, memudahkan orangtua memberikan pendidikan terbaik.

Homeschooling, Salah Satu Metoda Pendidikan Dini Balita

Usia balita adalah masa emas dalam pembentukan karakter dan mental anak. Pada usia ini, kecerdasan anak berkembang pesat sesuai dengan pola ajar dan pola asuh yang diterimanya. Menurut Montessori, pada usia awal inilah sebaiknya pendidikan dimulai.

Pendidikan yang dilakukan oleh orang tua ataupun oleh guru di rumah kita kenal dengan istilah homeschooling. Pendidikan homeschooling ini sudah lama dikenal di negara maju dan mulai diminati juga di negara berkembang. Bagaimana pendidikan homeschooling anak usia balita menurut metode Montessori?

Montessori, seperti yang ditulis oleh Elizabet G. Hainstock dalam bukunya Metode Pengajaran Montessori Untuk Anak Pra-sekolah menyebutkan bahwa pada tahun-tahun awal seorang anak memiliki periode sensitif. Pada periode ini anak memudah menerima stimulus-stimulus tertentu, sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan anak.

Bunda, untuk membantu anak agar berkembang optimal sesuai dengan usianya, ada baiknya kita mengetahui periode-periode sensititif menurut Montessori.

Periode-periode sensitif balita:

homeschooling

  • Lahir – 3 tahun : Pikiran dapat menyerap pengalaman-pengalaman sensoris
  • 1,5 th – 3 tahun : Perkembangan bahasa
  • 1,5 th – 4 tahun: Koordinasi dan perkembangan otot, minat terhadap benda kecil
  • 2 th –   4 tahun: Peneguhan gerakan, minat terhadap kebenaran dan realita, menyadari urutan waktu dan ruang.
  • 2,5 th – 6 tahun : Peneguhan sensoris
  • 3 th –   6 tahun : Rawan pengaruh orang dewasa
  • 3,5th-4,5 tahun : Menulis
  • 4 th -4,5 tahun : Kepekaan indera
  • 4,5th -5,5tahun: Membaca

Setelah mengetahui periode sensitif di atas, mungkin kita tidak lagi merasa heran, mengapa bayi-bayi kita begitu cepat tumbuh dan berkembang, serta mengapa mereka begitu cepat belajar dan menyerap berbagai informasi yang menerpa mereka.

Rasa ingin tahu mereka seperti tidak ada habisnya. Mereka selalu ingin tahu, ingin mencoba dan mempelajari banyak hal.

Lantas bagaimanakah cara menyikapinya? Apakah dengan membiarkan masa emas itu berlalu begitu saja? Ataukah cukup dengan menyerahakan pendidikan anak pada lembaga-lembaga pendidikan semacam PAUD? Benarkah tindakan menyekolahkan anak usia dini berdampak positif bagi perkembangan anak di masa depan?

Untuk mengatasi persoalan ini, Montessori menawarkan solusi berupa pendidikan terpadu yang bisa diterapkan di rumah, yang populer dengan istilah homeschooling. Di sini peran orangtua sebagai pendidik amatlah vital. Karena orangtua-lah yang menjadi guru utama dan peletak dasar pembangunan mental anak.

Dengan memanfaatkan kondisi dan fasilitas yang ada di rumah, Montessori menekankan perlunya memberikan pendidikan dan pendampingan pada anak untuk membangun kemandirian dan mengoptimalkan seluruh potensi yang dimiliki anak.

Baca juga : Apakah yang Harus Dipelajari Anak Usia Dini di Sekolah dan di Rumah?

Berikut ini beberapa contoh praktis yang bisa dilakukan dalam keseharian kita untuk mengembangkan kemampuan anak, yang tentunya disesuaikan dengan tingkat usia anak.

1. Latihan hidup praktis

homeschooling

 

Contohnya dengan cara : Mengajari anak membersihkan debu di meja, memindahkan kursi, menutup dan membuka lemari, melipat serbet, mencuci peralatan makan, mencuci tangan, menyapu lantai, menyemir sepatu, mengikat tali sepatu, membuka dan menutup botol, menggunting kertas, melukis dan mewarnai.

2. Latihan sensoris awal

homeschooling

Contohnya dengan cara : membiarkan anak menyusun balok-balok mainan hingga menyerupai menara, meminta anak berjalan lurus di atas tali yang sudah dibentangkan di lantai, ataupun yang sudah berbentuk angka delapan.

Contoh lainnya adalah mengajak anak bermain tebak-tebakan isi di dalam sebuah tas yang sudah diisi berbagai benda, dan meminta anak menebak aroma yang keluar dari beberapa botol yang berisi rempah-rempah.

3. Latihan membaca dan menulis

homeschooling

Sebelum mengajari anak membaca dan menulis, hal yang perlu diperhatikan adalah, bahwa orangtua perlu mengajari anak bagaimana cara memegang pinsil dengan baik dan benar, juga memperhatikan perkembangan bahasa anak.

Untuk mengembangkan kemampuan berbahasa anak, apabila kita memiliki kemampuan berbahasa lebih dari satu, maka pada periode ini, adalah masa paling penting untuk mengajari anak berbagai bahasa. Kemampuan ini akan sangat baik bagi perkembangan berbahasa anak dimasa depan.

Namun bila Anda hanya memiliki satu bahasa, maka ajarkanlah anak berbahasa yang baik dan benar sesuai dengan bahasa ibu. Kemampuan berbahasa ini kelak akan memudahkan anak mempelajari literatur-literatur penting.

Baca juga : Kuis “Empat” untuk Mendeteksi Kesiapan Anak Belajar Membaca

Apabila kita merasa anak sudah siap membaca dan menulis, kita bisa menggunakan bantuan kartu yang telah diberi huruf atau gambar untuk memudahkan anak mengenali huruf sebelum melakukan penggabungan dari huruf-huruf yang telah dikuasai anak.

Metoda Montessori ini tergolong metode yang sederhana dan bisa kita terapkan sambil bermain bersama buah hati. Semoga bermanfaat…

Baca juga artikel menarik lainnya:

Pendidikan Anak Usia Dini = Belajar Calistung Sejak Dini?

Belajar Perkalian Matematika Lewat Lagu dan Jari

 

Cerita mitra kami
Tak Selalu Sama, Ini Cara Mendidik Anak Sesuai Umur
Tak Selalu Sama, Ini Cara Mendidik Anak Sesuai Umur
Kenali 5 Sifat dan Karakter Anak, Si Kecil Termasuk yang Mana?
Kenali 5 Sifat dan Karakter Anak, Si Kecil Termasuk yang Mana?
Mengenal Susu Protein Terhidrolisis Parsial untuk Menurunkan Risiko Alergi Sejak Dini
Mengenal Susu Protein Terhidrolisis Parsial untuk Menurunkan Risiko Alergi Sejak Dini
7 Faktor yang Memengaruhi Perkembangan Otak Anak, Waspada Dampak Gula Berlebihan!
7 Faktor yang Memengaruhi Perkembangan Otak Anak, Waspada Dampak Gula Berlebihan!

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Liza P. Arjanto

  • Halaman Depan
  • /
  • Balita
  • /
  • Homeschooling Untuk Balita Dengan Metode Montessori
Bagikan:
  • 60 Kumpulan Hadis Pendek yang Mudah Dihafal untuk Anak

    60 Kumpulan Hadis Pendek yang Mudah Dihafal untuk Anak

  • 20 Rekomendasi Kado untuk Bayi 1 Tahun Laki-Laki, Awet dan Bermanfaat!

    20 Rekomendasi Kado untuk Bayi 1 Tahun Laki-Laki, Awet dan Bermanfaat!

  • Cerita Dongeng Kancil dan Buaya Singkat untuk Anak

    Cerita Dongeng Kancil dan Buaya Singkat untuk Anak

  • 60 Kumpulan Hadis Pendek yang Mudah Dihafal untuk Anak

    60 Kumpulan Hadis Pendek yang Mudah Dihafal untuk Anak

  • 20 Rekomendasi Kado untuk Bayi 1 Tahun Laki-Laki, Awet dan Bermanfaat!

    20 Rekomendasi Kado untuk Bayi 1 Tahun Laki-Laki, Awet dan Bermanfaat!

  • Cerita Dongeng Kancil dan Buaya Singkat untuk Anak

    Cerita Dongeng Kancil dan Buaya Singkat untuk Anak

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti