Bayi Ibu ini Bergerak Terlalu Agresif di dalam Rahim, Amankah?

Bayi Ibu ini Bergerak Terlalu Agresif di dalam Rahim, Amankah?

Gerakan bayi dalam kandungan yang terlalu aktif hampir tidak pernah menunjukkan adanya masalah pada kehamilan. Namun bagaimana bila gerakannya seagreasif ini?

Amankah jika gerakan bayi dalam kandungan terlalu agresif?

Pertanyaan di atas kerap terlintas pada pikiran siapa saja yang melihat gerakan bayi dalam kandungan ibu ini. Dalam rekaman video yang beredar di Facebook ini, terlihat perut si ibu sampai berpindah ke kanan dan ke kiri, bahkan ke atas, seolah sang bayi ingin menerobos keluar.

Video tersebut telah dibagikan hampir sebanyak 3000 kali. Ratusan pengguna Facebook pun tak tahan untuk tidak mengomentarinya.

Banyak yang kaget, dan mempertanyakan bagaimana bisa bayi di dalam rahim bergerak sedahsyat itu. Salahsatu akun dengan nama Fabiana Cassidy Pascaline sampai berkomentar, “There is something wrong with the pregnancy. This is not natural (Pasti ada yang salah dengan kehamilannya. Ini bukan hal yang alami).”

Menurut Clare Herbert, seorang bidan senior di Plymouth Hospitals, gerakan bayi dalam rahim yang terlalu aktif jarang menunjukkan adanya masalah pada kehamilan.

Namun, gerakan janin yang berbeda secara signifikan dari biasanya sebaiknya dilaporkan pada dokter atau bidan. Seperti gerakan-gerakan yang tiba-tiba meningkat, terlalu kuat dan tak terduga, terutama jika diikuti oleh periode tidak aktif atau diamnya bayi untuk jangka waktu yang cukup lama.

Bagaimana gerakan janin yang normal?

Kebanyakan wanita mulai merasakan gerakan janin pada usia kehamilan antara 16 dan 22 minggu. Pada kehamilan kedua, ibu mungkin merasakan gerakan lebih awal dari kehamilan pertama, karena sudah terbiasa dan tahu bagaimana gerakan bayi di dalam kandungan.

Jika ibu hamil tidak merasakan adanya gerakan pada saat bayi di kandungan berusia 22 minggu, sebaiknya segera periksa. Selain itu, tanyakan pada dokter apakah Anda harus menghitung jumlah tendangan bayi yang Anda rasakan selama trimester ketiga.

Dalam trimester ketiga, sebagian besar bayi bergerak setidaknya 10 kali selama dua jam; Jika bayi Anda bergerak kurang dari itu, atau apakah bayi tadinya sering bergerak lalu tiba-tiba gerakannya berkurang selama berjam-jam, maka konsultasikan kepada dokter Anda tentang hal itu juga.

Perubahan gerakan bayi yang tiba-tiba dan tak biasa dapat mengindikasikan gawat janin. Biasanya, gawat janin mengakibatkan pergerakan menurun, namun peningkatan kerasnya gerakan secara drastis juga bisa menunjukkan bahwa ada sesuatu yang salah.

Tips mengendalikan gerakan bayi dalam kandungan

Jika bayi di dalam kandungan bergerak sedemikian rupa sehingga Anda tidak bisa beristirahat atau tidur nyenyak, cobalah berjalan-jalan selama beberapa menit. Goyangan dari gerakan tubuh Anda dapat menenangkan bayi dalam rahim, sama seperti bayi yang sudah lahir saat digendong.

Selain itu hindari minuman yang mengandung kafein, seperti kopi dan soda, karena bisa merangsang bayi Anda menjadi lebih aktif.

Semoga informasi ini bermanfaat, Bunda.

 

Baca juga:

Gerakan Bayi Dalam Kandungan Prediksikan Perilaku Bayi Kelak

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner