TAP top app download banner
theAsianparent Indonesia Logo
theAsianparent Indonesia Logo
kemendikbud logo
Panduan Produk
Keranjang
Masuk
  • Kehamilan
    • Kalkulator perkiraan kelahiran
    • Tips Kehamilan
    • Trimester Pertama
    • Trimester Kedua
    • Trimester Ketiga
    • Melahirkan
    • Menyusui
    • Kehilangan bayi
    • Project Sidekicks
  • Anak
    • Bayi Baru Lahir
    • Bayi
    • Balita
    • Prasekolah
    • Anak
    • Praremaja & Remaja
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
    • Pengasuhan Anak
    • Edukasi Prasekolah
    • Edukasi Sekolah Dasar
    • Edukasi Remaja
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
    • Keluarga
    • Doa Islami
    • Pernikahan
    • Seks
    • Berita Terkini
  • Kesehatan
    • COVID-19
    • Info Sehat
    • Penyakit
    • Vaksinasi
    • Kebugaran
  • Gaya Hidup
    • Korea Update
    • Hiburan
    • Travel
    • Fashion
    • Kebudayaan
    • Kecantikan
    • Keuangan
  • Nutrisi
    • Resep
    • Makanan & Minuman
    • Sarapan Bergizi
  • Ayah manTAP!
    • Kesehatan Ayah
    • Kehidupan Ayah
    • Aktivitas Ayah
    • Hobi
  • VIP
  • Event

6 Fakta Mencengangkan Tentang Ibu Menyusui yang Harus Anda Ketahui

Bacaan 4 menit
6 Fakta Mencengangkan Tentang Ibu Menyusui yang Harus Anda Ketahui

Beberapa hal mencengangkan terjadi pada ibu menyusui, namun jarang diketahui. Apa sajakah itu? Mari simak penjelasannya berikut ini.

Saat ibu hamil kemudian melahirkan, tubuhnya akan secara alami memproduksi ASI sehingga bisa digunakan untuk menyusui bayi. Namun, ada hal-hal aneh yang dialami ibu menyusui, dan jarang diketahui.

Mengacu pada tulisan di Foxnews, beberapa hal berikut ini terjadi secara tak terduga pada ibu menyusui. Bunda tak perlu heran atau khawatir, karena semuanya adalah normal.

1. Payudara mengeluarkan ASI saat berhubungan intim

Saat Bunda mengalami orgasme, pituaritary land di otak akan mengeluarkan hormon oksitoksin, yang disebut juga sebagai hormon cinta. Hormon oksitoksin akan menyebabkan ASI mengalir dari payudara.

Semburan ASI akan terjadi saat bayi menyusu, tapi hal ini juga bisa terjadi saat Bunda melihat fotonya, mendengar si bayi menangis, atau bahkan mendengar bayi lain menangis.

Hal tersebut terjadi karena respon primitif dari tubuh ibu, yang bersumber dari keinginan untuk menenangkan si bayi.

Tipper Gallagher, seorang konsultan laktasi bersertifikat internasional mengatakan, “Hormon oksitoksin dilepaskan saat Anda melakukan sesuatu yang membuat Anda senang.”

Jadi, Bunda jangan heran jika saat berhubungan intim dengan suami tiba-tiba ASI menyembur ketika orgasme.

2. Ibu menyusui akan mengalami berbagai macam emosi

Karena hormon oksitoksin yang keluar, seorang ibu akan mengalami perasaan bahagia saat menyusui. Akan tetapi, beberapa ibu mengatakan bahwa mereka juga merasakan kehausan yang hebat, perasaan protektif, dan juga ikatan yang mendalam dengan si bayi.

Selain itu, ibu juga bisa merasakan kenikmatan seksual dari proses menyusui, meskipun hal ini sangat jarang terjadi.

“Seperti halnya orgasme yang menyebabkan ASI menyembur, ASI yang keluar karena dihisap oleh bayi juga bisa membuat seorang ibu merasakan nikmat, kenikmatan yang bersifat seksual,” ujar Gallagher.

Beberapa ibu akan mengalami momen kegelisahan, ada yang mengalaminya hingga 20 menit. Kondisi ini disebut D-MER, yakni pengalaman fisiologis yang terjadi karena ketidakseimbangan tingkat hormon dopamin dalam tubuh ibu.

Selengkapnya: D-MER, Rasa Frustasi dan Depresi yang Dialami Ibu Menyusui

3. Kontraksi belum berakhir

Pada minggu-minggu pertama setelah melahirkan, Bunda akan mengalami kram di perut saat menyusui. Kram yang dialami mirip dengan kram saat datang bulan.

Kram ini adalah cara tubuh ibu untuk merangsang kontraksi, agar rahim ibu bisa kembali ke ukuran normal seperti sebelum kehamilan.

4. Payudara terasa keras seperti batu

Hal ini hanya bisa dipercaya bagi ibu yang mengalaminya sendiri. Payudara akan membesar dan sangat kencang, seperti balon yang siap meledak.

Payudara bengkak merupakan hal normal yang terjadi pada hari-hari pertama setelah melahirkan, jika Anda tidak mengeluarkan ASI secara penuh. Tetapi, setelah Bunda menyusui bayi secara rutin dan rutin mengosongkan ASI, payudara akan terasa normal kembali.

5. Beberapa sel dan lemak di payudara menghilang dengan sendirinya

Saat Bunda berhenti menyusui, tubuh akan melewati sebuah proses rumit, sel-sel di payudara yang membuat ASI menurun akan terserap dengan sendirinya karena tidak lagi diperlukan.

Penelitian mengatakan, ada sebuah protein bernama Rac1 yang membantu produksi ASI. Protein ini juga diperlukan untuk menghilangkan sel mati saat ibu berhenti menyusui.

Lemak yang ada di payudara juga akan menghilang dengan sendirinya. Hal ini terjadi akibat metabolisme ibu yang tinggi dan turunnya berat badan akibat kalori berlebih yang Bunda perlukan saat menyusui bayi.

6. Ibu yang telah melakukan operasi payudara bisa tetap menyusui

Bila Anda menjalani operasi payudara, Anda masih tetap bisa memberikan ASI pada bayi.

Sebuah studi terbaru ditunjukkan pada konferensi International Society for Aesthetic Plastic Surgery menunjukkan, 94% bayi yang lahir dari ibu bekas pasien operasi payudara tetap bisa menyusui.

Meski demikian, ibu yang tak memiliki puting karena operasi kemungkinan tak bisa memberikan ASI secara penuh, karena tidak semua saluran ASI bisa terhubung.

Namun beberapa ibu yang mengalami operasi pengurangan payudara, tetap bisa mengeluarkan ASI bagi bayi mereka. Hal ini menunjukkan bahwa betapa hebat dan elastisnya tubuh ibu.

***

Apakah Bunda mengalami hal-hal di atas saat menyusui? Silakan share pengalaman Anda di kolom komentar ya.

 

Baca juga:

5 Fakta Menarik yang Perlu Diketahui Setiap Ibu Menyusui

Cerita mitra kami
5 Mitos Keliru Seputar Pompa ASI yang Tidak Perlu Diikuti, Ini Fakta Sebenarnya!
5 Mitos Keliru Seputar Pompa ASI yang Tidak Perlu Diikuti, Ini Fakta Sebenarnya!
Panduan Mempersiapkan Proses MengASIhi Sejak Masa Kehamilan
Panduan Mempersiapkan Proses MengASIhi Sejak Masa Kehamilan
Tips Bebas Stres untuk Bunda Menyusui
Tips Bebas Stres untuk Bunda Menyusui
5 Cara Agar Anak Lahap Makan Saat Mulai MPASI
5 Cara Agar Anak Lahap Makan Saat Mulai MPASI

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Fitriyani

  • Halaman Depan
  • /
  • Menyusui
  • /
  • 6 Fakta Mencengangkan Tentang Ibu Menyusui yang Harus Anda Ketahui
Bagikan:
  • 11 Jenis Sayuran Pelancar ASI, Baik untuk Kebutuhan Nutrisi Busui

    11 Jenis Sayuran Pelancar ASI, Baik untuk Kebutuhan Nutrisi Busui

  • Cetirizine untuk Ibu Menyusui, Amankah untuk Atasi Gatal dan Alergi?

    Cetirizine untuk Ibu Menyusui, Amankah untuk Atasi Gatal dan Alergi?

  • 14 Obat Batuk Ibu Menyusui yang Aman dan Bisa Dibeli di Apotek

    14 Obat Batuk Ibu Menyusui yang Aman dan Bisa Dibeli di Apotek

  • 11 Jenis Sayuran Pelancar ASI, Baik untuk Kebutuhan Nutrisi Busui

    11 Jenis Sayuran Pelancar ASI, Baik untuk Kebutuhan Nutrisi Busui

  • Cetirizine untuk Ibu Menyusui, Amankah untuk Atasi Gatal dan Alergi?

    Cetirizine untuk Ibu Menyusui, Amankah untuk Atasi Gatal dan Alergi?

  • 14 Obat Batuk Ibu Menyusui yang Aman dan Bisa Dibeli di Apotek

    14 Obat Batuk Ibu Menyusui yang Aman dan Bisa Dibeli di Apotek

Daftarkan email Anda sekarang untuk tahu apa kata para ahli di artikel kami!
  • Kehamilan
  • Tumbuh Kembang
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Home
  • TAP Komuniti
  • Beriklan Dengan Kami
  • Hubungi Kami
  • Jadilah Kontributor Kami
  • Tag Kesehatan


  • Singapore flag Singapore
  • Thailand flag Thailand
  • Indonesia flag Indonesia
  • Philippines flag Philippines
  • Malaysia flag Malaysia
  • Vietnam flag Vietnam
© Copyright theAsianparent 2026. All rights reserved
Tentang Kami|Tim Kami|Kebijakan Privasi|Syarat dan Ketentuan |Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti