Gendongan kangguru untuk bayi, kapan boleh digunakan?

lead image

Ketika Bunda ingin menggunakan gendongan kangguru, sebaiknya Bunda perhatikan hal ini terlebih dahulu.

Terdapat berbagai macam gendongan yang dapat Bunda gunakan untuk menggendong anak, salah satunya adalah gendongan hipseat atau kangguru. Saat menggunakan gendongan jenis ini, posisi si kecil berada di depan tubuh orangtua.

Salah satu tujuan dari orangtua menggendong anak adalah untuk membuatnya merasa nyaman dan aman. Maka dari itu, ketika anak menangis dan rewel, para orangtua khususnya ibu secara otomatis akan langsung menggendong anak mereka.

Meski demikian, kadang rasa lelah menghampiri bila Parents menggendong si kecil tanpa gendongan. Karena itulah muncul berbagai macam gendongan, seperti gendongan hipseat, gendongan jarik, dan sebagainya. 

Dalam memilih gendongan anak, Parents harus selektif. Pasalnya, tak semua gendongan bayi aman untuk digunakan, termasuk gendongan hipseat atau kangguru.

Artikel terkait : Perhatikan 6 hal ini dalam memilih gendongan bayi yang aman dan nyaman!

Tips memilih gendongan hipseat yang aman untuk bayi

gendongan hipseat 2

Menurut dr. Irna Cecilia dari Alodokter, hal penting yang harus Bunda perhatikan dalam memilih gendongan kangguru yaitu pastikan gendongan tersebut dapat memfasilitasi posisi kaki yang aman bagi bayi. Selain itu, pastikan jika gendongan memiliki sanggahan kepala.

“Bila Anda hendak menggendong bayi kecil atau bayi yang belum tegak kepalanya, Anda juga perlu memerhatikan apakah gendongan tersebut memiliki sanggahan kepala atau tidak. Lalu, jenis kelamin tidak menentukan kapan bayi boleh menggunakan gendongan kangguru,” jelas Irna.

Irna melanjutkan, posisi normal dan sehat menggendong bayi dengan gendongan hipseat yaitu posisi kaki bayi seperti kodok. Kedua kaki membuka secara natural dengan pangkal paha dan lutut yang menekuk. 

“Memaksa kedua kaki bayi menutup dan meluruskan kaki bayi justru bisa memicu gangguan tulang bayi, sehingga menggendong bayi seharusnya dalam posisi kaki terbuka. Namun, perlu diperhatikan jika kaki bayi belum bisa membuka lebar, maka sebaiknya jangan dipaksa untuk membuka lebar,” imbuhnya menjelaskan.

Artikel terkait: Perhatikan 6 hal ini dalam memilih gendongan bayi yang aman dan nyaman!

Kapan waktu yang tepat untuk memakai gendongan hipseat?

gendongan hipseat

Banyak orangtua, khususnya ibu, yang sering menanyakan tentang kapan anak atau bayinya boleh digendong menggunakan gendongan hipseat. Patut Bunda ketahui ,bahwa bayi boleh digendong menggunakan hipseat yaitu ketika berusia antara 4 hingga 6 bulan.

Di usia tersebut, otot-otot leher bayi sudah cukup kuat untuk menopang kepalanya dengan stabil. Maka dari itu, orangtua dapat dengan aman menggendong bayi ke arah depan dengan menggunakan gendongan jenis ini.

Selain itu, sekitar usia 6 bulan bayi juga mulai mengalami perubahan perkembangan, salah satunya mulai tertarik dengan segala sesuatu yang ada di sekitarnya, termasuk tertarik melihat wajah orangtuanya. Kondisi tersebut menjadi waktu yang tepat untuk memulai menggendong bayi ke arah depan.

Hal yang harus diperhatikan saat menggunakan gendongan hipseat

gendongan hipseat

Sekitar usia 4-6 bulan merupakan waktu yang aman untuk menggendong bayi menggunakan jenis gendongan kangguru. Namun, ternyata hal itu tidak dapat diterapkan pada semua bayi.

Maka dari itu, cara terbaik yang dapat orangtua lakukan jika ingin menggendong sang anak menggunakan jenis gendongan ini yaitu perhatikan kontrol kepala bayi. Pastikan jika bayi sudah dapat mengangkat kepalanya tanpa goyangan.

Apabila pada usia tersebut bayi Anda belum bisa melakukannya, maka tunggulah sampai bayi benar-benar bisa melakukannya. Bunda jangan memaksa untuk menggendong bayi dengan gendongan jenis ini, karena bisa jadi akan memicu berbagai risiko yang tak diinginkan.

Itulah informasi terkait penggunaan gendongan hipseat atau kangguru. Semoga bermanfaat untuk Bunda.

 

Referensi : Alodokter dan Ergobaby

Baca juga :

Testis bayi ini diangkat akibat salah memilih gendongan, Parents wajib waspada!

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.