Menanamkan Disiplin Pada Anak Berkelakuan Buruk

Menanamkan Disiplin Pada Anak Berkelakuan Buruk

Disiplin memang sebaiknya ditanamkan sejak dini. Tapi bagaimana jika anak menunjukkan 'perlawanan' mereka, terutama di tempat umum?

Menanamkan Disiplin Pada Anak Berkelakuan BurukKita semua pernah melihat anak-anak yang suka bertingkah tidak benar. Misalnya seorang anak masuk ke toko dan menjadi kegirangan melihat deretan mainan demi mainan dan akhirnya menolak pergi dari toko. Apa yang harus Anda lakukan dalam kondisi seperti itu?

Atau lebih buruk, anak itu menolak untuk pergi tanpa mendapatkan mainan baru, dan segera mulai mengamuk dengan berteriak-teriak, menendang dan – yang satu ini saya telah melihat dengan mata kepala sendiri lebih dari sekali – memaki-maki pada orang tua. Salah satu kasus terburuk yang pernah saya lihat adalah seorang anak sekitar berusia 7 tahun yang yang melontarkan kata-kata kotor pada ibunya.

Setelah itu, biasanya anak akan mulai mengamuk di toko. Situasi ini hanya akan semakin parah jika ia dia datang ke toko bersama saudara-saudaranya. Mungkin kakak/ adiknya akan ikut-ikutan rewel dan .. ah kacau deh pokoknya!

Saya tidak bisa menggambarkan betapa besar dorongan luar biasa yang saya rasakan dalam hati untuk berteriak pada orang tua dari anak-anak nakal seperti itu. Sebelum Saya punya anak, saya melabeli anak-anak seperti itu sebagai “gangguan publik”. Sekarang setelah saya punya anak sendiri, yang kadang-kadang mengamuk di depan umum, saya lantas menyadari bahwa sebagian besar pada anak-anak yang berkelakuan buruk menjadi begitu karena  kurangnya disiplin dan bukan  sepenuhnya kesalahan anak.

Disiplin sejak dini

Saya memahami bahwa orangtua adalah tugas melelahkan bila Anda memiliki 1001 urusan pribadi lain yang harus dikerjakan, seperti  memasak, bekerja dan kehidupan keluarga. Apa yang saya ingin  katakan adalah, cara terbaik untuk mengurangi dan mencegah perilaku tersebut pada anak Anda adalah dengan mendisiplinkan mereka sejak awal.

Ketika anak saya mulai mengambil makanan padat, ia mengembangkan kebiasaan yang paling membikin BT selama waktu makan. Dia akan benar-benar menjerit agar saya segera memberinya makan, dan mulai memukul-mukul meja, jika kami tidak bertindak cukup cepat. Awalnya suami saya dan saya berpikir tidak menganggap penting hal itu, dan hanya berpikir bahwa kelakuan buruk itu dipicu oleh rasa lapar dan ingin kami memberinya makan secepat mungkin.

Setelah hampir satu bulan telinga saya terus menerus tertusuk mendengar jeritannya, akhirnya saya tak tahan lagi. Cukup sudah semua kenakalan itu. Saya melepaskan dia dari meja dan mengatakan kepadanya bahwa itu bukan cara untuk meminta makanan. ‘Ibu tidak suka teriakan. Ibu tidak suka kamu memukul-mukul meja’. Dan saya memberinya pilihan: Tetap nakal dan tidak boleh makan malam, atau bersikap baik.

Jelas anak saya tidak suka ultimatum yang disajikan kepadanya dan mulai membuat ulah. Saya duduk di lantai dan mengatakan padanya dia bisa tinggal di sini dan menjerit, atau tenang dan kembali ke meja untuk makan. Ia butuh waktu 10 menit untuk mengendalikan dirinya,  dan kami langsung membawanya kembali ke meja makan. Sepanjang sisa makan, kami memujinya setiap kali dia tidak berteriak dan hanya menolak untuk memberinya makan jika ia kembali menjerit

Kami terus melakukan hal ini dengannya setiap kami makan bersama dan gembira ketika usaha kami terbayar setelah beberapa minggu.

Saya mengerti ada konsep pengasuhan “mengabaikan yang buruk dan memuji yang baik”. Tapi saya percaya anak saya tidak akan bisa membedakan hal baik dengan yang buruk kecuali aku secara khusus memberitahu kepadanya. Ini tidak berarti bahwa saya akan menghukum dia karena perilaku buruk, saya hanya membuat sebuah titik untuk mengatakan kepadanya bahwa apa yang dilakukannya itu tidak baik dan ia harus segera dihentikan atau ia mendapatkan resikonya.

Konsistensi adalah kuncinya

Dibutuhkan konsistensi dari semua pengasuh anak untuk tetap setia kepada apa yang telah dikatakan, jika tidak, anak-anak kita akan menyadari bahwa disiplin hanya akan datang dari orang tertentu dan akan menemukan cara untuk berkelakuan tidak baik ketika berada di bawah pengasuhan orang lain.

Hal ini juga memerlukan kedisiplinan dari kita sendiri untuk tetap konsisten dengan apa yang telah kita katakan sebelumnya. Jika perilaku tertentu tidak diperbolehkan, maka mereka harus menerima akibatnya. Ini adalah tugas melelahkan untuk mempertahankan kedisiplinan yang kita terapkan berada di jalan yang benar dan untuk tetap kokoh terutama ketika anak mengamuk di tempat umum. Tetapi “tidak berarti tidak” kita terapkan demi kebaikan anak-anak kita senddiri

Setuju dengan penulis? Bagaimanakah gaya disiplin Anda? Berbagilah dengan kami di kotak komentar di bawah ini.

Like what you read? Facebook it!

 

Share on Facebook

 

Menanamkan Disiplin Pada Anak Berkelakuan Buruk

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner