TAP top app download banner
theAsianparent Indonesia Logo
theAsianparent Indonesia Logo
kemendikbud logo
Panduan Produk
Keranjang
Masuk
  • Kehamilan
    • Kalkulator perkiraan kelahiran
    • Tips Kehamilan
    • Trimester Pertama
    • Trimester Kedua
    • Trimester Ketiga
    • Melahirkan
    • Menyusui
    • Kehilangan bayi
    • Project Sidekicks
  • Anak
    • Bayi Baru Lahir
    • Bayi
    • Balita
    • Prasekolah
    • Anak
    • Praremaja & Remaja
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
    • Pengasuhan Anak
    • Edukasi Prasekolah
    • Edukasi Sekolah Dasar
    • Edukasi Remaja
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
    • Keluarga
    • Doa Islami
    • Pernikahan
    • Seks
    • Berita Terkini
  • Kesehatan
    • COVID-19
    • Info Sehat
    • Penyakit
    • Vaksinasi
    • Kebugaran
  • Gaya Hidup
    • Korea Update
    • Hiburan
    • Travel
    • Fashion
    • Kebudayaan
    • Kecantikan
    • Keuangan
  • Nutrisi
    • Resep
    • Makanan & Minuman
    • Sarapan Bergizi
  • Ayah manTAP!
    • Kesehatan Ayah
    • Kehidupan Ayah
    • Aktivitas Ayah
    • Hobi
  • VIP
  • Event

Wabah DBD Merenggut 104 Nyawa di Indonesia, Bagaimana Cara Mencegahnya?

Bacaan 4 menit
Wabah DBD Merenggut 104 Nyawa di Indonesia, Bagaimana Cara Mencegahnya?

demam berdarah dengue alias DBD, penyakit khas Indonesia yang belum tuntas hingga kini. Korban meninggal terus bertambah

Selain virus corona yang kini sedang mewabah di seluruh dunia hingga ke Indonesia. Pemerintah juga harus sigap dalam menangani wabah Demam Berdarah Dengue yang telah merenggut ratusan nyawa warga Indonesia.

Demam berdarah dengue (DBD) adalah kondisi demam yang diakibatkan oleh gigitan nyamuk pembawa virus. Bila tidak ditangani dengan tepat, DBD bisa merenggut nyawa seseorang.

Sayangnya, kasus demam berdarah dengue saat ini tengah mewabah di Sikka, Maumere, Nusa Tenggara Timur. Ribuan orang telah terjangkit DBD sejak awal tahun 2020, bahkan belasan orang telah meninggal akibat penyakit ini.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia mencatat, telah terjadi 1.234 kasus penyakit DBD di Sikka selama periode 1 Januari 2020 hingga 11 Maret 2020.

demam berdarah dengue

Demam Berdarah Dengue tengah mewabah di NTT. Sumber foto : detik.com

Dilansir dari Republika, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kemenkes Siti Nadia Tarmizi mengungkap bahwa korban meninggal akibat DBD di Sikka sebanyak 14 anak, usia 14 tahun. Peristiwa ini pun ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa alias KLB.

Artikel terkait : Kenali Gejala Demam Berdarah Dengue (DBD) Agar Anak-anak Terhindar Darinya

Kasus Demam Berdarah Dengue di Sikka meningkat, Rumah Sakit tidak cukup tempat

Kapasitas tempat tidur yang terbatas membuat pasien DBD mendapat pelayanan kesehatan bukan di ruang perawatan.  Hal ini disiasati penyedia layanan kesehatan setempat  dengan cara merujuk pasien DBD ke fasilitas kesehatan lain.

Tak hanya itu, Siti Nadia mengakui tidak semua puskesmas di Sikka memiliki kemampuan tenaga kesehatan yang sama dalam mendeteksi dan merawat pasien DBD.

Pemerintah setempat menyatakan, penyebab utama meningkatnya kasus DBD di Sikka karena drainase yang tidak bagus. Banyak genangan air yang membuat nyamuk aedes aegepty makin mudah berkembang biak sehingga jumlahnya semakin banyak, dan pasien DBD pun terus bertambah.

Kasus DBD di Indonesia 2020, Jumlah kematian tertinggi di NTT

demam berdarah dengue

Masih dari Republika, Siti Nadia mengakui ada juga masyarakat yang tidak mau dirujuk sehingga kondisi DBD yang mereka alami menjadi sangat terlambat untuk ditangani.

Nadia menambahkan mulai 1 Januari 2020 hingga  11 Maret 2020, kasus dan kematian akibat DBD di seluruh Indonesia terus terjadi.

“Total kematian 104 jiwa dan total kasus 17.781,” ujarnya.

Dari jumlah kematian tersebar di seluruh wilayah Indonesia tersebut angka kematian terbesar di NTT sebesar 32 jiwa dari 2.711 kasus. Selain itu Jawa Barat, dan Jawa Timur turut menjadi zona merah kasus DBD.

Artikel terkait : Hati-hati! DBD lebih rentan dialami anak-anak, ini alasannya!

Gejala DBD pada anak yang perlu diwaspadai

Wabah DBD Merenggut 104 Nyawa di Indonesia, Bagaimana Cara Mencegahnya?

Demam berdarah dengue terjadi akibat gigitan nyamuk aedes aegepty. Jentik nyamuk aedes aegepty berkembang biak pada genangan air yang tak terawasi. Keberadaan anak-anak di sekolah dan di gedung-gedung yang ada nyamuk aedes aegepty juga memperbesar risiko mereka tergigit nyamuk ini.

Anak-anak tak luput dari DBD karena sistem imun mereka yang tak sama dengan orang dewasa. Pembuluh darah anak-anak yang masih rapuh membuat mereka gampang terserang DBD.

Berikut ini adalah gejala DBD pada anak yang harus diwaspadai:

  • Demam tinggi mencapai 40 derajat Celcius atau lebih
  • Ruam atau bintik-bintik merah pada kulit
  • Nyeri pada otot, sendi, dan tulang
  • Nyeri pada belakang mata
  • Pusing
  • Lesu
  • Tidak ada nafsu makan
  • Mimisan
  • Kulit anak mudah memar

Cara melindungi keluarga dari wabah Demam Berdarah Dengue

demam berdarah dengue

Web Md menuliskan kiat-kiat melindungi diri dan keluarga anda dari risiko terkena demam berdarah dengue. Berikut informasinya:

  • Memakai  losion atau spray anti nyamuk, meskpiun di dalam ruangan.
  • Ketika di luar ruangan, gunakan pakaian berlengan panjang, dan celana panjang. Tutup juga celah antara ujung celana dan kaus kaki.
  • Gunakan pendingin ruangan bila ada.
  • Pastikan pintu dan jendela aman dari masuknya nyamuk.
  • Pakai kelambu pelindung dari nyamuk saat tidur.
  • Hubungi dokter apabila merasakan gejala DBD.
  • Jangan biarkan ada air tergenang. Balikkan ember atau gayung bekas air agar tidak ada genangan.
  • Pakai obat yang bisa mematikan jentik nyamuk untuk bak mandi berisi air.

Demikian informasi terkait wabah DBD yang sedang melanda Indonesia. Semoga Parents dan keluarga tetap menjaga kebersihan diri dan lingkungan agar terhindar dari penyakit demam berdarah dengue.

****

Artikel telah ditinjau oleh:

dr.Gita PermataSari, MD

Cerita mitra kami
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun
Seminar Edukasi Tenaga Kesehatan dalam Memperingati Hari Prematur Sedunia 2025
Seminar Edukasi Tenaga Kesehatan dalam Memperingati Hari Prematur Sedunia 2025

Dokter Umum dan Konsultan Laktasi

Baca juga :

7 Obat demam berdarah dari bahan alami ini bisa Bunda buat di rumah

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

febri

  • Halaman Depan
  • /
  • Berita Terkini
  • /
  • Wabah DBD Merenggut 104 Nyawa di Indonesia, Bagaimana Cara Mencegahnya?
Bagikan:
  • Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

    Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

  • Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
    Cerita mitra kami

    Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!

  • Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
    Cerita mitra kami

    Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik

  • Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

    Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

  • Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
    Cerita mitra kami

    Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!

  • Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
    Cerita mitra kami

    Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik

Daftarkan email Anda sekarang untuk tahu apa kata para ahli di artikel kami!
  • Kehamilan
  • Tumbuh Kembang
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Home
  • TAP Komuniti
  • Beriklan Dengan Kami
  • Hubungi Kami
  • Jadilah Kontributor Kami
  • Tag Kesehatan


  • Singapore flag Singapore
  • Thailand flag Thailand
  • Indonesia flag Indonesia
  • Philippines flag Philippines
  • Malaysia flag Malaysia
  • Vietnam flag Vietnam
© Copyright theAsianparent 2026. All rights reserved
Tentang Kami|Tim Kami|Kebijakan Privasi|Syarat dan Ketentuan |Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti