5 hal ini merupakan gejala gangguan mental pada anak-anak

lead image

Tanpa pernah terdeteksi oleh orangtua, satu dari lima anak mengalami gangguan mental. Jadi, untuk menghindarinya, bunda perlu mewaspadai 5 hal ini.

Tahukah bunda? sama seperti orang dewasa, anak-anak juga dapat mengalami gangguan mental. Menurut para peneliti di Harvard Medical School, hampir 50 orang dengan gangguan mental telah mengalami masalah ini sejak mereka kecil.

Gejala awal gangguan mental anak-anak mungkin sangat berbeda dari orang dewasa. Itu sebabnya banyak orang tua merasa sulit untuk mendeteksi gangguan mental anak mereka. Jumlah kasus gangguan mental anak kian meningkat, satu dari lima anak bisa mengalaminya.

src=https://id admin.theasianparent.com/wp content/uploads/sites/24/2018/11/anak mental.jpg 5 hal ini merupakan gejala gangguan mental pada anak anak

Ada 5 tanda peringatan bahwa anak anda mungkin mengalami gangguan mental. Tapi jangan khawatir, mereka masih bisa diobati jika sebelumnya bunda bisa mendeteksi gejala-gejala awalnya. Kami di the Asianparent telah memasukkan 5 tanda peringatan ini dalam bentuk daftar dan video berikut ini.

5 tanda gangguan mental anak yang harus diwaspadai orang tua

Setelah menyimak video di atas, mari kita lebih sensitif lagi terhadap anak-anak, perhatikan 5 peringatan berikut:

# 1 Suasana hati berubah selama 2 minggu

Suasana hati yang berubah-ubah selama lebih dari 2 minggu adalah tanda yang penting. Jika sebelumnya anak anda hiperaktif, lalu tiba-tiba merasakan kesedihan atau sebaliknya, tanpa penyebab yang jelas, ini mungkin merupakan tanda awal gangguan bipolar.

Menurut American Academy of Child and Adolescent Psychiatry (AACAP), 3,4 juta remaja yang didiagnosis dengan masalah depresi telah mengalami gangguan bipolar.

# 2 Sering merasa risau dan ketakutan 

Adalah hal yang normal bagi anak-anak untuk merasakan ketakutan. Biasanya, mereka akan takut gelap, makhluk khayalan, atau jika terpisah dengan penjaga. Tetapi jika anak anda menunjukkan tanda-tanda ketakutan dan khawatir yang berlebihan, itu mungkin gejala pertama gangguan kecemasan.

Akibatnya, mereka mungkin mengalami gangguan obsesif kompulsif (OCD), stres traumatis dan fobia dapat mengganggu aktivitas mereka sehari-harinya.

src=https://id admin.theasianparent.com/wp content/uploads/sites/24/2018/11/weapon 424772 960 720.jpg 5 hal ini merupakan gejala gangguan mental pada anak anak

# 3 Perubahan perangai yang ekstrim

Anak-anak memang selalu bertanya, ingin tahu, dan terkadang suka menentang. Namun terkadang, perubahan temperamen yang terlalu ekstrem adalah tanda yang berbahaya. Mereka mungkin mengalami masalah ADHD, depresi, gangguan bipolar dan sebagainya.

# 4 Perubahan fisik yang mendadak

Perubahan fisik ini tidak termasuk ketika anak mencapai usia pubertas. Hampir 80% pasien gangguan mental mengalami masalah perubahan fisik mendadak, seperti kelebihan berat badan dan terlalu kurus. Perubahan berat badan juga merupakan tanda depresi.

# 5 Sulit untuk fokus

Anak-anak yang sulit berkonsentrasi memiliki potensi untuk mengalami gangguan mental. Jadi, penting bagi anda untuk memperhatikan tanda-tanda ini, sehingga mereka dapat segera diobati.

Sulit berkonsentrasi adalah gejala ADHD dan depresi. Gangguan ini sering kelihatan apabila anak-anak tak dapat menumpukan perhatiannya secara fokus, hiperaktif, dan bersikap kasar.

Mulai sekarang marilah kita lebih sadar akan kesehatan anak-anak, sehingga mereka bisa hidup lebih sehat dan cerdas.

Sumber The Asian Parent Malaysia

Baca juga:

Sering marah, Ini 5 tips untuk mengatasi frustrasi pada balita

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Adroid.