Games Untuk Anak: Mana yang Terbaik dan Mana yang Terburuk?

Games Untuk Anak: Mana yang Terbaik dan Mana yang Terburuk?

Jangan sembarangan memilihkan games untuk anak Anda. Berikut adalah daftar games terbaik dan terburuk bagi anak beserta alasannya.

Beberapa di antara para orangtua tidak menyadari bahwa games yang dimainkan anak Anda mengandung adegan atau scene berbahaya dan bisa mengacaukan pemahaman anak tentang kehidupan dan cara mereka bersosialisasi.

Telitilah sebelum membeli games untuk anak dengan membaca ulasan theAsianParent berikut ini.

1. Grand Theft Auto (GTA)


Game ini mengajak pemain berperan menjadi seorang tokoh yang harus menyelesaikan berbagai misi agar mendapat poin agar dapat bermain di level selanjutnya. Misi-misi yang harus diselesaikan sang tokoh tidak jauh dari kekerasan (perkelahian), kriminalitas (mencuri mobil) dan pelecehan seksual (memperkosa wanita).

2. Manhunt


Manhunt dilarang beredar di Australia setelah seorang remaja melakukan pembunuhan karena terpengaruh adegan kekerasan dalam game ini. Manhunt 2 bahkan mendapat gelar 'the most violent video games ever made' dan hanya boleh dimainkan orang dewasa.

3. Medal of Honor


Medal of Honor menuai kontroversi karena pemain diberikan pilihan untuk menjadi tokoh Taliban untuk menyelesaikan misinya.

Game ini tidak cocok untuk anak karena mengandung banyak sekali adegan kekerasan. Ironisnya, CD game Medal of Honor versi bajakan dijual bebas di berbagai kota di Indonesia.

4. Mortal Kombat


Kekerasan yang berdarah-darah, itulah yang menjadi tema utama game ini. Mortal Kombat adalah pilihan terburuk sebagai games untuk anak dan jangan sekali-kali Anda mengajarkan anak cara memainkan game ini.

5. Resident Evil


Resident Evil seri 5 dikecam keras di Amerika karena ada adegan berbau rasialisme di dalamnya. Meski anak Anda belum memahami tentang apa itu rasialisme, lebih baik Anda jangan memberikan game ini sebagai hadiah ultah karena banyaknya adegan kekerasan yang dipertontonkan secara vulgar.

6. Silent Hill


Silent Hill dilarang beredar di Jerman dan Australia karena banyaknya adegan kekerasan, penyiksaan dan pembunuhan. Termasuk pemenggalan kepala, mencincang mayat dan banjir darah.

7. Tomb Raider


Game tentang pemburu harta kuburan bernama Lara Croft memancing kritik karena sang tokoh dikisahkan akan diperkosa oleh musuhnya.

Darrell Gallagher, manajer studio Crystal Dynamics (produsen Tomb Raider) berkilah bahwa adegan itu tidak bermaksud melecehkan wanita, tapi sebagai alasan bagi Lara Croft untuk melawan dan membunuh musuh yang berusaha melukainya.

Games untuk anak yang mendidik dan tidak berbahaya


"Ini nggak boleh, itu nggak boleh. Trus Adek main apa dong?" Mungkin itu gerutuan anak Anda setelah Anda menyingkirkan CD-CD games berbahaya miliknya.

Jelaskan padanya kalau ia hanya boleh memainkan games untuk anak yang edukatif dan tanpa adegan kekerasan seperti berikut ini.

1. Lego series


Lego adalah merek mainan anak yang sangat ternama dan kini mereka ini juga merilis sejumlah seri games untuk anak berdasarkan karakter kartun atau komik populer. Ada Lego Batman, Lego Avengers, Lego Star Wars, Lego Indiana Jones dll. Para tokoh harus menyelesaikan misi dengan cara menyusun kepingan Lego menjadi senjata atau peralatan yang mereka butuhkan.

Adegan perkelahian ada juga sih, tapi tidak brutal apalagi berdarah-darah karena pada dasarnya para tokoh di game ini bukan manusia.

2. Minecraft


Inilah games untuk anak yang paling kami rekomendasikan. Anak akan diajak untuk merancang dan mendirikan sebuah bangunan sampai selesai. Sesudah itu mereka juga wajib menjaga keamanan di sekitar gedung yang dibangunnya.

3. Spore


Anak bisa belajar tentang proses evolusi makhluk hidup dengan memainkan game ini. Tema inti games untuk anak ini adalah memandu sebuah spesies untuk melewati serangkaian tahap evolusi, dari organisme bersel tunggal sampai menjadi makhluk hidup.

4. Portal


Pada game ini anak akan ditantang untuk menyelesaikan sejumlah puzzle dalam waktu tertentu. 'Kesaktian' si tokoh adalah kemampuannya berpindah tempat dengan cepat menggunakan portal. Tokoh akan mendapatkan hadiah sebuah kue jika berhasil menyelesaikan semua puzzle tepat pada waktunya.

Parents, sekarang Anda udah tau kan games mana yang terbaik untuk anak?.

Referensi: List of controversial video games

Di era digital seperti saat ini anak anak cenderung lebih suka bermain game yang berbau teknologi. Baik melalui PS ataupun smartphone sudah bisa mengakses beranekaragam games. Namun sayangnya tidak semua orang tua mengetahui jika games yang dimainkan anak ternyata sama sekali tidak direkomendasikan. Ulasan berikut akan membantu parents untuk mengenali games yang tidak diperkenankan untuk dimainkan oleh anak anak.

Game yang Tidak Disarankan Untuk Anak Anak

1. Man Hunt

Game ini bahkan dilarang beredar di Australia dikarenakan ada seorang remaja yang melakukan kekerasan akibat terpengaruh dengan game yang terdapat pada game tersebut. Bahkan Man Hunt 2 mendapatkan gelar sebagai the most violent video games ever made yang hanya diperbolehkan untuk orang dewasa saja.

games untuk anak tidak boleh Manhunt

2. Medal Of Honor

Game selanjutnya yang tidak diperkenankan untuk dimainkan oleh anak anak adalah Medah Of Honor. Selain mengandung banyak kekerasan, game ini juga menuai kontroveri karena pemainnya diberikan pilihan sebagai tokoh Taliban guna menyelesaikan misinya. Ironisnya, di Indonesia banyak sekali yang menjual CD bajakan game satu ini dan dijual bebas di pasaran.

3. Resident Evil Seri 5

Games satu ini mendapatkan kecaman keras di Amerika karena ada adegan rasialisme di dalam gamenya. Meskipun anak mungkin belum mengerti tentang rasialisme, namun sebaiknya menghindari game ini untuk anak anak. Karena di dalamnya juga dipertontonkan adegan kekerasan yang vulgar dengan jumlah yang tidak sedikit.

4. GTA : San Andreas

Bila diperhatikan sepintas game satu ini memang tidak terlihat seperti games untuk orang dewasa. Tak sedikit pula yang memainkan games satu ini namun ternyata game satu ini tidak diizinkan dan bukan games untuk anak. Alasannya karena di dalam game banyak aksi kriminal seperti mencuri mobil, membuat onar hingga memukuli pejalan kaki.

Tidak Boleh di mainkan games untuk anak GTA san andreas

5. Leisure Suit Larry : Magma Cum Laude

Untuk game yang satu ini tidak mengandung kekerasan, namun unsur pornografinya sangat tidak dianjurkan untuk anak di bawah umur. Bagaimana tidak, dalam game ini menceritakan kebebasan pada pemainnya. Dimana Larry yang merupakan karakter utamanya bisa bebas berintersi dengan siapapun juga bisa merayu perempuan.

6. Playboy: The Mansion Private Party

Game satu ini juga tidak ada unsur kekerasannya, namun lebih banyak mengusung seksualitas yang tidak dianjurkan untuk anak anak. Karena cerita dalam game ini memiliki tokoh utama seorang bos pada majalah Playboy. Sehingga akan ditemukan pesta pesta yang dibuat dengan perempuan yang menggenakan pakaian terlalu seksi. Membuat game satu ini tidak dianjurkan untuk dimainkan oleh anak anak.

7. Silent Hill

Silent hill merupakan game yang membawa pemain ke dalam dunia yang penuh kekacauan, suram, mencekam dengan nuansa teror yang sangat kentara. Game ini memang bertema petualangan karena mengunjungi sebuah kota sunyi yang terpencil dan selalu ditutupi oleh kabut. Pengambaran ini bisa ditemui pada seri keduanya yang bertajuk Silent Hill : Homecoming. Dimana menceritakan pendatang baru yang mencari saudara laki lakinya yang hilang secara misterius.

sangat di larang games untuk anak Silent Hill

Beberapa yang telah disebutkan bukanlah games untuk anak. Sehingga orang tua harus mengawasi anak anaknya dalam bermain. Bukan berarti anak tenang dan anteng kemudian membebaskan begitu saja. Adegan kekerasan dan juga seksualitas yang tinggi tidak bagus untuk anak anak. Sementara masih ada game yang memang dibuat untuk anak anak dan memiliki nilai positif bahkan bisa membantu dalam belajar beberapa hal.

Saat ini parents juga sudah bisa mengunduh berbagai game seperti mengenal bentuk, berhitung dan petualangan yang terbilang aman. Dan alangkah baiknya jika anak tidak terlalu dibiasakan untuk bermain video game maupun game di smartphone. Karena meskipun seru, permainan tradisional lebih disarankan untuk perkembangan si buah hati. Bermain di luar yang membuat semua tubuhnya bergerak juga bisa dilakukan loh parents.

Terkadang orang tua abai dengan game yang dimainkan oleh anak anak, asalkan mereka anteng dan terhibur. Padahal tanpa disadari ada game game yang sebenarnya tidak baik untuk perkembangan psikis pada anak. Jika memang terpaksa dan rasa ingin tahu anak anak memuncak, parents bisa mendampingi sembari memberikan penjelasan dengan jelas. Bukankah hal menyenangkan jika adu game dengan buah hati?

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

Semua opini & pendapat dalam artikel ini merupakan pandangan pribadi milik penulis, dan sama sekali tidak mewakilkan theAsianparent atau klien tertentu.

Penulis

jpqosinbo

app info
get app banner