TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

4 Fakta Corona Varian Mu yang Disebut-sebut Tahan Vaksin

Bacaan 4 menit
4 Fakta Corona Varian Mu yang Disebut-sebut Tahan Vaksin

Virus corona varian Mu saat ini menyebar di berbagai negara di dunia. Kami merangkum beberapa fakta mengenai virus varian ini.

Setelah virus corona varian delta yang sempat menggegerkan dunia, belum lama ini dunia lagi-lagi dihadapkan pada virus corona varian Mu atau B.1.621. Sampai saat ini, virus corona varian Mu masih terus diteliti. Para ahli pun belum memastikan tingkat keganasan varian ini dibandingkan varian lainnya. Namun, ada sejumlah fakta terbaru mengenai varian Mu, berikut kami rangkum untuk Anda dari berbagai sumber.

Artikel terkait: Belum Divaksin, Ibu Ini Meninggal setelah Melahirkan Akibat Covid-19

Ditemukan pada Januari 2021

corona varian Mu

Melansir dari NDTV, Mu, varian yang sebelumnya dikenal sebagai B.1.621, pertama kali diidentifikasi di Kolombia, Amerika Selatan pada Januari. Pada 30 Agustus, WHO menetapkannya sebagai varian bunga karena beberapa mutasi terkait dan memberinya nama huruf Yunani. Mu membawa mutasi kunci, termasuk E484K, N501Y dan D614G, yang telah dikaitkan dengan peningkatan penularan dan penurunan perlindungan kekebalan.

Menurut Buletin WHO yang diterbitkan minggu lalu, Mu telah menyebabkan beberapa wabah yang lebih besar di Amerika Selatan dan Eropa. Sementara jumlah sekuens genetik yang diidentifikasi sebagai Mu telah turun di bawah 0,1 persen secara global, Mu mewakili 39 persen varian yang terjadi di Kolombia dan 13 persen di Ekuador. 

WHO juga mengatakan bahwa mereka terus memantau perkembangan kasus Mu di Amerika Selatan, terutama di daerah  ia bersirkulasi bersama dengan varian Delta. Maria van Kerkhove, kepala unit penyakit baru WHO, mengatakan sirkulasi varian tersebut menurun secara global tetapi perlu dipantau dengan cermat. Dalam jumpa pers, kepala penasihat medis Gedung Putih Dr. Anthony Fauci mengatakan para pejabat AS mengawasinya, tetapi sejauh ini Mu tidak dianggap sebagai ancaman langsung.

Apakah vaksin bekerja pada corona varian Mu?

corona varian Mu

Menurut UN, Mu adalah “varian yang menarik perhatian” kelima yang dipantau oleh WHO sejak Maret 2020. Varian ini “memiliki konstelasi mutasi” yang menunjukkan bahwa varian ini akan tahan terhadap vaksin. Sebuah studi awal berjudul “Characterization of the emerging B.1.621 variant of interest of SARS-CoV-2” pun menunjukkan bahwa strain tersebut lebih resisten terhadap antibodi dari vaksin yang saat ini ada di pasaran. PBB pun menekankan untuk terus melakukan pemantauan mengenai corona varian Mu.

Artikel terkait: Vaksin Pfizer Akan Dibagi Gratis, Bagaimana Efikasi dan Efek Sampingnya?

Corona varian Mu belum terdeteksi di Indonesia

corona varian Mu

Melansir dari laman Kementerian Kesehatan RI, Wakil Menteri Kesehatan RI dr. Dante Saksono Harbuwono mengatakan bahwa varian Mu sampai saat ini belum terdeteksi di Indonesia. Meskipun demikian, ia mengimbau agar masyarakat tetap waspada. 

“Di sekitar kita varian ini belum terdeteksi. Kita sudah melakukan genom sekuensing terhadap 7 ribuan orang di Indonesia dan belum terdeteksi varian tersebut. Mudah-mudahan varian Mu ini akan abortif,” katanya dalam konferensi pers melalui kanal Youtube Setpres, Senin (6/9/2021). Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa varian Mu memang ada resistensi terhadap vaksin. Namun, penyebarannya tidak sekuat varian delta.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan pun menyatakan bahwa kemungkinan muncul virus corona varian baru masih terbuka lebar. Oleh karena itu, pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk terus menaati protokol kesehatan.

“Saya sekali lagi mengimbau kita semua supaya kompak untuk disiplin dan saling mengingatkan supaya kita jangan kena lagi gelombang ketiga karena tadi sudah dijelaskan ada varian Mu, tidak tahu apakah lebih dahsyat dan lebih ganas,” tegasnya.

Artikel terkait: Riset Ungkap Kapan Seseorang Menularkan COVID-19 pada Orang Sehat

Gejala terinfeksi varian Mu

4 Fakta Corona Varian Mu yang Disebut-sebut Tahan Vaksin

Melansir dari Cosmopolitan, WHO belum menyatakan apakah gejala varian Mu COVID-19 berbeda dengan strain lain. Siapa pun dengan suhu tinggi, batuk baru dan terus-menerus, serta kehilangan/perubahan indra penciuman/perasa, harus menjalani penanganan yang memadai dari tenaga medis.

Pada dasarnya, varian Mu ini memang masih terus diteliti karena termasuk dalam varian baru. Meski demikian, masyarakat perlu tetap mematuhi protokol kesehatan dan melakukan vaksinasi untuk mencegah penularan virus corona secara masif.

Baca juga:

Memahami Terapi Plasma Konvalesen pada COVID-19, Ini Manfaat dan Efek Samping

Daftar Makanan setelah Vaksinasi Covid-19 untuk Kurangi Efek Samping dan Tingkatkan Imunitas

Vaksin COVID-19 Memengaruhi Kesuburan? Berikut Faktanya

Cerita mitra kami
Butuh Penanganan Cepat Saat Anak Terus Muntah dan Lemas? Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Jakarta Selatan
Butuh Penanganan Cepat Saat Anak Terus Muntah dan Lemas? Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Jakarta Selatan
Si Kecil Mual Muntah Berulang? Tak Perlu Cemas, Dokter Spesialis Anak Selalu Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Kuningan
Si Kecil Mual Muntah Berulang? Tak Perlu Cemas, Dokter Spesialis Anak Selalu Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Kuningan
Bukan Hanya Gigitan - Biaya Tersembunyi Demam Berdarah untuk Keluarga di Indonesia
Bukan Hanya Gigitan - Biaya Tersembunyi Demam Berdarah untuk Keluarga di Indonesia
Kaum Sweet Tooth, Jangan Sampai Diabetes! Kenali Ciri-Ciri dan Cara Menghindarinya
Kaum Sweet Tooth, Jangan Sampai Diabetes! Kenali Ciri-Ciri dan Cara Menghindarinya

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Galih Pangestu Jati

Diedit oleh:

Ruben Setiawan

  • Halaman Depan
  • /
  • Penyakit
  • /
  • 4 Fakta Corona Varian Mu yang Disebut-sebut Tahan Vaksin
Bagikan:
  • 4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

    4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

  • 14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

    14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

  • Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

    Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

  • 4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

    4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

  • 14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

    14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

  • Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

    Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti