Mencegah virus corona, amankah pemakaian hand sanitizer untuk bayi?

Mencegah virus corona, amankah pemakaian hand sanitizer untuk bayi?

Apakah pemakaian hand sanitizer untuk bayi diperbolehkan? Simak penjelasannya di sini, Parents!

Virus corona atau Covid-19 yang semakin menyebar tidak jarang menimbulkan kekhawatiran pada masyarakat, termasuk orangtua. Salah satu langkah pencegahan paparan virus yang bisa dilakukan adalah memakai hand sanitizer. Namun, apakah pemakaian hand sanitizer untuk bayi diperbolehkan? Adakah dampak yang ditimbulkan dari penggunaan hand sanitizer pada bayi?

Artikel terkait: Tak perlu panik, ini cara tepat menjelaskan wabah corona terhadap anak!

Pemakaian hand sanitizer untuk bayi dan langkah mencegah paparan virus bagi si kecil

Hand sanitizer untuk bayi

Pada Kamis (12/3) World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa Covid-19 dinyatakan sebagai pandemi secara resmi. Artinya, level penyebaran penyakit ini sangat luas secara global.

Meski telah dikonfirmasi bahwa Covid-19 ini tidak menyebar melalui udara, tetapi infeksi virus ini bisa menular melalui droplet. Virus bisa ditularkan melalui cipratan air liur penderita, atau saat seseorang menyentuh benda yang sudah terpapar ludahnya.

Setelah terpapar droplet tersebut, penyakit juga akan lebih cepat menular saat kita menyentuh bagian wajah seperti mulut, hidung, atau mata tanpa membersihkan tangan terlebih dahulu.

Oleh sebab itu, langkah pencegahan virus corona yang paling efektif adalah dengan mencuci tangan menggunakan sabun. Namun, jika tidak tersedia air, maka penggunaan hand sanitizer bisa menjadi alternatif yang bisa digunakan.

Lalu, bolehkah bayi menggunakan hand sanitizer apabila akses air terbilang susah?

Hand sanitizer untuk bayi

Perlu diketahui, kulit bayi cenderung masih sensitif sehingga ia masih rentan mengalami iritasi terkait kondisi tersebut. Maka, penggunakan produk yang memiliki kadar bahan kimia tinggi seperti hand sanitizer untuk bayi sebaiknya dihindari.

Tidak hanya rentan iritasi, kandungan alkohol dalam hand sanitizer juga rentan menyebabkan kulit bayi menjadi kering. Kondisi kulit yang kering pun pada akhirnya akan meningkatkan faktor risiko kulit bayi mengalami gatal, infeksi, serta alergi.

Di sisi lain, bayi dan balita juga cenderung aktif bergerak dan kerap memasukkan tangannya ke dalam mulut. Aroma hand sanitizer bisa saja menarik perhatian bayi, sehingga hand sanitizer rentan tertelan melalui tangan yang ia emut.

Oleh karena itu, untuk membersihkan tangan si kecil, ada baiknya Parents menggunakan air dan sabun khusus bayi. Parents juga bisa menggunakan tisu basah yang aman dan khusus untuk bayi.

Artikel terkait: Sedih! Baru berusia 30 jam, bayi ini positif terinfeksi virus corona dari sang ibu

Menjaga kebersihan dan kesehatan bayi dari virus

Hand sanitizer untuk bayi

Dilansir dari laman Alodokter, selain menjaga kebersihan tangan si kecil, beberapa langkah berikut ini juga diterapkan sebagai langkah pencegahan virus terutama Covid-19 pada bayi, yakni:

  • Rutin berikan ASI. Pemberian ASI secara rutin pada bayi berfungsi untuk meningkatkan sistem imun si kecil agar ia tidak mudah terserang penyakit maupun virus.
  • Ketika si kecil sudah MPASI, maka berilah ia makanan yang mengandung beragam nutrisi agar kebutuhan gizi seimbangnya tercukupi. Di samping itu, tetap berikan si kecil ASI juga, ya.
  • Jaga kebersihan Parents, terutama tangan sebelum menyentuh, menyusui, menggendong, hingga menyiapkan makanan untuk bayi. Cuci tangan Parents menggunakan air mengalir dan sabun, kemudian keringkan hingga bersih.
  • Upayakan untuk tidak membawa bayi ke tempat ramai terlebih dulu.
  • Apabila Parents sedang sakit seperti mengalami flu atau pilek, gunakanlah masker agar si kecil tidak ikut terpapar
  • Hindari si kecil dari orang yang sedang sakit.

Penggunaan hand sanitizer untuk balita dan anak-anak

Mencegah virus corona, amankah pemakaian hand sanitizer untuk bayi?

Di lain sisi, untuk balita dan anak-anak, apabila tidak ada opsi, Parents bisa memberinya hand sanitizer non alkohol yang diformulasikan khusus untuk anak agar lebih aman.

Sementara itu, American Academy of Pediatrics (AAP) juga merekomendasikan agar pemakaian hand sanitizer pada balita dan anak-anak juga perlu di dalam pengawasan orangtua. Meski hand sanitizer yang digunakan non alkohol atau dibuat khusus untuk anak.

Beberapa pengawasan yang perlu dilakukan tersebut di antaranya adalah:

  • Simpan hand sanitizer di tempat yang jauh dari jangkauan anak-anak.
  • Selalu perhatikan dan bimbing si kecil ketika menggunakan sanitizer. Berikan sedikit sanitizer di tangan anak yang kering, minta anak menggosok tangan mereka sesuai aturan pemakaian sanitizer hingga sanitizer menyerap dan kering di tangannya.
  • Ajarkan dan beri pemahaman pada anak mengenai fungsi hand sanitizer, serta bahayanya jika tertelan atau sengaja ia emut.
  • Hentikan pemakaian hand sanitizer apabila anak menunjukkan gejala seperti pusing atau mual. Periksakan juga langsung ke dokter jika gejala tersebut ia alami setelah menelan sanitizer tanpa sengaja dengan cara menjilat tangan atau mengemutnya.

Artikel terkait: Mulai sulit mendapatkan hand sanitizer? Yuk, buat hand sanitizer sendiri, ini caranya!

Saat tidak tersedia akses air dan sabun, maka penggunaan hand sanitizer memang efektif digunakan sebagai alternatif untuk membersihkan tangan dari kuman yang menimbulkan penyakit.

Namun, penggunaan hand sanitizer untuk bayi sebaiknya dihindari karena dapat menimbulkan iritasi yang justru berbahaya bagi kesehatannya.

Semoga bermanfaat!

***

Referensi: Alodokter, HealthyChildern.org

Baca juga:

Tak perlu panik! Lakukan ini untuk mencegah terpaparnya virus corona

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner