5 Kiat memilih finger food untuk bayi, jangan sampai salah, Bun!

lead image

Memilih finger food untuk bayi memang susah-susah gampang. Tips berikut ini akan membantu Anda.

Umumnya, pemberian finger food untuk bayi dilakukan saat anak memasuki usia 7 sampai 8 bulan. Pada masa inilah bayi mulai mengeksplorasi dan mengenal berbagai jenis makanan. Tak hanya rasa, bentuk, tekstur bahkan wangi dari makanan juga akan membuat ia bereksplorasi.

Finger food juga dapat merangsang perkembangan motorik halus bayi lho! Misalnya merangsang gerakan kecil dan presisi untuk mengambil makanan dan memasukkannya ke dalam mulut.

Meski belum sempurna, bayi sudah memiliki ketangkasan untuk mengambil makanan dan melepaskannya. Keterampilan ini akan lebih efisien – mulai mencengkram dan menjepit makanan –  sekitar usia 9 bulan.

Pada saat itu ia akan dapat menggunakan ibu jari dan telunjuknya untuk mengambil potongan-potongan kecil makanan. Kegiatan ini pasti sangat menyenangkan, namun ada kiat tertentu untuk memilihkan makanan finger food untuk bayi.

Bila tidak memerhatikan makanan yang tepat, risiko bayi tersedak bisa dialami. Berikut ini kiat-kiat yang perlu Parents perhatikan.

finger food untuk bayi

Tips memberikan finger food untuk bayi #1: Mulailah dengan makanan yang lunak seperti potongan keju

Bunda bisa pilihkan potongan kecil keju, pasta atau roti; sayuran lunak yang dicincang halus; dan buah-buahan seperti pisang, alpukat, dan buah persik. Jenis makanan tersebut lebih memudahkan untuk dilumat oleh bayi yang belum tumbuh gigi.

Ingat! jangan biarkan bayi mengonsumsi sayuran mentah, kacang, daging, permen keras, atau tekstur lengket yang meningkatkan risiko tersedak pada tahap ini.

Tips memberikan finger food untuk bayi #2: Perkenalkan makanan baru satu per satu jika bayi ada bakat alergi

Bila bayi memiliki bakat alergi atau mempunyai alergi tertentu, Bunda perlu memerhatikan makanan apa yang aman untuk dikonsumsinya. Bila si kecil memiliki alergi terhadap susu sapi misalnya, pemberian dairy product atau yang bersumber dari susu bisa dihindarkan.

Tips memberikan finger food untuk bayi #3: Potong semua makanan menjadi bagian kecil dan lembut

finger food untuk bayi

Selain untuk menyesuaikan dengan jari-jari tangannya, memotong makanan juga membuat bayi aman mengunyahnya.

Bunda bisa pilihkan makanan finger food yang memang berukuran kecil, atau memotongnya seukuran gigitan, atau sekitar 2 – 3 senti atau lebih kecil.

Tips memberikan finger food untuk bayi #4: Perhatikan saat bayi makan untuk menghindari risiko tersedak 

Hindari makanan yang keras dan bulat seperti wortel, anggur, ataupun sosis,  dan  apa pun seperti sayuran mentah dan kacang. Kismis dan popcorn juga berbahaya bagi bayi.

Tips memberikan finger food untuk bayi #5: Pertahankan jadwal pemberian ASI atau susu formula

Saat bayi berada pada tahap finger food dan mengeksplorasi makanan, secara alami ia akan mulai mengurangi konsumsi ASI. Namun ASI atau susu formula tetap perlu diberikan, meskipun intensitasnya mungkin lebih sedikit.

Bayi Bunda tetap harus mulai makan lebih banyak makanan padat dan minum lebih sedikit susu untuk nilai gizi pada tahap ini.

Selain lima kiat diatas, poin ini perlu Bunda cermati ya.

finger food untuk bayi lead

  • Jika anak mengalami alergi makanan (alergi susu, kacang atau telur), konsultasikan dengan dokter anak tentang alternatif makanan lain.
  • Makanan yang digoreng bukan pilihan yang baik untuk bayi. Sebaiknya tak perlu menawarkannya sama sekali pada anak.
  • Pada masa ini, makanan yang cocok untuk dikenalkan pada bayi yaitu mencakup biji-bijian, buah-buahan, sayuran, dan daging, dan ia harus makan dua hingga tiga kali sehari.
  • Selain nasi, gandum, atau sereal gandum, Bunda bisa memperkenalkan produk biji-bijian yang bisa dikonsumsinya, seperti roti bakar, crackers, dan sereal kering. Hindari sereal yang berwarna-warni dan manis ya Bun.
  • Saat makan, sebaiknya bayi duduk di kursi tinggi. Makan sambil merangkak atau berjalan-jalan cenderung membuatnya tersedak.
  • Menghaluskan atau menumbuk sayuran dapat membuat bayi lebih mudah untuk makan. Apalagi ketika ia pertama kali beralih dari makanan cair menjadi makanan padat.

 

Referensi: KidsHealthWebMD,

Baca juga:

Hindari beri MPASI berlebihan, kenali tanda bayi kenyang berikut ini

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner