TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Mengalami kejang hingga demensia, balita 4 tahun didiagnosis penyakit langka

Bacaan 4 menit
Mengalami kejang hingga demensia, balita 4 tahun didiagnosis penyakit langka

Begini kisah haru si kecil Violet yang mengalami penyakit langka saat usianya masih sangat dini.

Hati orangtua mana yang tak akan hancur bila mengetahui malaikat kecilnya didiganosis tak akan bertahan hidup lama karena penyakit yang dideritanya. Hal inilah yang tengah dirasakan pasangan Michelle dan Peter Jones dari Crosby, Merseyside, Inggris. Putri keduanya yang masih sangat belia, Violet, rupanya harus berjuang melawan penyakit langka yang salah satu gejalanya menyebabkan demensia anak.

Parents, penyakit yang dialami si kecil tersebut ialah Batten Disease, penyakit yang berhubungan erat dengan sistem saraf seseorang. Di usianya yang masih berusia 4 tahun tersebut, dirinya harus merasakan berbagai keterlambatan perkembangan dan pertumbuhan yang sewajarnya dialami oleh anak lainnya.

Berawal dari kejang

demensia anak

Sang ibu, Michelle, mengungkapkan bahwa semasa kehamilannya, ia tidak merasakan adanya keganjilan. Sejak awal konsepsi hingga hari kelahiran, tak ada yang aneh dari kondisi kesehatan Violet. Tepat pada 25 Juli 2015 si kecil pun lahir dengan selamat tanpa ada satu pun skor tumbuh kembang yang kurang.

Bahkan, hingga si kecil menginjak usia 3 tahun, tumbuh kembangnya masih normal sesuai dengan standar. Namun, pada suatu waktu si kecil mulai mengalami kejang dan muntah-muntah.

Dengan sigap, si kecil pun dilarikan ke rumah sakit. Dokter saat itu masih mengatakan bahwa kondisinya baik-baik saja.

Seminggu setelahnya, si kecil kembali mengalami kejang. Sangat tiba-tiba terjadi, ia muntah lalu matanya berjuling ke samping saat ia tengah tertidur.

Artikel terkait : Penelitian: Konsumsi makanan pedas tingkatkan risiko demensia/pikun di masa tua

Didiagnosis epilepsi

Melihat kondisinya tersebut, ia pun kembali dilarikan ke rumah sakit. Kali ini, si kecil melakukan tes electroencephalogram (EEG), yang mengukur aktivitas listrik di otak, di Rumah Sakit Alder Hey Children’s, Liverpool. Tepat pada April 2019 lalu, ia pun didiagnosis mengalami epilepsi.

Gadis kecil itu pun diberikan obat untuk mengendalikan kejangnya. Tiga bulan setelahnya, Violet kembali melakukan tes, kali ini ia menjalani MRI.

Menunjukkan gejala abnormal saat berlibur

demensia anak

Beberapa bulan berselang, tepatnya Agustus 2019, keluarga kecilnya ini pergi berlibur ke Turki. Saat menikmati suasana berlibur, gejala abnormal pun kembali terlihat dari si kecil Violet.

Michelle dan Peter melihat kedua kaki Violet terlihat tidak stabil. Mulanya, gejala ini tidak dianggap serius, keduanya mengira bahwa si kecil hanya bertingkah biasa.

Sesampainya di rumah, kondisinya justru lebih parah. Kini, kemampuan bicaranya yang mulai berubah. Si kecil Violet tidak bisa mengeluarkan kata-kata.

Tes MRI pun kembali dilakukan, dengan hasil yang menunjukkan beberapa kelainan. Dokter pun menyarankan si kecil untuk bertemu ahli saraf untuk tes lanjutan.

Violet masih menjalani beberapa kali tes, kini tanpa diagnosis yang pasti. Puncaknya pada Desember 2019 ia melakukan tes pengujian virus.

Dokter pun belum bisa melakukan penanganan apa pun terkait kondisinya ini. Mereka akhirnya mendatangi ahli saraf untuk mendapatkan kepastian mengenai kondisi si kecil.

Puncak diagnosis, Batten Disease

Mengalami kejang hingga demensia, balita 4 tahun didiagnosis penyakit langka

Kondisi Violet kian memburuk. Bahkan, ia seringkali jatuh saat baru berjalan dua langkah. Semakin lama, si kecil pun semakin terlihat sulit untuk berbicara.

Tepat di Januari 2020, Violet pun akhirnya didiagnosis Batten Disease. Betapa hati Michelle dan Peter hancur mendengar kabar mengejutkan tersebut.

Keduanya harus menerima kenyataan, bahwa penderita penyakit ini memang belum dapat disembuhkan. Pasien pun biasanya akan tutup usia sebelum ia memulai masa remajanya.

Artikel terkait : Penyakit demensia bisa dideteksi sejak dini dengan indra penciuman, ini alasannya!

Gejala demensia anak sudah dialami

demensia anak

Bagi Michelle, kondisi penyakit yang dialami anaknya ini bagaikan penderitaan yang berlangsung lambat bagi buah hatinya. Ia menuturkan bahwa si kecil violet mulai mengalami demensia anak dalam beberapa bulan terakhir.

Si kecil sudah lupa caranya memegang pena, menaiki tangga, atau buang air di toilet. Ia jadi lebih sering jatuh.

“Dia masih terlihat bahagia dan senang, tapi dia tidak berlarian dan bermain dengan anak-anak lainnya. Dia hanya berdiri di samping untuk menonton mereka bermain,” ujar Michelle.

Namun, ia masih sangat bersyukur bahwa Violet bisa bertahan sampai hari ini, masih mengenali keluarganya. Keluarganya kini hanya dapat berharap dari obat NHS yang diketahui dapat memperlambat perkembangan penyakit.

Cerita mitra kami
Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!
Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!
Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik

Kenali Batten Disease, penyebab demensia anak

Pernah mendengar Batten Disease sebelumnya, Parents? Penyakit ini merupakan salah satu penyakit langka yang berhubungan dengsn sistem saraf. Menurut ahli, penyakit ini sifatnya genetik dan rentan terjadi pada anak.

Batten Disease tergolong penyakit Neural Ceroid lipofuscinosis (NCLs). Penyakit ini bisa memburuk dari waktu ke waktu yang dampaknya bisa membahayakan. Kerusakan otak dan saraf disebabkan karena adanya penumpukan zat lemak di sel-sel otak, sistem saraf, dan retina mata.

Gejala-gejala

Ada beberapa gejala yang sebaiknya diwaspadai orangtua terkait dengan hal ini :

  • Mengalami demensia atau kepikunan dini.
  • Perubahan perilaku.
  • Mengalami kejang-kejang.
  • Perubahan kemampuan berbahasa.
  • Kemampuan motorik yang semakin memburuk.

Kita doakan saja ya Parents, agar Violet tetap diberikan kesembuhan. Bila si kecil mengalami berbagai gejala di atas, sebaiknya segera periksakan, ya.

Sumber : Daily Mail, WebMD

Baca Juga :

6 Cara sederhana mencegah pikun di masa tua, perlu dicoba!

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

nisya

  • Halaman Depan
  • /
  • Berita Terkini
  • /
  • Mengalami kejang hingga demensia, balita 4 tahun didiagnosis penyakit langka
Bagikan:
  • Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!
    Cerita mitra kami

    Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!

  • Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
    Cerita mitra kami

    Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”

  • Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

    Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

  • Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!
    Cerita mitra kami

    Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!

  • Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
    Cerita mitra kami

    Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”

  • Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

    Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti