TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Hukum dan Pro Kontra Haji Metaverse, Ini Kata Para Ulama MUI

Bacaan 4 menit
Hukum dan Pro Kontra Haji Metaverse, Ini Kata Para Ulama MUI

Haji metaverse sedang menjadi perbincangan hangat. Benarkah pemerintah Arab Saudi akan gelar ibadah haji virtual? Bagaimana hukum dan pro kontranya di Indonesia?

Haji metaverse sedang menjadi topik hangat belakangan ini. Sebab Kerajaan Arab Saudi berencana untuk membuat ibadah Haji dapat dilakukan di metaverse atau semacam ruang virtual. 

Arti dari metaverse itu sendiri adalah ruang virtual yang diciptakan sebagai versi digital dari berbagai aspek di kehidupan nyata, termasuk interaksi manusia maupun fungsi ekonomi. 

Singkatnya, metaverse adalah dunia virtual yang aktivitas di dalamnya mirip kehidupan nyata, dengan bangunan, tanah, avatar yang bisa dijual beli, biasanya menggunakan mata uang kripto. 

Lalu, bagaimana konsep metaverse ini dilakukan untuk kegiatan beribadah Haji dan Umrah? Bagaimana hukumnya? Apa saja pro dan kontranya? Simak pendapat para ulama MUI berikut ini!

Pro dan Kontra Haji Metaverse

haji metaverse

Sumber foto: Facebook/Haramain

Awalnya isu ini muncul pada 14 Desember 2021 lalu. Saat itu Arab Saudi menghadirkan hajar aswad, sebuah batu hitam yang terletak di tenggara Ka’bah, di dalam metaverse.

Alasan memasukkan Ka’bah sekaligus hajar aswad ke dalam metaverse, menurut Ketua Presidensi Dua Masjid Suci Sheikh Abdul Rahman al-Sudais, adalah sebagai bentuk komunikasi kepada semua orang melalui sarana teknologi terbaru.

Setelah munculnya Ka’bah dan hajar ashwad, ungkapan pro dan kontra di media sosial mulai bermunculan. Banyak yang mengatakan teknologi ini dapat merusak agama. Namun, lainnya mempertanyakan kemungkinan berhaji melalui metaverse, yaitu mengelilingi Kabah secara virtual.

Di Turki, Direktorat Urusan Agama, Dinayet, mengutarakan protesnya. Menurut Remzi Bircan, Direktur Departemen Haji dan Umrah Dinayet, ibadah haji dengan cara itu tidak boleh terjadi. 

“Haji di metaverse tidak bisa terjadi. Umat bisa mengunjungi Ka’bah di metaverse, tapi itu tidak akan dianggap sebagai ibadah,” kata Remzi, dilansir dari media Turki, Hurriyet.

Artikel terkait: 10 Tanaman Pembawa Keberuntungan yang Bisa Dipelihara di Rumah

Hukum Ibadah Haji Metaverse Dinilai Tidak Memenuhi Syarat Menurut MUI

haji metaverse

Sama halnya dengan Direktorat Urusan Agama, Turki, Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga mengatakan ibadah haji di dalam metaverse tidak bisa berjalan sesuai ajaran Islam. Ketua MUI Bidang Fatwa, KH Asrorun Niam, mengatakan kalau aktivitas ibadah haji itu hukumnya taufiqi.

“Tidak memenuhi syarat karena aktivitas ibadah haji itu hukumnya taufiqi. Tata caranya sudah ditentukan. Haji itu merupakan ibadah mahdhah, bersifat dogmatik, yang tata cara pelaksanaannya atas dasar apa yang sudah dicontohkan oleh Nabi SAW,” kata Niam. 

Sebab dalam ibadah haji ada beberapa ritual yang perlu kehadiran secara fisik dan terkait dengan tempat tertentu seperti tawaf. Tawaf sendiri dilakukan dengan mengelili Ka’bah sebanyak 7 kali putaran, dimulai dari sudut hajar aswad (secara fisik) dengan posisi Ka’bah berada di sebelah kiri jamaah. 

Artikel terkait: Segini Gaji Pramugari Maskapai Penerbangan Indonesia, Nominalnya di Luar Perkiraan!

Lebih Cocok Digunakan Sebagai Latihan Seperti Manasik Haji

haji metaverse

Meskipun tidak bisa beribadah Haji dengan cara itu, Niam mengatakan kalau Ka’bah di dalam metaverse bisa dimanfaatkan untuk mengenali lokasi tempat pelaksanaan ibadah haji. Hal ini bisa dilakukan untuk mengeksplorasi dan mengenali lebih dekat sebelum melaksanakan ibadah haji secara fisik. 

“Kunjungan ke Ka’bah secara virtual bisa dioptimalkan untuk explore dan mengenali Ka’bah lebih dekat dengan 5 dimensi, agar ada pengetahuan yang utuh dan memadai sebelum pelaksanaan ibadah,” ujarnya.

Tak hanya Naim yang berpendapat demikian. Ismail Fahmi, seorang pengamat media sosial dan pendiri Drone Emprit sepakat dengan pendapat MUI. Dia mengatakan kalau metaverse lebih cocok untuk latihan sebelum melaksanakan ibadah haji, atau sama seperti manasik haji.

“MUI benar, metaverse bukan untuk haji. Metaverse itu lebih baik untuk latihan seperti manasik haji kalau Islam. Metaverse bisa menampilkan gambar 3D dan simulasi lainnya. Dengan perangkat virtual reality (VR), mereka bisa masuk dan mengetahui apa saja yang ada di sana,” kata Ismail dikutip dari Suara.

***

Itulah informasi tentang haji metaverse yang sedang menjadi perbincangan hangat. Bagaimana pendapat Parents?

***

Baca juga

Mengulik 4 Fakta Beli Lahan Digital di Metaverse, Tren Baru Orang Kaya

Dibanggakan Mark Zuckerberg dan Satya Nadella, Apa Itu Metaverse?

Cerita mitra kami
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun
Seminar Edukasi Tenaga Kesehatan dalam Memperingati Hari Prematur Sedunia 2025
Seminar Edukasi Tenaga Kesehatan dalam Memperingati Hari Prematur Sedunia 2025

Kabar Facebook Ganti Nama Berembus, Ternyata Ini Alasannya

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Fadhila Afifah

  • Halaman Depan
  • /
  • Berita Terkini
  • /
  • Hukum dan Pro Kontra Haji Metaverse, Ini Kata Para Ulama MUI
Bagikan:
  • Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

    Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

  • Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

    Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

  • Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

    Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

  • Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

    Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

  • Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

    Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

  • Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

    Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti