Hati-hati! Ini Ciri-ciri Anak Mengalami Gangguan Sensorik

Anak lahir dengan sensorik dasar pada tubuhnya. Namun ada kalanya fungsi sensorik tersebut mengalami gangguan. Kenali ciri-cirinya berikut ini!

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Ciri-ciri anak mengalami gangguan sensorik sebenarnya bisa diamati sedini mungkin. Semua anak biasanya mengalami beberapa gangguan kecil pada masalah sensorik ketika pada masa tumbuh kembang mereka.

Gangguan Sensorik Itu Seperti Apa?

Gangguan sensorik atau gangguan pemrosesan sensorik (SPD) (Sensory Processing Disorder) adalah kondisi ketika otak kesulitan memproses dan merespons informasi yang diterima melalui indra.

Mereka menjadi terlalu peka terhadap hal-hal yang terjadi di lingkungan sekitar.

Suara yang biasa-biasa saja, mungkin akan terasa sangat bising di telinganya, atau sentuhan ringan dari kain baju bisa membuat kulitnya jadi kering.

Gangguan ini umumnya disertai dengan gangguan pada perilaku lain. Misalnya, anak menjadi sulit konsentrasi, emosional, sampai gangguan pada proses mengunyah dan berbicara.

Gangguan sensorik ujuga sering terjadi pada anak dengan autisme dan yang mengalami hipersensitif pada saluran cerna.

Di luar itu, gangguan sensorik juga bisa terjadi pada anak-anak yang lahir prematur atau yang mengalami komplikasi kelahiran.

Artikel Terkait: 15 Ciri-Ciri Anak Indigo yang Jarang Orang Tua Sadari, Cek!

Apa Saja Ciri-ciri Anak yang Mengalami Gangguan Sensorik?

Ciri-ciri anak mengalami gangguan sensorik mungkin berbeda-beda, tergantung pada cara anak memproses sensasi yang didapatnya.

Anak-anak yang mudah distimulasi mungkin memiliki hipersensitivitas.

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Mereka sering bereaksi seolah-olah semuanya terlalu keras atau terlalu terang.

Anak-anak ini mungkin kesulitan berada di kamar bising. Mereka juga mungkin memiliki reaksi berlebihan terhadap bau.

Terdapat 7 sensorik dasar pada tubuh anak, jika fungsi sensoriknya mengalami gangguan, masing-masing akan menunjukkan gejala yang berbeda seperti berikut ini:

1. Sensorik Peraba

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Indra peraba mendapat rangsangan berupa sentuhan, suhu, rasa sakit, atau geli. Gangguan sensorik pada indra ini ditunjukkan dengan gejala:

  • Tidak suka disentuh
  • Tidak menyukai label pada baju
  • Jijik terhadap mainan bulu
  • Tidak suka rambutnya disisir
  • Berjalan jinjit

2. Sensorik Pendengaran

Indra pendengaran menangkap suara-suara yang berasal dari luar. Gangguan pada sensorik ini ditandai dengan gejala:

  • Takut pada suara tertentu seperti pengering rambut, penyedot debu, atau suara mesin pengering tangan
  • Menangis berlebihan jika mendengar suara yang tiba-tiba seperti petasan
  • Perhatiannya mudah teralihkan pada suara yang ia sukai yang umumnya diabaikan orang lain

3.  Sensorik Penciuman

Gangguan pada fungsi sensorik ini ditandai dengan:

  • Mengalami kesulitan membedakan bau
  • Tidak menyukai makanan dengan bau tertentu

4. Sensorik Penglihatan

Indra penglihatan yaitu mata menangkap cahaya, warna, dan gerakan. Gangguan pada fungsi sensorik ini ditandai dengan:

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan
  • Mudah silau
  • Senang bermain dengan suasana redup ataugelap
  • Tidak bisa menulis dalam garis lurus pada kertas kosong
  • Kesulitan dalam membedakan warna, bentuk, dan ukuran

5. Sensorik Pengecap

Gangguan pada fungsi sensorik ini ditandai dengan:

  • Suka memilih-milih makanan
  • Sering memasukkan barang kedalam mulut
  • Kesulitan dalam mengunyah, menelan, dan menghisap

6. Sensorik Propioseptif (Gerakan Antar Sendi)

Gangguan pada fungsi sensorik ini ditandai dengan:

  • Senang menabrakkan diri ke badan orang lain
  • Sering menggemerutukkan gigi
  • Tidak bisa mengontrol kekuatannya saat melakukan sesuatu (selalu melakukannya dengan kekuatan penuh)

7. Sensorik Vestibular (Keseimbangan)

Gangguan pada fungsi sensorik ini ditandai dengan:

  • Takut ketinggian
  • Tidak mau naik ayunan atau seluncuran
  • Kesulitan naik turun eskalator

Artikel terkait: Montessori di Rumah, Inilah Pentingnya Permainan Sensoris Untuk Anak

Bagaimana Cara Mengatasi Gangguan Sensorik pada Anak?

Tidak ada obat untuk mengatasi gangguan sensorik. Pada beberapa kasus, gangguan sensorik umumnya akan hilang sendiri seiring dengan bertambahnya usia. Namun, ada beberapa terapi yang bisa dilakukan untuk mengatasi gangguan sensorik ini.

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Jenis terapi tergantung pada kebutuhan individu anak.

Misalnya, tetapi secara umum, dapat membantu anak-anak agar bisa melakukan kegiatan dengan lebih baik dalam hal-hal yang biasanya tidak mereka kuasai. Beberapa terapi tersebut antara lain:

  • Usapan di bagian kepala, bahu, tangan, pinggang, paha, kaki, telapak kaki bertujuan untuk relaksasi otot-otot yang tegang
  • Usapan di bagian kaki untuk anak dengan jalan jinjit
  • Tidur miring, dan diusap sepanjang abdomen berfungsi untuk mengenalkan reflex gallant (keseimbangan kanan dan kiri). Saat masa sekolah, terapi ini bisa mengurangi risiko sulit belajar.

***

Baca Juga: 

Manfaat dan Langkah Belajar Coding untuk Anak Sejak TK

16 SD Swasta di Bekasi, Lengkap dengan Kisaran Biaya Sekolahnya

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

3 Penyebab anak susah belajar menurut Psikolog, Parents wajib tahu!

Penulis

Febby