TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Ramadan MomTAP
  • Event
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Ramadan MomTAPRamadan MomTAP
  • EventEvent
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

UNICEF: 80 Juta Anak Indonesia Berisiko Terkena Dampak Jangka Panjang dari COVID-19

Bacaan 4 menit
UNICEF: 80 Juta Anak Indonesia Berisiko Terkena Dampak Jangka Panjang dari COVID-19

Wabah Virus Corona berpotensi menimbulkan dampak jangka panjang kepada kesehatan dan kesejahteraan anak. Berikut rekomendasi dari UNICEF untuk menanggulanginya.

Pandemi Virus Corona memang menjadi momok yang menakutkan bagi orang-orang di seluruh dunia. Ketidakpastian kapan pandemi ini berakhir pun kian memperburuk dan membuat masyarakat makin khawatir. Terlebih lagi jika dikaitkan dengan kesehatan anak. Menurut UNICEF Indonesia, 80 juta anak Indonesia berisiko terkena dampak dari COVID-19 ini.

Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Anak-Anak (UNICEF) menilai situasi saat ini dapat berdampak jangka panjang terhadap kesejahteraan dan masa depan anak-anak di Indonesia.

New Normal atau aturan hidup baru di tengah pandemia ini harus diikuti dengan berbagai pertimbangan, khususnya untuk kelompok usia anak, yaitu di bawah usia 18 tahun.

Artikel terkait: UNICEF: Inisiasi Menyusui Dini Adalah Vaksin Pertama Bayi

COVID-19 Berdampak Kepada 80 Juta Anak Indonesia

UNICEF: 80 Juta Anak Indonesia Berisiko Terkena Dampak Jangka Panjang dari COVID-19

Dikutip dari CNN Indonesia, UNICEF Indonesia mengungkapkan bahwa pihaknya akan turut memastikan agar anak-anak Indonesia bisa mendapatkan haknya di tengah pandemi Virus Corona.

“Kami sebagai lembaga PBB hak anak ingin memastikan hak-hak anak untuk kesehatan, pendidikan, perlindungan terpenuhi di dalam wabah ini, ataupun nanti memasuki fase new normal.” Rizky Syafitri, perwakilan dari UNICEF Indonesia menyampaikan dalam konferensi pers BNPB, Selasa, 2 Juni lalu.

Menurut Rizky, ada 80 juta anak di Indonesia. Di situasi pandemi seperti sekarang ini kelompok usia anak termasuk golongan yang rentan terdampak pada sosial ekonomi baik jangka panjang maupun pendek.

Setelah melakukan studi dengan data dan informasi dari kementerian dan berbagai lembaga pada awal bulan Mei lalu, hasilnya UNICEF Indonesia mengelompokkan dampak COVID-19 kepada anak dalam empat kategori.

“Dampak dikelompokkan 4 kategori, pertama tentang kemiskinan, berdampak tidak hanya keluarga tapi kemiskinan anak, kemudian akses pendidikan anak berkualitas, kesehatan pemenuhan gizi anak, ada akses imunisasi,” katanya.

Wabah Virus Corona memang menyebabkan pelayanan imunisasi di berbagai tempat terhambat, oleh karena itu penyakit-penyakit seperti polio, difteri, atau campak dikhawatirkan bisa kembali menjangkiti anak-anak Indonesia.

Pandemi Berakibat pada Akses Pendidikan dan Gizi Buruk Anak Indonesia

UNICEF: 80 Juta Anak Indonesia Berisiko Terkena Dampak Jangka Panjang dari COVID-19

Nugroho Indera Warman dari UNICEF Indonesia mengungkapkan bahwa dampak COVID-19 pada anak lainnya adalah soal akses pendidikan.

“Hampir semua sekolah di Indonesia tutup, hampir seluruh 60 juta (anak) tidak sekolah. Saat ini sudah mencapai level emergency, dari beberapa survei maupun monitor banyak siswa tidak bisa melakukan pembelajaran jarak jauh, akses internet, listrik terbatas,” jelasnya.

Pihak UNICEF Indonesia pun mendukung keputusan Kemendikbud untuk menutup sekolah. Untuk menanggulangi dampak ini, Mendikbud menggratiskan 23 digital platform untuk belajar. Sedangkan untuk pembelajaran offline digunakan saluran TVRI dan juga radio.

Sementara terkait dengan nutrisi anak, Nutrition Specialist UNICEF, Sri Sukotjo menjelaskan bahwa sebelum pandemi status gizi balita di Indonesia memang belum optimal.

“Satu dari tiga anak dari total balita di Indonesia mengalami stunting. Kemudian jumlah anak sangat kurus sekitar 2 juta balita. Jadi, status gizinya belum optimal,” paparnya pada Republika.

Angka masalah anak stunting dan sangat kurus tersebut berisiko akan meningkat saat kondisi wabah seperti sekarang ini. Kegiatan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) menurun saat pandemi sehingga kondisi ini rentan status gizi balita dan anak yang juga ikut menurun.

UNICEF Indonesia akan bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk membuat pedoman gizi pada masa pandemi dan new normal. Upaya ini dilakukan agar anak-anak di daerah mendapatkan gizi dan nutrisi yang terbaik.

Sesuai rekomendasi Kemenkes, orangtua dihimbau untuk memberikan makanan dengan gizi seimbang secara rutin kepada anak.

Dalam satu piring ada makanan pokok, buah dan sayur, serta lauk. Asupan buah dan sayur harus diperbanyak pada masa pandemi karena mengandung banyak vitamin yang berpengaruh untuk meningkatkan imunitas tubuh.

Bantuan teknis ke daerah-daerah akan diberikan langsung oleh Kemenkes, diiringi dengan Komunikasi Informasi Edukasi (KIE) dan pedoman. Untuk pengganti Posyandu, diterapkan konseling berjarak minimal satu meter atau bisa dilakukan secara virtual.

Artikel terkait: Seberapa Besar Dampak Social Distancing Bagi Perkembangan Anak?

Rekomendasi UNICEF untuk Keluarga dan Anak Indonesia

UNICEF: 80 Juta Anak Indonesia Berisiko Terkena Dampak Jangka Panjang dari COVID-19

UNICEF memberikan rekomendasi agar pandemi tidak menyebabkan kerugian jangka panjang terhadap masa depan anak-anak Indonesia.

Berikut adalah rekomendasinya yang dikutip dari Kompas.

  • Dukung keluarga memenuhi kebutuhan dan mengasuh anak
  • Dukung keluarga memenuhi kebutuhan gizi anak
  • Beri dukungan anak agar tetap belajar
  • Lindungi anak dari kekerasan, eksploitasi, dan pelecehan
  • Sediakan pendanaan publik untuk anak

UNICEF menilai bahwa COVID-19 berpotensi mengganggu kestabilan pendapatan keluarga di Indonesia. Sebagian besar dari mereka adalah kelas menengah ke bawah yang tidak mendapatkan jaminan sosial. Pasalnya, bantuan hanya ditargetkan untuk masyarakat dalam kemiskinan tingkat ekstrem.

Kurangnya gizi, pendidikan dan perlindungan anak dapat memperparah kesenjangan sosial yang sudah terjadi di Indonesia. Kelompok anak dengna disabilitas juga berada di posisi yang rentan.

Cerita mitra kami
Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!
Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!
Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik

“Jika kita tidak bertindak dari sekarang untuk menanggulangi dampak sosial dan ekonomi yang ditimbulkan oleh pandemi, krisis kesehatan bisa menjadi krisis yang lebih luas.

Sehingga menghambat bahkan menimbulkan kemunduran, dari kemajuan yang sudah dicapai oleh Indonesia melalui kerja keras selama bertahun-tahun.” Debora Comini, perwakilan dari UNICEF menjelaskan.

Sumber: CNN Indonesia, Kompas, Republika

Baca juga:

11 Anjuran IDAI untuk Cegah Anak Terpapar COVID-19

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Annisa Pertiwi

  • Halaman Depan
  • /
  • Berita Terkini
  • /
  • UNICEF: 80 Juta Anak Indonesia Berisiko Terkena Dampak Jangka Panjang dari COVID-19
Bagikan:
  • Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!
    Cerita mitra kami

    Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!

  • Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
    Cerita mitra kami

    Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”

  • Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

    Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

  • Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!
    Cerita mitra kami

    Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!

  • Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
    Cerita mitra kami

    Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”

  • Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

    Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti