TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Jangan Abaikan! 4 Penyakit Ini Berisiko Dialami si Kecil Jika Kekurangan Protein

Bacaan 4 menit
Jangan Abaikan! 4 Penyakit Ini Berisiko Dialami si Kecil Jika Kekurangan Protein

Beberapa penyakit akibat kekurangan protein perlu diwaspadai oleh Parents. Berikut ini ulasannya.

Nutrisi yang lengkap tentu saja wajib diberikan untuk mendukung tumbuh kembang si kecil. Tak terkecuali kandungan protein. Tahukan Parent bahwa ada beragam risiko yang bisa ditimbulkan akibat kekurangan protein?

Para pakar kesehatan selalu menggaungkan bahwa, sejak si kecil berusia 6 bulan dan memasuki tahapan MPASI, kelengkapan gizi perlu seimbang dan lengkap. Mulai dari karbohidrat, lemak, serat, vitamin dan yang tak kalah penting tentu saja protein. Pasalnya, jika anak kekurangan protein, tentu akan berisiko dan mengambat tumbuh kembangnya.

Sebelum membahas mengenai penyakit kekurangan protein, Parents perlu mengetahui peran protein untuk tumbuh kembang anak.

Anak-anak membutuhkan protein bahkan lebih banyak dari orang dewasa. Sebab protein berperan sebagai zat pembangun, pemelihara, dan pengganti jaringan dalam tubuh yang rusak.

Organ tubuh, otot, dan sistem kekebalan tubuh terdiri atas protein. Protein juga memberikan energi sehingga anak bisa tetap aktif bergerak dan beraktivitas. Dengan kecukupan protein, anak juga dapat meningkatkan sistem imun sehingga tidak mudah sakit.

Artikel Terkait: 8 Susu Tinggi Protein untuk Anak Pilihan, Dukung Tumbuh Kembangnya

Ciri-ciri anak stunting lead

Akibat kekurangan protein pada anak

Sudah jelas kalau kekurangan protein dapat berdampak bagi kesehatan si kecil. Mengingat, peran protein di dalam tubuh sangatlah penting. Beberapa kondisi yang dapat dialami anak bila kekurangan protein adalah sebagai berikut:

1. Hipoproteinemia

Hipoproteinemia merupakan kondisi dimana tingkat protein yang sangat rendah dalam darah. Kondisi ini bisa disebabkan karena penyakit seerti penyakit ginjal, hati, celiac, dan radang usus.

Gejala hipoproteinemia pada anak yang kekurangan protein bisa berat dan ringan, yaitu:

  • Mudah sakit dan infeksi
  • Kulit kering dan mudah mengelupas
  • Kelelahan yang ekstrem
  • Rambut menipis, kering dan rontok

2. Kwashiorkor

Mungkin Parents masih sangat asing dengan Kwashiorkor. Padahal Kwashiorkor merupakan kondisi parah akibat tubuh kekurangan protein atau kalori dalam tubuh.

Penyakit ini terjadi akibat sel tubuh tertentu tidak mendapatkan protein. Akhirnya menyebabkan fungsi normal sel mati dan tidak berkembang dengan normal.

Beberapa kondisi yang terjadi bila anak mengalami kwashiorkor ialah:

  • Stunting: Karena protein sangat berkaitan erat dengan pertumbuhan anak, stunting bisa dialami. Stunting adalah dampak yang paling umum dialami anak yang kekurangan protein. Anak dengan kondisi ini biasanya memiliki tubuh yang pendek. Yang terjadi ialah kolagen (jenis protein fibrosa) membantu menjaga masa otot dan pertumbuhan tulang tidak cukup.
  • Masalah pada kulit, kuku dan rambut: Protein jenis kolagen dan keratin berfungsi untuk menyusun kulit, rambut dan kuku. Bila anak kekurangan protein ini, kuku mungkin cenderung lebih kering, mudah mengelupas dan berubah warna.
  • Terjadi pembengkakan pada tubuh: Di dalam darah terdapat protein albumin atau disebut dengan plasma darah. Ia berfungsi untuk mempertahankan tekanan onkotik (kemampuan untuk menarik cairan ke dalam siklus darah). Bila asupan protein kurang, tekanan onkotik akan berkurang. Sehingga mengakibatkan cairan menumpuk di jaringan dan menyebabkan edema (pembengkakan). Edema terjadi di rongga perut yang membuat anak memiliki perut yang buncit dengan tubuh yang kurus.

kekurangan protein

3. Marasmus

Masalah kesehatan seperti marasmus juga bisa terjadi apabila anak kekurangan protein. Ia akan kehilangan lemak dan otot tubuh, sehingga tidak mungkin tumbuh seperti anak normal lainnya.

Gejala utama penyakit marasmus adalah hilangnya lemak di jaringan tubuh dan wajah, sehingga tulang pipi menjadi lebih timbul ke permukaan kulit. Lalu kulit mulai mengendur dan mata menjadi cekung.

Gejala marasmus akibat kekurangan protein ialah sebagai berikut:

  • Pusing terus menerus
  • tubuh lemah dan lemas
  • kulit kering dan rapuh
  • berat badan menurun dan mudah sakit

Pertumbuhan anak bisa terhambat dan mengalami komplikasi serius seperti, bradikardia (denyut jantung sangat lambat) dan hipotensi (tekanan darah rendah).

4. Marasmus kwashiorkor

Membaca dari namanya, penyakit ini adalah gabungan antara marasmus dan kwashiorkor. Biasanya anak yang mengalaminya akan memiliki berat badan kurang dari 60% berat badan anak  normal seusianya.

Tubuhnya sangat kurus, anak dengan kondisi ini juga mengalami pembengkakan, tubuhnya lemah, masalah pada kulit, rambut dan kuku.

Itulah beberapa akibat kekurangan protein yang bisa dialami anak. Bila Parents mencurigai adanya gejala dari salah satu penyakit diatas, segera berkonsultasi dengan dokter agar segera ditangani.

***

Jangan Abaikan! 4 Penyakit Ini Berisiko Dialami si Kecil Jika Kekurangan Protein

Referensi: Healthline, medical news today

Baca juga

Anaknya alami alergi, Asri Welas berikan belut sebagai sumber protein dan DHA

Cerita mitra kami
Kulit Newborn Mudah Ruam? Bisa Jadi Ada yang Salah di Cara Mencuci Bajunya!
Kulit Newborn Mudah Ruam? Bisa Jadi Ada yang Salah di Cara Mencuci Bajunya!
20 Jenis Ruam Kulit pada Bayi, Penyebab dan Cara Mengatasi
20 Jenis Ruam Kulit pada Bayi, Penyebab dan Cara Mengatasi
Sembelit pada Bayi, Cegah & Jaga Pencernaannya dengan Makanan Ini
Sembelit pada Bayi, Cegah & Jaga Pencernaannya dengan Makanan Ini
Tak Selalu Sama, Ini Cara Mendidik Anak Sesuai Umur
Tak Selalu Sama, Ini Cara Mendidik Anak Sesuai Umur

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Fadhila Afifah

Diedit oleh:

Adisty Titania

  • Halaman Depan
  • /
  • Tumbuh Kembang
  • /
  • Jangan Abaikan! 4 Penyakit Ini Berisiko Dialami si Kecil Jika Kekurangan Protein
Bagikan:
  • 470 Nama Bayi Laki-laki Huruf R Bernuansa Islami hingga Modern

    470 Nama Bayi Laki-laki Huruf R Bernuansa Islami hingga Modern

  • Ini Ukuran Lingkar Kepala Bayi yang Normal, Jangan Sampai Salah!

    Ini Ukuran Lingkar Kepala Bayi yang Normal, Jangan Sampai Salah!

  • 570 Inspirasi Nama Bayi Laki-laki Jepang yang Jarang Digunakan

    570 Inspirasi Nama Bayi Laki-laki Jepang yang Jarang Digunakan

  • 470 Nama Bayi Laki-laki Huruf R Bernuansa Islami hingga Modern

    470 Nama Bayi Laki-laki Huruf R Bernuansa Islami hingga Modern

  • Ini Ukuran Lingkar Kepala Bayi yang Normal, Jangan Sampai Salah!

    Ini Ukuran Lingkar Kepala Bayi yang Normal, Jangan Sampai Salah!

  • 570 Inspirasi Nama Bayi Laki-laki Jepang yang Jarang Digunakan

    570 Inspirasi Nama Bayi Laki-laki Jepang yang Jarang Digunakan

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti