TAP top app download banner
theAsianparent Indonesia Logo
theAsianparent Indonesia Logo
kemendikbud logo
Panduan Produk
Keranjang
Masuk
  • Kehamilan
    • Kalkulator perkiraan kelahiran
    • Tips Kehamilan
    • Trimester Pertama
    • Trimester Kedua
    • Trimester Ketiga
    • Melahirkan
    • Menyusui
    • Kehilangan bayi
    • Project Sidekicks
  • Anak
    • Bayi Baru Lahir
    • Bayi
    • Balita
    • Prasekolah
    • Anak
    • Praremaja & Remaja
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
    • Pengasuhan Anak
    • Edukasi Prasekolah
    • Edukasi Sekolah Dasar
    • Edukasi Remaja
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
    • Keluarga
    • Doa Islami
    • Pernikahan
    • Seks
    • Berita Terkini
  • Kesehatan
    • COVID-19
    • Info Sehat
    • Penyakit
    • Vaksinasi
    • Kebugaran
  • Gaya Hidup
    • Korea Update
    • Hiburan
    • Travel
    • Fashion
    • Kebudayaan
    • Kecantikan
    • Keuangan
  • Nutrisi
    • Resep
    • Makanan & Minuman
    • Sarapan Bergizi
  • Ayah manTAP!
    • Kesehatan Ayah
    • Kehidupan Ayah
    • Aktivitas Ayah
    • Hobi
  • VIP
  • Event

Demam Pendidikan Berkualitas Mengjangkiti Orangtua Asia - Andakah Salah Satunya?

Bacaan 4 menit
Demam Pendidikan Berkualitas Mengjangkiti Orangtua Asia - Andakah Salah Satunya?

Memberikan pendidikan berkualitas adalah kewajiban orangtua. Namun jangan sampai hal tersebut mengesampingkan kebutuhan dasar keluarga lainnya.

Dalam salah satu artikelnya, bbc.com mengunggah satu berita yang cukup menggelitik, tentang munculnya  demam pendidikan berkualitas yang menjangkiti para orangtua di Asia.

Keinginan tersebut merupakan hal yang wajar, toh setiap orangtua pasti menginginkan masa depan yang lebih baik untuk anaknya. Dan mengupayakan pendidikan berkualitas adalah salah satu caranya.

Keinginan tersebut menjadi masalah ketika kebutuhan dasar lainnya kemudian dikesampingkan demi memasukkan anak pada sekolah-sekolah mahal, sekolah yang dianggap mampu memberikan pendidikan berkualitas untuk anak.

Dalam artikel tersebut BBC menyoroti kecederungan masayarakat Cina dan Korea Selatan yang terlalu memaksakan diri, mendorong anak-anak mereka masuk ke sekolah yang biayanya bisa jadi di luar kemampuan mereka.

Para orangtua tersebut lebih memilih untuk mengenyampingkan dana kesehatan, kebutuhan rumah, dana pensiun dan kebutuhan dasar keluarga lainnya agar anak-anak mereka bisa bersekolah pada institusi pendidikan nomor satu.

Beberapa orangtua malah melakukan tindakan ekstrem dengan menjual rumah mereka agar mampu membayar biaya pendidikan anak-anaknya.

Pemerintah Korea Selatan malah menyebutkan bahwa sebagian rakyatnya telah mengalami hutang rumah tangga yang memprihatinkan dikarenakan obsesi pendidikan yang muncul.

Tiger parenting dianggap sebagai munculnya “demam” pendidikan berkualitas

pendidikan berkualitas

Todd Maurer, ahli pendidikan Asia dan konsultan patner dari Sinica Advisor mengatakan, bahwa pendidikan di Asia sudah seperti “proyek keluarga”.

Ambisi untuk menyekolahkan anak-anak mereka ke sekolah yang lebih mahal dengan berharap memperoleh kualitas pendidikan yang lebih baik, tidak hanya merupakan keinginan orangtua, namun juga sudah menjadi ambisi dari kakek dan nenek dalam keluarga tersebut.

Pengeluaran untuk pendidikan terus meningkat di Cina, Korea Selatan, Taiwan dan Hong kong. Dan gejala yang sama juga terlihat pada keluarga-keluarga di India dan Indonesia.

Sistem ujian yang sangat kompetitif serta meningkatnya aspirasi (red: minat masyarakat terhadap suatu bidang atau institusi tertentu) seringkali dituduh sebagai penyebab utamanya.

Anak-anak di Korea Selatan dan Cina bahkan telah disiapkan sedini mungkin untuk memasuki universitas ternama. Sembilan dari sepuluh anak di Cina memiliki jadwal pelajaran tambahan atau aktivitas edukatif  berbayar lainnya seusai jam sekolah.

Orangtua disana percaya bahwa aktivitas tambahan tersebut akan mempermudah jalan anak-anak mereka nanti memasuki universitas unggulan.

Sistem pendidikan di Korea menyebabkan anak-anak tertekan. Pilihan yang tersisa untuk bebas dari tekanan tersebut adalah tidak memiliki anak. Sangatlah mahal untuk mendidik anak di Korea. Wajar bila angka kelahiran di Korea saat ini sangatlah rendah.

Lulusan yang kadang tak sebanding dengan usaha yang telah dikeluarkan

pendidikan berkualitas

 

Demam pendidikan berkualitas lain yang juga mengemuka adalah keinginan orangtua untuk mengirim anak-anak mereka ke sekolah-sekolah di luar negeri sebagai salah satu jalan pintas untuk menuju kesuksesan.

Menurut data dari Akademi Ilmu Sosial di Cina, di tahun 2010, sepertiga pelajar yang bersekolah di luar negeri adalah anak-anak dari orangtua kelas pekerja.

Hal ini tentu pertanda bagus apabila keinginan tersebut tidak kemudian menjebak para orangtua ke dalam masalah keuangan. Menurut Zhang Jianbai, pemilik sekolah swasta di propinsi Yunan, banyak orangtua disana yang menjual apartemen mereka agar anak-anaknya bisa bersekolah ke luar negeri.

Akibatnya, ketika anak-anak mereka nantinya lulus, sebuah beban besar telah disematkan pada pundak mereka. Anak-anak dari orangtua yang telah mempertaruhkan seluruh usaha dan harta mereka demi pendidikan anaknya, dituntut untuk segera memiliki penghasilan yang tinggi.

Sayangnya, hasil yang terjadi malah sebaliknya; banyak sekali lulusan luar negeri di Cina yang malah melakukan pekerjaan yang sebetulnya bisa dilakukan mereka yang tak berpendidikan tinggi.

Pelajaran yang bisa petik dari usaha keras para orangtua di Asia

pendidikan berkualitas

Setiap kita, pasti menginginkan pendidikan berkualitas dan masa depan yang cerah untuk anak-anak kita. Namun alangkah bijak bila keinginan tersebut sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. Masih ada banyak cara kreatif yang bisa digunakan untuk mendorong anak menuju cita-citanya, tanpa terlalu memaksakan diri dengan mengesampingkan kebutuhan dasar lainnya.

Tidak selamanya pendidikan mahal sebanding dengan kualitas anak didik yang dihasilkan. Dan ukuran anak didik yang berkualitas saat ini tidak hanya dari berapa nilai matematika atau fisika-nya, namun juga seberapa tinggi “skor” soft skills (empati, sopan santun, kemampuan bekerja sama dan lain sebagainya) yang dimilikinya.

Karena itu, selayaknya kita melihat pendidikan berkualitas dari bagaimana sekolah mampu menghantarkan setiap anak didiknya untuk mencapai potensi unggulnya, bukan dari seberapa mahal dan dimana sekolah itu berada.

Cerita mitra kami
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun
Seminar Edukasi Tenaga Kesehatan dalam Memperingati Hari Prematur Sedunia 2025
Seminar Edukasi Tenaga Kesehatan dalam Memperingati Hari Prematur Sedunia 2025

Ref: bbc.com

Artikel terkait: Memilih Sekolah Ideal untuk Anak

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Rahayu Pawitri

  • Halaman Depan
  • /
  • Berita Terkini
  • /
  • Demam Pendidikan Berkualitas Mengjangkiti Orangtua Asia - Andakah Salah Satunya?
Bagikan:
  • Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

    Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

  • Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

    Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

  • Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

    Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

  • Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

    Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

  • Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

    Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

  • Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

    Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

Daftarkan email Anda sekarang untuk tahu apa kata para ahli di artikel kami!
  • Kehamilan
  • Tumbuh Kembang
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Home
  • TAP Komuniti
  • Beriklan Dengan Kami
  • Hubungi Kami
  • Jadilah Kontributor Kami
  • Tag Kesehatan


  • Singapore flag Singapore
  • Thailand flag Thailand
  • Indonesia flag Indonesia
  • Philippines flag Philippines
  • Malaysia flag Malaysia
  • Vietnam flag Vietnam
© Copyright theAsianparent 2026. All rights reserved
Tentang Kami|Tim Kami|Kebijakan Privasi|Syarat dan Ketentuan |Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti