TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Berakibat Fatal, Kenali 11 Gejala Kekurangan Protein dan Dampaknya!

Bacaan 5 menit
Berakibat Fatal, Kenali 11 Gejala Kekurangan Protein dan Dampaknya!

Hindari masalah kesehatan di masa depan. Yuk, mengenal gejala kurang protein berikut ini. Baca selengkapnya, yuk.

Aktris Sarwendah yang pernah mengidap beberapa penyakit, menyebut jika kekurangan protein menjadi salah satu penyebabnya. Demi menghindari gangguan kesehatan, Parents perlu tahu gejala kekurangan protein.

Protein merupakan salah satu nutrisi yang amat dibutuhkan tubuh, hal ini dikarenakan protein punya peran penting dalam mengatur metabolisme, pembentukan sel-sel darah merah, pendukung pertumbuhan bagi anak-anak serta sistem imun.

Apa gejala yang timbul jika kurang asupan protein? Yuk, simak berikut ini.

11 Gejala Kekurangan Protein Pada Tubuh

Melansir Kompas.com, ada beberapa gejala yang perlu diwaspadai. Kurangnya jumlah protein bisa memengaruhi ragam fungsi di tubuh. Berikut diantaranya:

  1. Suasana Hati Berubah

Kondisi suasana hati yang berubah memang wajar dan bisa dialami oleh siapapun. Akan tetapi, kondisi tersebut justru merupakan salah satu tanda kurang protein tubuh.

gejala kekurangan protein

Alasannya karena otak manusia yang perlu bahan kimia bernama neurotransmiter dalam penyampaian informasi antar-sel. Neurotransmiter yang bersumber dari asam amino merupakan bahan untuk menyusun protein.

Ketika Parents tak memenuhi protein, maka tubuh jelas tidak bisa memproduksi neurotransmiter yang cukup. Parents akan merasa cukup agresif atau tertekan karena tingkat serotonin dan dopamin rendah.

  1. Merasa Lelah

Pada penelitian diungkap jika tidak memenuhi protein yang cukup selama seminggu bisa memengaruhi otot yang bertanggung jawab atas gerakan dan postur tubuh, terlebih bagi Parents yang telah berusia lanjut.

gejala kekurangan protein

 

Akibat kurangnya protein tersebut Parents mulai kehilangan massa otot yang berakibat mempersulit keseimbangan, berkurangnya kekuatan, dan metabolisme tubuh yang melambat.

Selain itu, anemia juga bisa muncul karena sel-sel tidak memeroleh oksigen yang cukup sehingga mudah merasakan lelah.

  1. Proses Penyembuhan Luka Lambat

Kemudian bagi yang kekurangan jumlah protein tubuh kemungkinan mengalami masalah pada proses penyembuhan luka maupun cedera, proses tersebut bisa berjalan lebih lambat.

gejala kekurangan protein

Hal itu disebabkan karena protein memiliki peran dalam pembentukan jaringan baru dan memperbaiki jaringan yang rusak dalam tubuh.

  1. Edema

Edema yaitu kondisi terjadinya pembengkakan yang diakibatkan adanya penumpukan cairan dalam jaringan tubuh. Melansir Health Line, edema ini kemungkinan merupakan gejala kurang protein yang parah (kwashiorkor).

Edema ini bisa terjadi akibat jumlah albumin serum yang rendah. Albumin adalah protein melimpah yang ada pada plasma darah.

gejala kekurangan protein

Fungsi utama albumin yakni mempertahankan tekanan onkotik, yaitu kekuatan menarik cairan menuju sirkulasi darah. Albumin juga berperan mencegah cairan yang menumpuk dalam jaringan.

Kurangnya protein tubuh juga menyebabkan penumpukan cairan dalam rongga perut. Perut yang buncit merupakan ciri khas dari kwashiorkor tersbeut.

Mengingat edema ini gejala yang parah, Parents jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter jika mengalaminya.

  1. Penumpukan Lemak di Hati

Gejala umum lain yakni penumpukan lemak di hati atau perlemakan hati (fatty liver). Perlemakan hati bisa menimbulkan penyakit lain seperti peradangan, memicu gagal hati, juga jaringan patut hati.

gejala kekurangan protein

Fatty liver ini kondisi umum yang nampak pada orang gemuk, serta yang kerap mengonsumsi alkohol dalam jumlah banyak.

Cerita mitra kami
Parents Wajib Tahu! Ini Cara Atur Strategi Keuangan, Dana Darurat, dan Asuransi di Era Dinamis
Parents Wajib Tahu! Ini Cara Atur Strategi Keuangan, Dana Darurat, dan Asuransi di Era Dinamis
Edukasi Gizi Sejak Dini, 50 Chef Cilik Unjuk Kreativitas di Grand Final Weyoco Junior Chef Indonesia Season 5
Edukasi Gizi Sejak Dini, 50 Chef Cilik Unjuk Kreativitas di Grand Final Weyoco Junior Chef Indonesia Season 5
Kenyamanan Sehari-hari, Kenangan Sepanjang Masa: Cerita di Balik Petit Beary
Kenyamanan Sehari-hari, Kenangan Sepanjang Masa: Cerita di Balik Petit Beary
Dukung Pendidikan dan Lingkungan Sehat, PT Taisho Pharmaceutical Indonesia Tbk Gelar CSR di SDN 01 Cilangkap
Dukung Pendidikan dan Lingkungan Sehat, PT Taisho Pharmaceutical Indonesia Tbk Gelar CSR di SDN 01 Cilangkap

Alasan dari kasus tersebut belum jelas, tapi merujuk penelitian disebutkan jika gangguan sintesis protein yang mengangkut lemak (lipoprotein) berkontribusi pada kondisi itu.

  1. Masalah Rambut, Kulit, dan Kuku

Parents sering mengalami masalah pada rambut, kulit atau kuku? Waspada, bisa jadi ini salah satu gejala kurangnya protein juga. Hal ini disebabkan karena bagian tubuh tersebut terbentuk dari protein.

gejala kekurangan protein

Misalnya, pada anak-anak terdapat kulit pecah-pecah atau terkelupas, bercak kulit rusak, dan kemerahan. Rambut rontok, kuku yang rapuh, rambut menipis juga jadi gejala kwashiorkor.

Kwashiorkor ini kondisi kurang protein yang parah. Jadi, apabila Parents mengalami serangkaian masalah pada bagian tubuh tersebut maka perlu waspada dan segera konsultasi dengan dokter.

Artikel terkait: Kelebihan Protein, 5 Kondisi Ini Bisa Parent Alami Pada Tubuh

  1. Hilangnya Massa Otot

Otot merupakan sumber protein paling besar di tubuh. Saat kekurangan asupan protein dari makanan, tubuh umumnya mengambil protein dari otot rangka untuk pemeliharaan jaringan juga fungsi tubuh.

gejala kekurangan protein

Kurangnya protein bisa sebabkan pemborosan otot serta pengecilan otot terlebih di usia lanjut. Merujuk sebuah studi bahwa kurangnya konsumsi protein mengakibatkan kehilangan otot lebih besar.

  1. Risiko Fraktur Tulang Lebih Besar

Berikutnya, kurangnya jumlah protein punya risiko dalam pelemahan tulang dan peningkatan risiko patah tulang. Hal tersebut dibuktikan melalui sebuah studi pada wanita pascamenopause.

gejala kekurangan protein

Asupan protein tinggi terlebih protein hewani mampu menurunkan setidaknya 69 persen risiko patah tulang pinggul, memperlambat pengeroposan tulang sebanyak 2,3 persen berkat konsumsi suplemen protein per hari selama setengah tahun.

  1. Menghambat Pertumbuhan Anak

Pertumbuhan tubuh tak lepas dari asupan protein yang mencukupi. Sehingga penting bagi anak-anak untuk mempunyai asupan protein yang cukup demi masa pertumbuhan mereka.

gejala kekurangan protein

Stunting merupakan tanpa umum dari malnutrisi yang biasa diidap anak-anak. Pada beberapa studi juga menunjukkan adanya keterkaitan antara kurangnya protein dengan gangguan pertumbuhan.

  1. Mudah Terinfeksi

Tubuh mudah terinfeksi bisa disebabkan karena kurangnya protein. Protein juga bertanggung jawab dalam meningkatkan sistem imun tubuh. Gejala tersebut masuk dalam kategori parah.

gejala kekurangan protein

Kekurangan sedikit saja protein bahkan bisa merusak fungsi kekebalan tubuh.

  1. Mendorong Nafsu Makan dan Asupan Kalori

Saat kebutuhan protein tidak terpenuhi, tubuh otomatis mengalihkan status protein melalui peningkatan nafsu makan, hal ini pasti mendorong Parents mencari sesuatu untuk dikonsumsi.

Apabila yang dikonsumsi mengandung banyak protein tentu baik, namun nyatanya kebanyakan orang lebih memilih mengonsumsi makanan berkalori tinggi dan gurih.

gejala kekurangan protein

Beberapa makanan mungkin mengandung protein, tapi jumlahnya rendah dan lebih banyak kalorinya. Hal ini menjadi penyebab kenaikan berat badan bahkan obesitas.

Jika Parents merasa lapar, cobalah menambahkan protein tanpa lemak pada setiap hidangan.

 

Itulah 11 gejala kekurangan protein yang perlu Parents waspadai. Dengan mengetahui gejala sedini mungkin bisa membantu mencegah timbulnya serangkaian penyakit di kemudian hari.

Baca juga:

Jangan Abaikan! 4 Penyakit Ini Berisiko Dialami si Kecil Jika Kekurangan Protein

11 Cemilan Sumber Protein untuk Anak dan Keluarga

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Alya

  • Halaman Depan
  • /
  • Gaya Hidup
  • /
  • Berakibat Fatal, Kenali 11 Gejala Kekurangan Protein dan Dampaknya!
Bagikan:
  • 15 Film Korea tentang Perselingkuhan, Bikin Penonton Ikutan Naik Darah

    15 Film Korea tentang Perselingkuhan, Bikin Penonton Ikutan Naik Darah

  • 20 Arti Mimpi Ular Menurut Islam, Psikologi, hingga Primbon Jawa

    20 Arti Mimpi Ular Menurut Islam, Psikologi, hingga Primbon Jawa

  • 20 Rekomendasi Film Semi Dewasa Bagus untuk Ditonton Bareng Pasangan

    20 Rekomendasi Film Semi Dewasa Bagus untuk Ditonton Bareng Pasangan

  • 15 Film Korea tentang Perselingkuhan, Bikin Penonton Ikutan Naik Darah

    15 Film Korea tentang Perselingkuhan, Bikin Penonton Ikutan Naik Darah

  • 20 Arti Mimpi Ular Menurut Islam, Psikologi, hingga Primbon Jawa

    20 Arti Mimpi Ular Menurut Islam, Psikologi, hingga Primbon Jawa

  • 20 Rekomendasi Film Semi Dewasa Bagus untuk Ditonton Bareng Pasangan

    20 Rekomendasi Film Semi Dewasa Bagus untuk Ditonton Bareng Pasangan

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti