TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk / Daftar
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Komnas Perlindungan Anak Sebut Depok Zona Merah Kekerasan Seksual

Bacaan 3 menit
Komnas Perlindungan Anak Sebut Depok Zona Merah Kekerasan Seksual

Kasus demi kasus terus bermunculan, baik di sekolah maupun di rumah. Waspada & lindungi anak-anak!

Kasus kekerasan seksual semakin meningkat beberapa waktu belakangan. Kota Depok, Jawa Barat, bahkan diklaim sebagai wilayah zona merah kekerasan seksual. Klaim bahwa Depok zona merah kekerasan seksual diungkapkan langsung oleh Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Arist Merdeka Sirait. Simak laporan selengkapnya berikut ini. 

Depok Zona Merah Kekerasan Seksual

depok zona merah kekerasan seksual

Beberapa waktu belakangan, kasus kekerasan seksual makin santer diberitakan di berbagai media. Fenomena ini mengundang perhatian dari sejumlah pihak, tak terkecuali bagi Komnas Perlindungan Anak.

Ketua Komnas Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait bahkan menyatakan bahwa Kota Depok, Jawa Barat, adalah wilayah zona merah kekerasan seksual. Pernyataan Arist bukan tanpa alasan.

Ia mengungkapkan hal tersebut setelah melihat kasus demi kasus kekerasan seksual yang terus bermunculan di Kota Depok. Arist juga menyebut bahwa kekerasan seksual di Kota Depok terjadi di sekolah maupun di rumah.

“Depok ini sudah zona merah terhadap kejahatan seksual, baik itu di lingkungan rumah atau di lingkungan sekolah, maupun satuan pendidikan,” kata Arist, mengutip dari Suara.com. 

Kondisi ini, menurut Arist, sangat bertolak belakang dengan status Kota Depok yang mengklaim sebagai kota layak anak. Selain karena tingginya kasus kekerasan seksual, kasus anak-anak yang dipekerjakan sebagai manusia silver juga terjadi di Depok. 

“Kota layak anaknya itu di mana? Karena kasus manusia silver juga di sini, bagaimana anak dilibatkan orang tuanya untuk menjadi manusia silver, dan itu tidak terselesaikan dengan baik,” ungkap Arist. 

Artikel terkait: 12 Artis Pria Korban Pelecehan Seksual, Al Ghazali hingga Atta Halilintar

Kasus Kekerasan Seksual yang Dilakukan oleh Guru Ngaji

depok zona merah kekerasan seksual

Pernyataan Arist ini menyusul adanya kasus kekerasan seksual yang dilakukan oleh seorang guru ngaji di Depok. Korbannya bahkan mencapai 10 orang dengan rentang usia 10-15 tahun. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan mengatakan, kasus pelecehan oleh guru ngaji berinisial MMS itu terjadi sejak Oktober hingga awal Desember 2021. 

MMS melakukan pelecehan dengan cara merayu korban, mengintimidasi, hingga pemaksaan. Ia juga memberikan uang Rp10 ribu kepada korban setelah melakukan pelecehan. 

“Modus yang dilakukan terhadap korban dengan membujuk rayu dan ada sedikit pemaksaan hingga intimidasi kepada para korban untuk menuruti kemauannya,” kata Zulpan. 

Kasus tersebut terungkap setelah salah satu korban mengadu kepada orang tuanya. Orang tua korban kemudian bercerita kepada orang tua lainnya hingga kemudian terungkap bahwa ada korban-korban lainnya. 

“Kemudian orang tua korban ini menceritakan kejadian itu pada orang tua yang lainnya, ternyata dari keterangan orang tua lain, anaknya juga menceritakan hal yang sama hingga ada 10 orang korban,” tambah Zulpan. 

Artikel terkait: Cerita Maia Estianty Alami Pelecehan Seksual Semasa SD

Pelaku Kekerasan Seksual Diminta Hukum Kebiri

depok zona merah kekerasan seksual

Selain kasus kekerasan seksual yang dilakukan oleh guru ngaji, sebelum itu juga ada kasus pencabulan yang dilakukan oleh oknum di lingkungan gereja di Depok. Korbannya bahkan mencapai lebih dari 20 anak. 

“Bahkan dulu itu ada sekitar 20-an lebih anak di sebuah gereja dan pelakunya sudah divonis, itu artinya terkonfirmasi ada peristiwa kekerasan seksual,” kata Arist, mengutip dari Liputan6.com. 

Menyikapi kasus kekerasan seksual yang terus merebak di Kota Depok, Arist pun tak ragu meminta agar hakim menjatuhi hukuman kebiri kepada para pelaku. Ia berharap guru ngaji berinisial MMS yang menjadi pelaku kekerasan seksual terhadap 10 anak mendapat hukuman kebiri. Menurut Arist, hukum tersebut sama sekali tidak berlebihan dan justru setimpal dengan tindakan pelaku. 

“Sangat pantas, tidak berlebihan karena tata laksananya sudah ada tentang hukuman kebiri,” jelasnya. 

Parents, demikian informasi mengenai Kota Depok zona merah kekerasan seksual. Lindungi anak-anak dari berbagai macam kasus kekerasan seksual. Semoga para pelaku dihukum setimpal. 

Baca juga:

Hati-hati child grooming, modus pelecehan baru pada anak! Ini yang perlu Parents ketahui

Tragis! Guru lakukan pelecehan seksual pada muridnya hingga depresi

Lagi, Pelecehan Seksual Terjadi di Sekolah!

Cerita mitra kami
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun
Seminar Edukasi Tenaga Kesehatan dalam Memperingati Hari Prematur Sedunia 2025
Seminar Edukasi Tenaga Kesehatan dalam Memperingati Hari Prematur Sedunia 2025

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Ruhaeni Intan

  • Halaman Depan
  • /
  • Berita Terkini
  • /
  • Komnas Perlindungan Anak Sebut Depok Zona Merah Kekerasan Seksual
Bagikan:
  • Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

    Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

  • Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

    Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

  • Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

    Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

  • Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

    Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

  • Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

    Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

  • Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

    Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti