Apakah aman mengonsumsi cokelat saat menyusui?

lead image

cokelat bagi ibu menyusui masih menjadi pembicaraan. Untuk menglarifikasi semua keraguan tersebut, berikut kami berikan penjelasannya

Cokelat adalah cemilan favorit, tidak hanya di Indonesia, tapi di seluruh belahan dunia. Ketika sepotong cokelat meleleh di mulut, kita pasti ketagihan dan ingin menyantapnya lebih banyak lagi. Tak bisa dipungkiri lagi, banyak dari kita yang sulit untuk mengatakan tidak pada cokelat. Apakah bunda termasuk di antaranya?

Bagaimana efek mengonsumsi cokelat untuk ibu menyusui?

Seorang ibu yang menyusui mempunyai beberapa tanggung jawab lebih. Bunda harus lebih memikirkan kesehatan si bayi jika ingin menyantap sesuatu, cokelat termasuk di antaranya. Ada hal yang harus diperhatikan dalam mengonsumsi cokelat untuk ibu menyusui.

src=https://id admin.theasianparent.com/wp content/uploads/sites/24/2018/11/dark brown milk candy.jpg Apakah aman mengonsumsi cokelat saat menyusui?

Untuk menglarifikasi semua keraguan boleh tidaknya menyantap cokelat untuk ibu menyusui, berikut kami berikan penjelasannya.

Semua sudah pasti pernah menikmati cokelat. Rasanya yang manis akan sangat nikmat diaplikasikan dalam bentuk apapun, baik kue, topping makanan, maupun disajikan sebagai minuman. Cokelat diolah dari biji kakao, yang ditanam lalu dipanggang.

Bahan utama cokelat adalah minuman coklat, mentega coklat, dan tambahan gula. Di dalamnya terkandung karbohidrat, lemak, protein, vitamin, mineral, air, kafein, kolesterol, dan theobromine.

Bagi bunda yang sedang menyusui boleh saja tetap menikmati lezatnya cokelat. Tetapi jangan lupa untuk membatasi jumlahnya. Sebab tingginya lemak dan gula menyebabkan ia memiliki nilai gizi yang sedikit. Untuk mengimbanginya, ibu menyusui perlu makan makanan sehat seperti sayuran dan buah.

Bunda boleh mengonsumsi yang manis-manis dan makanan olahan cokelat dalam jumlah kecil, atau hanya sesekali saja sebagai ‘camilan’. Sesekali bunda dapat menikmati makanan olahan cokelat seperti kue cokelat, es krim cokelat, atau susu almond coklat. Tetapi ingat, bunda perlu mengimbanginya dengan tetap mengonsumsi makanan bergizi. Hal ini untuk menjaga kesehatan bunda serta memberikan nutrisi penting untuk si bayi.

src=https://id admin.theasianparent.com/wp content/uploads/sites/24/2018/11/pexels photo 1028714 e1543727674586.jpeg Apakah aman mengonsumsi cokelat saat menyusui?

Beberapa bayi mungkin tidak cocok dengan susu sapi, atau alergi dengan telur. Dalam kasus seperti itu, Bunda perlu menghindari konsumsi susu dan telur, termasuk cokelat.

Bunda menyusui terpaksa harus menghindari cokelat jika si bayi menunjukkan efek samping. Di antaranya mudah gelisah, alergi, hiperaktif, insomnia, dan sulit menyusui. Jika bayi Anda menunjukkan salah satu dari efek samping tersebut, bunda harus rela menghentikan konsumsi cokelat untuk sementara. Jangan lupa untuk segera memeriksa ke dokter anak.

Cokelat untuk ibu menyusui juga dapat memengaruhi bayi karena berbagai alasan, satu hal yang paling utama karena adanya kadar kafein di dalamnya. Kurang dari 1% kafein yang masuk ke aliran darah sang ibu akan bercampur dengan ASI. Kemudian mencapai puncaknya setelah satu jam konsumsi.

Sedangkan sistem tubuh bayi membutuhkan waktu lebih lama untuk membersihkan kafein dan asupan tinggi si ibu. Hal ini dapat membuat bayi mudah marah dan menangis.

Nah, jika bunda tidak tahan untuk tidak menikmati cokelat, hal-hal di atas tentunya harus lebih diperhatikan.

sumber momjunction.com

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Adroid.