Ribuan Jemaah haji Furoda dikabarkan gagal berangkat tahun ini. Pasalnya, hingga akhir Mei 2025, visa haji Furoda tak kunjung diterbitkan oleh pemerintah Arab Saudi.
Mengutip laman Tribun News, Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, menjelaskan bahwa masalah visa yang tak kunjung terbit ini adalah adanya pembatasan jumlah undangan haji yang dikeluarkan oleh pemerintah Arab Saudi.
Selain itu, penerbitan visa memang mengalami pembatasan karena adanya revisi sistem digitalisasi yang sedang dilakukan pemerintah Arab Saudi.
Sementara itu, dari pemerintah Arab Saudi sendiri, belum ada keterangan resmi tentang hal ini. Namun, visa yang belum kunjung terbit tentunya berdampak bagi ribuan calon jemaah haji yang hendak berangkat di tahun ini.
Karena sulitnya penerbitan visa haji furoda tahun ini, pihak Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) menyarankan pada jemaah untuk beralih mendaftar haji kuota (jalur haji biasa).
Lantas, sebenarnya apa itu haji Furoda? Apa bedanya dengan ibadah haji biasa? Yuk, pahami lewat artikel berikut!
Apa Itu Haji Furoda?
Sumber : Unsplash
Mengutip laman resminya, haji Furoda adalah program Ibadah Haji Khusus tanpa antre yang izin visanya diberikan oleh pemerintah kerajaan Arab Saudi melalui kedutaan besarnya di wilayah Republik Indonesia (visa mujamalah).
Itulah sebabnya, berhaji dengan jalur ini juga disebut sebagai haji Mujamalah.
Program berhaji ini di luar kuota haji yang ditentukan oleh Kementrian Agama sehingga calon jemaah tidak perlu mengantre bertahun-tahun untuk berangkat ke tanah suci.
Pelaksanaan haji furoda atau haji Mujamalah ini sudah diatur dalam Undang-Undang Nomor 8 tahun 2019.
Di dalamnya, UU ini mengatur bahwa setiap Warga Negara Indonesia yang berhaji dengan visa haji Mujamalah harus berangkat melalui Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK).
Perusahaan travel tersebut haruslah yang telah terdaftar di Kementerian Agama Republik Indonesia.
Apa Perbedaan Haji Reguler, ONH Plus, dan Furoda?
Sumber : Unsplash
Ada tiga program haji resmi di Indonesia, yakni haji reguler (biasa), ONH plus, dan haji furoda. Perbedaan haji reguler, ONH plus, dan furoda adalah dari segi kuota, harga, dan waktu berangkatnya. Berikut penjelasan lengkapnya:
1. Haji Reguler
Masyarakat sering menyebutnya sebagai haji biasa dan paling banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia karena biayanya yang relatif lebih terjangkau, sekitar Rp40 juta.
Program ini diatur berdasarkan kuota yang ditetapkan pemerintah melalui Kementrian Agama.
Sayangnya, peserta haji ini harus menunggu hingga 30 tahun setelah mendaftar, tergantung kuota provinsi di Indonesia.
2. ONH Plus
ONH Plus atau Ongkos Naik Haji Plus (ONH Plus) merupakan program khusus yang kuotanya juga diatur oleh pemerintah dan Kementrian Agama.
Namun, biayanya lebih mahal, sekitar Rp130 jutaan.
Para jemaah haji bisa berangkat berkisar 5-9 tahun setelah mendaftar.
3. Haji Furoda
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, haji ini kuotanya khusus dari pemerintah Arab Saudi.
Pesertanya bisa langsung berangkat setelah visa terbit, atau menunggu paling lama hingga satu tahun saja. Namun, biaya haji furoda tentunya lebih mahal.
Berapa Biaya Haji Furoda?
Biaya haji Furoda adalah sekitar Rp300 – Rp700 juta. Harga ini juga disesuaikan tergantung agen perjalananan haji dan fasilitas yang didapat.
Memang, biayanya berkali-kali lipat dari haji biasa maupun ONH plus.
Namun, keunggulannya, para pesertanya bisa langsung berangkat tanpa harus menunggu bertahun-tahun.
Apa Saja Fasilitas Haji Furoda?
Sumber : Unsplash
Biayanya hampir Rp1 miliar, fasilitas haji furoda antara lain adalah hotel bintang lima, maskapai, asuransi, hotel transit di Mina, tenda AC di Arafah, biaya perlengkapan haji, manasik haji, city tour, hotel transit di Mina dan ziarah.
Tentu saja para peserta haji ini akan mendapatkan visa haji yang terdaftar dalam sistem elektronik atau e-visa.
Selain itu, sejumlah agen travel haji juga memberikan bonus, di antaranya paket haji lengkap seperti koper bagasi, koper kabin, tas, seragam, hingga buku dan payung.
Ada juga yang memberikan biaya tahalul gratis dan air zam zam gratis.
Artikel terkait : Sebelum Naik Haji, Wajib Tahu 3 Jenis Haji Ini. Begini Tata Cara Pelaksanaannya!
Apa Kelebihan Haji Furoda?
Sumber : Unsplash
Kelebihan haji furoda adalah calon haji tidak perlu menunggu bertahun-tahun untuk berangkat ke Tanah Suci. Bahkan, jemaah bisa berangkat di tahun yang sama saat mendaftar.
Beberapa agen perjalanan yang menangani haji tersebut juga menjamin para jemaah lebih mudah saat melalui pemeriksaan di imigrasi maupun di pos pemeriksaan memasuki kota Makkah.
Jemaah juga bisa meningkatkan kelas fasilitas baik pesawat, hotel maupun, tenda. Bahkan, durasi pelaksanaan selama di Arab Saudi bisa disesuaikan dengan kebutuhan.
Apa Kekurangan Haji Furoda?
Namun, selain keunggulan tersebut, haji ini juga memiliki sejumlah kekurangan. Kekurangan haji furoda antara lain biaya yang dibebankan jauh lebih mahal.
Selain itu, pemberitahuan disetujui atau tidaknya permohonan visa keberangkatan ibadah haji juga sangat dekat, bisa hanya beberapa minggu sebelumnya. Jadi, sifatnya sangat mendadak. Apabila visa tak kunjung terbit, maka rencana berangkat pun bisa batal tiba-tiba.
Kelemahan lain, belum diketahui kuota yang diberikan pemerintah Arab Saudi setiap tahunnya untuk haji jenis ini. Jadi, ada kemungkinan yang sudah mendaftar juga tidak bisa berangkat, tetapi biaya yang telah dibayarkan akan dikembalikan oleh pihak travel.
Nah, itulah penjelasan tentang haji furoda dan bedanya dengan jenis program haji yang lain. Semoga bisa menjawab rasa penasaran!
***
Baca juga:
Hukum dan Pro Kontra Haji Metaverse, Ini Kata Para Ulama MUI
Keberangkatan Haji 2021 Dibatalkan, Kemenag:"Dana Haji bisa Dikembalikan"
Pemerintah Tiadakan Ibadah Haji 2020, Bagaimana Nasib Jemaah?
Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.