Gigi berlubang pada anak, apa saja bahayanya bagi pertumbuhan?

Gigi berlubang pada anak, apa saja bahayanya bagi pertumbuhan?

Permasalahan gigi pada anak tak semestinya diabaikan. Ada beberapa bahaya yang mengintai anak, jika ECC tidak diatasi.

Bunda harus tahu, bahwa gigi berlubang pada anak bukanlah hal yang biasa. Karies atau gigi berlubang di usia dini sangat berbahaya bagi kesehatan anak. Masalah Early Childhood Caries (ECC) paling banyak timbul karena kebiasaan menyikat gigi yang tidak teratur atau tidak benar, juga akibat konsumsi gula berlebihan.

Apa bahaya gigi berlubang pada anak?

Seseorang biasanya akan memeriksa gigi ke dokter ketika ada rasa nyeri atau sakit yang tak tertahankan. Padahal, kesehatan gigi akan lebih baik jika dijadikan perhatian sejak dini. Dokter spesialis gigi anak, Annisa Rizki Amalia menyayangkan bahwa di masyarakat, gigi jadi perhatian nomor sekian, termasuk dalam kesehatan anak.

Padahal, menurut Annisa, mulut dan gigi jadi jalan masuk makanan. Kondisi gigi berlubang pada anak berkaitan erat dengan gizinya. Ada beberapa bahaya yang mengintai anak, jika ECC tidak dicegah atau diatasi.

gigi berlubang pada anak

Gigi tetap akan tumbuh ‘semrawut’

Gigi susu yang berlubang tak seperti gigi tetap. Gigi susu akan hilang dan mengakibatkan rahang anak mengecil. Rahang yang mengecil ini membuat gigi tetap yang berada di bawah gigi susu tidak mendapat tempat untuk tumbuh. Ini adalah satu di antara akibat gigi berlubang pada anak.

Kerusakan pada gigi tetap

Pada gigi susu yang berlubang, lama-kelamaan ia akan membusuk dan membuat gigi tetap di bawahnya rusak. Biasanya, akan timbul bisul pada gigi yang berlubang. Oleh karenanya jika gigi berlubang pada anak sudah dialami sejak kecil, maka saat ia dewasa gigi tetapnya juga akan berlubang.

gigi berlubang pada anak

Menganggu kesehatan organ tubuh lainnya

Percaya atau tidak, gigi yang tidak sehat dapat membawa pengaruh pada kondisi kesehatan tubuh secara keseluruhan. Gangguan kesehatan gigi dan mulut bisa menjalar ke gangguan kesehatan lain seperti infeksi telinga atau sinus.

Annisa mengatakan, pembuluh darah di sekitar gusi tidak memiliki penutup sehingga jika kotor, bakteri dapat turut serta aliran darah hingga masuk ke kepala. Pada anak berkebutuhan khusus, masuknya bakteri bisa menghambat perawatan mereka.

Ia bercerita bahwa dirinya pernah mengangani pasien anak yang mengalami bengkak di wajah akibat masalah gigi. Tubuhnya menguning tanda hati sudah turut terinfeksi bakteri. Karena itu lah, permasalahan gigi pada anak tak semestinya diabaikan. Infeksi bakteri dapat menyebabkan sepsis atau infeksi seluruh tubuh.

Anak kekurangan nutrisi

Saat gigi berlubang pada anak sudah menjadi masalah, dimana anak merasa kesakitan dan cenderung tidak mau mengunyah, bahkan makan. Hal ini tentu menyebabkan anak kekurangan nutrisi sehingga berat badannya menurun.

Bahkan ada pula anak yang merasa kesakitan dan hanya mau makan makanan yang manis saja. Padahal ini sama saja menambah parah kondisi gigi. Ia menganjurkan sebaiknya orangtua membiasakan anak membersihkan gigi saat pagi dan sebelum tidur. Menyikat gigi dapat dimulai dari usia 6 bulan.

Sebelum gigi anak tumbuh pun, ibu dapat membersihkan gusi anak dengan jarinya atau kain waslap yang lembut. Ibu juga dapat membasuh mulut anak dengan ASI. Menurut Annisa, hal ini dapat membuat anak terbiasa dengan benda yang masuk untuk membersihkan mulutnya.

Mulai sekarang kita lebih memerhatikan kesehatan gigi anak sejak dini ya Bunda.

Sumber: CNN Indonesia

Baca juga:

Bocah 14 tahun terserang stroke, tak bisa berjalan dan berbicara

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

Penulis

Kiki Pea

app info
get app banner