"Aku hamil di luar nikah, dan orangtua memintaku aborsi..." curhat seorang wanita

lead image

Menjadi wanita yang hamil tanpa suami bukanlah hal yang mudah, menghadapi cibiran orang, bahkan mungkin amarah dari orangtua. Kisah ibu ini salah satunya.

  • Meskipun masih dianggap tabu bahkan dipandang sebagai sebuah aib dalam masyarakat, kasus hamil di luar nikah masih sering terjadi. Dan wanita yang hamil tanpa suami biasanya akan menanggung malu, beserta semua keluarga besarnya, karena akan menjadi bahan gosip yang tak berkesudahan.

Anak yang lahir akan dianggap anak haram, bahkan seringkali tidak diterima di lingkungan sosial. Hingga mengharuskan wanita yang hamil tanpa suami pindah ke tempat baru dimana tak ada seorangpun yang mengenalnya.

Stigma buruk yang melekat pada wanita yang hamil tanpa suami ini, bisa jadi salah satu penyebab banyaknya kasus bayi dibuang di jalan, atau ditinggalkan begitu saja di depan pintu rumah orang.

Siapapun bisa tergoda untuk melakukan hubungan seksual tanpa ikatan pernikahan, tapi tak semua orang bisa bertanggung jawab atas perbuatan mereka ketika kehamilan tak diinginkan terjadi.

Minimnya sexual education membuat kasus kehamilan tak diinginkan sering terjadi, karena banyak remaja yang melakukan seks secara tidak aman. Akibat kurangnya pengetahuan mereka.

Artikel terkait: Studi : Angka kehamilan remaja makin meningkat, bagaimana Parents mencegahnya?

Curhat seorang wanita yang hamil di luar nikah

Salah satu pengguna aplikasi theAsianparent mengaku dirinya hamil di luar nikah, untungnya sang kekasih mau bertanggung jawab. Sayangnya, orangtua yang tak ingin menanggung malu, meminta wanita tersebut untuk menggugurkan janinnya.

Berikut adalah kisah selengkapnya.

Salah satu pengguna melontarkan pertanyaan dengan menggunakan akun anonim, bercerita bahwa dia hamil di luar nikah. Dan ketika orangtuanya mengetahui hal ini, dia disuruh untuk menggugurkan kandungannya, padahal pacar yang menghamilinya sudah mau bertanggung jawab.


Melihat usia si Anonim ini, kita tahu bahwa dia masih terhitung anak remaja. Namun, tentunya kita juga harus menghargai bahwa dia dan pacarnya mau untuk menghadapi konsekuensi atas perbuatan mereka, dengan mempertahankan bayi tersebut. Sayangnya, sang ibu yang mungkin terlalu khawatir dengan usia sang anak menginginkan janin tak berdosa itu digugurkan.

Postingan ini mendapatkan banyak reaksi dari pengguna aplikasi theAsianparent lainnya, kebanyakan memberi dukungan dan saran bagaimana membujuk sang ibu agar tidak menuntut aborsi.

“Berhubungan di luar nikah itu sudah dosa besaaar sekali. Apalagi mau bunuh calon bayinya. Lebih baik minta pacarnya buat segera datang melamar ya,” akun Jihan Fahrira menanggapi postingan ini.

“Lebih baik pacarnya suruh dtg bersama keluarganya, kalo emang niat baik mau bertanggung jawab. Ga masalah menikah disaat hamil tp nanti pas bayi lahir bisa nikah ulang, kasian kita udh berbuat zinah sampai dianugrahi bayi malah mau dibunuh jg…. Mungkin ortu merasa malu memang, tp sudah kejadian mau kya mana lg,” ibu lain bernama Lita Sari menanggapi.

Mama nya emosi belaka kali mbak .. aku juga gitu hamil diluar nikah pas aku bilang ke mama disuruh gugurin kandungan , gak lama pacar aku datang ketemu mama ngejelasin ini itu akhirnya mama nerima .. bayi gak salah yang salah orangtuanya,” ibu lain dengan akun anonim turut pula memberi saran.

Apa yang akan Anda dilakukan bila punya anak yang hamil di luar nikah?

hamil tanpa suami

Mungkin, bila kita ada di posisi wanita yang hamil tanpa suami sah, kita juga pasti kebingungan. Para ibu pengguna aplikasi bisa saja memberi saran dengan mengingatkan soal dosa zina dan dosa menggugurkan anak. Tapi, bagaimana bila kita sebagai orangtua, dihadapkan pada situasi seperti ini? Apa yang akan kita lakukan?

Pernahkah Anda membayangkan, anak kita yang saat ini masih bayi atau balita, kelak di masa depan datang memberi kabar bahwa dia hamil di luar nikah, atau putra kita memberitahu dia menghamili pacarnya tanpa ikatan pernikahan yang sah, apa yang akan Anda perbuat?

Meski mungkin kita sudah membekali anak dengan didikan yang baik, bahkan ilmu agama yang baik. Hal seperti itu bisa saja terjadi. Lalu, bila kasus hamil di luar nikah ini benar-benar menimpa anak kita, akankah kita menyuruhnya melakukan aborsi? atau menyuruhnya menikah untuk menutupi rasa malu tak tertanggungkan?

Panduan bagi para ibu yang hamil tanpa suami

hamil tanpa suami

Apabila Anda merupakan salah satu wanita yang mengalami kasus hamil tanpa suami, dan kebingungan mengenai apa yang harus dilakukan, berikut ini beberapa tips yang bisa Anda ikuti:

  • Pastikan pasangan Anda tahu bahwa dia akan menjadi seorang ayah, dia perlu tahu agar bisa mempertanggungjawabkan perbuatannya.
  • Beritahukan secara jujur mengenai kehamilan Anda pada kedua orangtua, mereka berhak mengetahuinya. Hal ini juga berlaku untuk kedua orangtua pasangan Anda.
  • Pikirkan janin yang ada dalam kandungan Anda. Dia berhak hidup, meski mungkin kehadirannya bukan di waktu yang tepat, dia tetap berhak mendapatkan kasih sayang ibu dan ayahnya sejak masih dalam kandungan.
  • Hindari pikiran untuk aborsi atau membuang bayi setelah dilahirkan. Karena anak Anda tidak pantas diperlakukan seperti itu,
  • Tebus kesalahan Anda dengan mengurus dan membesarkan anak itu dengan baik.
  • Bila Anda merasa tidak mampu mengurus anak tersebut, Anda bisa memberikan ke kerabat yang menginginkan anak, atau menyerahkan hak asuh anak agar bisa diadopsi.

Artikel terkait: Bagaimana Langkah yang Sah Adopsi Anak Menurut Hukum Indonesia ?

Dukungan yang bisa diberikan orangtua saat anak hamil di luar nikah

hamil tanpa suami

Menghadapi kenyataan bahwa anak hamil tanpa suami tentunya merupakan sebuah pil pahit yang harus ditelan orangtua. Tapi, tenangkan diri Anda, jangan terbawa emosi hingga membuat keputusan tergesa yang akan membuat Anda menyesal nantinya.

Berikut ini beberapa hal yang bisa Anda lakukan bila menghadapi situasi sulit tersebut:

  • Cobalah untuk menerima kenyataan bahwa anak Anda telah hamil di luar nikah, atau menghamili pacarnya.
  • Amarah dan emosi adalah hal yang wajar, tapi usahakan tidak berbuat kasar pada anak Anda.
  • Kesampingkan perasaan malu, anak Anda sangat membutuhkan dukungan moril di saat yang sulit seperti ini.
  • Meski hadirnya adalah sebuah kesalahan, janin tersebut tetaplah bagian dari keluarga Anda.
  • Komunikasikan dengan anak, apa yang ingin dia lakukan terhadap kehamilan tersebut, apakah menyerahkan anak untuk diadopsi ataukah memilih untuk membesarkannya sendiri. Bicarakan juga mengenai pasangan anak, apakah dia mau bertanggung jawab atau tidak.
  • Jika anak Anda ingin menikah dengan pacarnya, izinkan pernikahan tersebut terjadi, agar cucu Anda bisa lahir dalam naungan keluarga yang utuh.
  • Yang terpenting, apapun yang terjadi, dukunglah setiap keputusan yang anak Anda lakukan. Dia sangat membutuhkan dukungan dari kedua orangtuanya saat ini, jauh melebihi sebelumnya.

Semoga bermanfaat.

Diadaptasi dari artikel Beto Rahman di theAsianparent Malaysia

Baca juga:

"Demi menyelamatkan pernikahan, kujebak suami untuk menghamiliku…" Pengakuan seorang istri

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

Penulis

Fitriyani

app info
get app banner