TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk / Daftar
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Hasil Survei: Dokter Sering Meresepkan Obat yang Tidak Diperlukan Pasien

Bacaan 3 menit
Hasil Survei: Dokter Sering Meresepkan Obat yang Tidak Diperlukan Pasien

Survei di Amerika Serikat yang diterbitkan secara online pada bulan desember lalu menyatakan dokter sering memberi resep obat yang tidak diperlukan pasien.

Dokter seringkali meresepkan antibiotik dan obat bius yang sebenarnya tidak diperlukan dan malah kurang baik bagi pasiennya, inilah yang ditemukan oleh hasil survei terbaru di Amerika Serikat.

Survei tersebut menanyakan kepada para dokter, perawatan apa yang biasa mereka berikan pada pasiennya. Hasilnya, penggunaan berlebihan pada antibiotik menempati posisi teratas, 27% dokter yang ikut survei ini mengenalnya sebagai masalah yang umum terjadi.

7.3% dokter meresepkan obat anti nyeri dan obat bius seperti opioid dan narkotik untuk sakit kronis sebagai bentuk perawatan bernilai rendah.

Dr. Amir Qaseem, Wakil Presiden dari Divisi Kebijakan Klinis di American College of Physicians menyatakan, “Kita perlu berkonsentrasi untuk memberikan perawatan bernilai tinggi.”

Dr. Amir yang memimpin survei ini juga menyampaikan bahwa persoalan ini bukan hanya masalah uang, tapi menimbang dari segi baik dan buruknya juga.

“Sebagai contoh, perawatan penyakit HIV sangat mahal. Namun bukan berarti mutu perawatan menjadi rendah, karena perawatan tersebut efektif,” Dr. Amir menambahkan. “Antibiotik bisa jadi sangat murah, tapi obat tersebut bisa bernilai rendah karena biasanya tidak dibutuhkan.”

Dr. Amir Qaseem dan timnya mempublikasikan hasil survei online yang mereka lakukan terhadap 1.582 orang dokter di Annals Of Internal Medicine pada 5 Oktober.

Para dokter yang mereka survei jarang sekali menawarkan perawatan yang bernilai tinggi. Perawatan yang berlebihan pada pasien dengan kesempatan hidup rendah diidentifikasi sebagai masalah oleh 8.6 % partisipan survei.

Perawatan yang berlebihan ini termasuk pada penggunaan alat-alat penunjang kehidupan, dan juga perawatan untuk memperlambat proses penyebaran penyakit mematikan. Seperti kemoterapi untuk pasien kanker.

Hal ini juga terjadi pada perawatan penyakit diabetes dan serangan jantung. Penggunaan berlebihan biphosphonates untuk penyakit osteoporosis dan pengaturan yang tidak benar terhadap pengendalian tekanan darah.

Dr. David Levine, seorang peneliti di Harvard Medical School yang tidak terlibat dalam survei ini menyatakan, “Para dokter yang melenceng dari panduan yang direkomendasikan bisa jadi memiliki alasan yang bagus untuk melakukannya.”

“Panduan medis yang ada bisa saja tidak bisa diaplikasikan pada pasien yang sedang mereka tangani, atau mereka tidak menyadari bahwa rekomendasi terbaru menyarankan mereka untuk melakukan hal yang berlawanan dengan apa yang mereka pelajari di sekolah kesehatan,” tambah Dr. David.

Survei ini memang dilakukan di Amerika, namun tidak menutup kemungkinan bahwa para dokter di Indonesia juga melakukan hal yang sama. Oleh karena itu, kita sebagai pasien tidak perlu malu untuk bertanya pada dokter saat dia menyarankan metode perawatan tertentu atas sakit yang sedang kita alami.

Anda bisa menanyakan dengan rinci tentang perawatan yang ia rekomendasikan, tingkat resiko dan keberhasilannya, apakah metode tersebut sudah pernah dipakai oleh orang lain, dan mengapa ia merekomendasikannya untuk Anda.

Dengan begini, Anda akan memperoleh informasi yang lengkap mengenai perawatan yang akan dilakukan kepada Anda. Bertanya pada dokter bukan berarti Anda tak percaya padanya, tapi Anda perlu yakin bahwa perawatan yang ia rekomendasikan memanglah tepat dan terbaik untuk Anda.

Cerita mitra kami
Rekomendasi Layanan Profesional yang Membantu Ibu Mengelola Rumah & Anak di 2026
Rekomendasi Layanan Profesional yang Membantu Ibu Mengelola Rumah & Anak di 2026
Wajib Tahu! Ini Mitos dan Fakta Makanan Peningkat Kecerdasan Menurut Dokter Anak
Wajib Tahu! Ini Mitos dan Fakta Makanan Peningkat Kecerdasan Menurut Dokter Anak
Asma Anak Tiba-tiba Kambuh? Ingat, Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital
Asma Anak Tiba-tiba Kambuh? Ingat, Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital
Butuh Penanganan Cepat Saat Anak Terus Muntah dan Lemas? Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Jakarta Selatan
Butuh Penanganan Cepat Saat Anak Terus Muntah dan Lemas? Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Jakarta Selatan
Referensi: huffingtonpost.com, newsreality.com, newslocker.com

Baca juga:

Peringatan CDC: Jangan Minum Antibiotik untuk Penyakit yang disebabkan oleh Virus

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Fitriyani

  • Halaman Depan
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Hasil Survei: Dokter Sering Meresepkan Obat yang Tidak Diperlukan Pasien
Bagikan:
  • 4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

    4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

  • 14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

    14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

  • Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

    Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

  • 4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

    4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

  • 14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

    14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

  • Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

    Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti