TAP top app download banner
theAsianparent Indonesia Logo
theAsianparent Indonesia Logo
kemendikbud logo
Panduan Produk
Keranjang
Masuk
  • Kehamilan
    • Kalkulator perkiraan kelahiran
    • Tips Kehamilan
    • Trimester Pertama
    • Trimester Kedua
    • Trimester Ketiga
    • Melahirkan
    • Menyusui
    • Kehilangan bayi
    • Project Sidekicks
  • Anak
    • Bayi Baru Lahir
    • Bayi
    • Balita
    • Prasekolah
    • Anak
    • Praremaja & Remaja
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
    • Pengasuhan Anak
    • Edukasi Prasekolah
    • Edukasi Sekolah Dasar
    • Edukasi Remaja
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
    • Keluarga
    • Doa Islami
    • Pernikahan
    • Seks
    • Berita Terkini
  • Kesehatan
    • COVID-19
    • Info Sehat
    • Penyakit
    • Vaksinasi
    • Kebugaran
  • Gaya Hidup
    • Korea Update
    • Hiburan
    • Travel
    • Fashion
    • Kebudayaan
    • Kecantikan
    • Keuangan
  • Nutrisi
    • Resep
    • Makanan & Minuman
    • Sarapan Bergizi
  • Ayah manTAP!
    • Kesehatan Ayah
    • Kehidupan Ayah
    • Aktivitas Ayah
    • Hobi
  • VIP
  • Event

Belum usai Corona, virus flu burung juga ditemukan di China

Bacaan 4 menit
Belum usai Corona, virus flu burung juga ditemukan di China

Sebaiknya kita tetap wasapda ya Parents, kenali gejala dan cara pencegahan virus satu ini!

Sudah beberapa hari belakangan, wabah Corona menjadi topik perbincangan hangat hingga ditetapkan oleh WHO dengan status darurat kesehatan global. Belum selesai menanganinya, kali ini ditemukan lagi adanya flu burung di China, tepatnya di provinsi Hunan.

Bagaimana kondisi ini bisa terjadi ya, Parents?

Kasus flu burung di China

Flu burung di China

dok. foto: Kompas.com

Berdasarkan letak geografisnya, provisi tersebut terletak di selatan provinsi Hubei yang menjadi pusat penyebaran virus Corona. Saat awal tersiar kabar tepatnya Sabtu (1/2), belum ada konfirmasi bahwa flu burung yang dimaksud bisa menginfeksi manusia.

Namun dilansir dari South China Morning Post, dilaporkan bahwa sudah ada temuan wabah flu burung yang bisa menginfeksi manusia. Ya, virus H5N1 di provinsi tersebut sudah ditemukan tepatnya pada hari Minggu (2/2).

Artikel terkait : Pasien di Jakarta diduga terjangkit virus corona, Menkes: “Masyarakat harus waspada”

Pemerintah memusnahkan 17.828 unggas

flu burung di China

Menurut Kementerian Pertanian dan Urusan Pedesaan Cina, wabah terjadi di kota Shaoyang, tepatnya di distrik Shuangqing. Atas konfirmasi tersebut, untungnya sampai saat ini belum ada manusia yang terjangkit wabah ini.

Peternak setempat diketahui memiliki 7.850 ayam yang 4.500 di antaranya mati karena penularan virus flu burung ini. Untuk mengantisipasi kondisi ini, pemerintah pun akhirnya memusnahkan 17.828 unggas setelah laporan tersebut dipublikasikan.

Virus H5N1 berpotensi menular pada manusia

Dibandingkan SARS maupun Corona, flu burung ini dikatakan bisa lebih mematikan. Bahkan saat seseorang sudah terinfeksi, risikonya kematian bisa sampai 60%, Parents.

Data WHO menunjukkan bahwa kasus flu burung H5N1 ini telah cukup banyak menelan korban jiwa. Dari 861 kasus yang terjadi, tercatat angka kematian sudah mencapai 455 orang di seluruh dunia sejak 2003 lalu. Sebagian besar kasus flu burung ini bisa menginfeksi karena adanya kontak langsung dengan unggas maupun lingkungan yang sudah terinfeksi.

Nah, Parents walaupun belum ada kabar mengenai korban yang terinfeksi virus satu ini, hendaknya kita tetap mewaspadai berbagai gejala maupun hal lain yang berkenaan dengan penyakit ini.

flu burung di China

dok. kompas.com

Gejala flu burung

Para ahli mengkhawatirkan bahwa virus flu burung ini bisa bermutasi hingga bisa menular dari manusia ke manusia. Oleh karena itu, saat ini vaksin untuk virus satu ini dibuat untuk mencegah hal itu sampai terjadi.

Hal lain yang bisa dilakukan untuk mencegah penularan maupun kondisi yang jauh lebih parah ialah dengan memerhatikan gejala-gejala awal. Biasanya tanda penyakit ini bisa dirasakan saat dua hingga tujuh hari seseorang mengalami infeksi namun juga bergantung pada jenisnya.

Umumnya gejala yang terjadi ini memang mirip flu biasa pada umumnya, di antaranya:

  • Demam tinggi di atas 38°C
  • Sakit kepala
  • Sesak napas
  • Nyeri di berbagai bagian tubuh dan otot
  • Sakit tenggorokan
  • Beberapa orang pun bisa mengalami diare, mual, dan muntah
  • Beberapa orang juga mengalami infeksi mata ringan atau konjungtivitis

Komplikasi

Seseorang yang terinfeksi flu burung ini bisa memiliki risiko beberapa jenis komplikasi, di antaranya :

  • Gagal jantung
  • Pernapasan gagal
  • Disfungsi ginjal
  • Pneumonia

Tentu untuk menghindari beragam komplikasi yang berujung kematian tersebut sebaiknya kita mencegah kondisi ini sejak dini, dimulai dari beberapa kebiasaan sederhana.

Artikel terkait : Hati-hati! Virus korona dari Wuhan kian menyebar, ini langkah pencegahan yang perlu dilakukan

Pencegahan

Parents, yuk terapkan beberapa bentuk pencegahan ini untuk diri sendiri dan keluarga terdekat. Beberapa hal yang bisa dilakukan antara lain :

  • Lakukan vaksinasi flu maupun jenis vaksin lain untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Khusus untuk si kecil jangan sampai terlewat jadwal imunisasi yang telah direkomendasikan, ya.
  • Sebisa mungkin hindari kontak dengan unggas peliharaan tanpa menggunakan pakaian pelindung atau masker, khususnya saat kontak dengan unggas yang memang tengah sakit.
  • Masak berbagai produk unggas pada suhu yang tepat, di atas 70 °C karena virus tersebut cukup peka terhadap panas. Oleh karena itu, sebaiknya hindari mengonsumsi ayam maupun telur dalam keadaan setengah matang atau mentah.
  • Lakukan kebiasaan mencuci tangan pada beberapa waktu seperti saat akan makan, setelah makan, sebelum dan setelah ke toilet menggunakan sabun desinfektan.
  • Jaga daya tahan tubuh dengan menerapkan gizi seimbang, aktivitas fisik yang teratur, serta pelihara sanitasi lingkungan.

Tentu kita semua tidak berharap kasus flu burung merebak dan menginfeksi manusia kembali. Namun, sudah sepatutnya kita tetap berhati-hati dalam menjaga kesehatan keluarga.

Sumber : Kompas, WHO, Mayo Clinic

Baca Juga :

Pasien suspek corona melahirkan bayi secara caesar di Wuhan, China

 

Cerita mitra kami
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun
Seminar Edukasi Tenaga Kesehatan dalam Memperingati Hari Prematur Sedunia 2025
Seminar Edukasi Tenaga Kesehatan dalam Memperingati Hari Prematur Sedunia 2025

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

nisya

  • Halaman Depan
  • /
  • Berita Terkini
  • /
  • Belum usai Corona, virus flu burung juga ditemukan di China
Bagikan:
  • Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

    Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

  • Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
    Cerita mitra kami

    Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!

  • Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
    Cerita mitra kami

    Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik

  • Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

    Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

  • Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
    Cerita mitra kami

    Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!

  • Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
    Cerita mitra kami

    Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik

Daftarkan email Anda sekarang untuk tahu apa kata para ahli di artikel kami!
  • Kehamilan
  • Tumbuh Kembang
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Home
  • TAP Komuniti
  • Beriklan Dengan Kami
  • Hubungi Kami
  • Jadilah Kontributor Kami
  • Tag Kesehatan


  • Singapore flag Singapore
  • Thailand flag Thailand
  • Indonesia flag Indonesia
  • Philippines flag Philippines
  • Malaysia flag Malaysia
  • Vietnam flag Vietnam
© Copyright theAsianparent 2026. All rights reserved
Tentang Kami|Tim Kami|Kebijakan Privasi|Syarat dan Ketentuan |Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti