3 Penyebab anak susah belajar menurut Psikolog, Parents wajib tahu!

3 Penyebab anak susah belajar menurut Psikolog, Parents wajib tahu!

Ada banyak hal yang membuat anak susah belajar. Menurut Psikolog Anak dan Remaja, Vera Itabiliana, 3 hal ini bisa menjadi faktor penyebabnya.

Anak susah belajar bikin Parents pusing? Tunggu dulu…. idealnya kondisi ini jangan hanya menyalahkan anak. Coba cari tahu lebih dulu,  mungkin ada yang salah dari cara dan proses belajar anak.

Setidaknya hal ini ditegaskan oleh Psikolog Anak dan Remaja, Vera Itabiliana.  Saat saya temui di acara Peluncuran Hansaplast “First Aid Rescue” Establishment di KidZania, Jakarta, ia mengatakan kalau proses belajar anak sebenarnya ditentukan oleh beberapa faktor. Umumnya, ada tiga hal yang membuat anak susah belajar atau tidak bersemangat untuk belajar.

“Kalau ada anak kurang semangat belajar itu sebenarnya wajar saja,  ya, karena ada beberapa faktor yang bisa membuat anak jadi seperti itu,” ungkap Vera.

Apa saja faktor atau penyebab anak susah belajar?

Artikel terkait: Anak tidak semangat belajar? Pacu motivasi belajarnya dengan 9 tips ini

metode belajar fun learning untuk anak
3 Penyebab anak susah belajar
1. Gaya belajar yang tidak sesuai dengan anak

Sering kali gaya belajar yang diterapkan orangtua atau guru di sekolah tidak sesuai dengan gaya belajar yang anak inginkan. Vera menyebutkan hal ini bisa menjadi menghambat proses belajar anak.

“Bisa jadi gaya belajarnya ngga pas, misalnya anak kinestetik. Anak kinestetik kan butuh banyak gerak jadi agak susah untuk mengharapkan anak kinestetik duduk diam, baca, tenang, itu susah. Jadi kalau misalnya gaya belajar yang orangtua harapkan itu nggak pas sama gaya belajar anak, pasti tidak bisa,” tungkas Vera.

Oleh karena itu, psikolog anak jebolan Universitas Indonesia ini mengingatkan agar para orangtua belajar lebih dulu untuk mengenal gaya belajar anak sehingga bisa menyesuikan dan bisa memberikan wadah yang tepat saat anak belajar.

2. Waktu belajar yang salah

Tahukah Parents bahwa kualitas proses belajar anak juga ditentukan oleh waktu yang tepat? Coba banyangkan, jika anak belajar saat jamnya istirahat, tentu saja hasil yang didapatkan tidak akan maksimal.

Perlu diingat, konsentrasi anak tentu saja akan mudah terganggu apabila ada sesuatu yang mengalihkan pikirannya. Selain saat tubuh butuh istirahat, anak pun bisa kehilangan minat belajar.

“Misalnya, mamahnya bilang ‘kamu harus belajar dari jam 4 sore’, sedangkan jam 4 sore ada film kartun favoritnya, yang teerjadi anak malah nggak akan konsen dan nggak semangat belajarnya. Bisa jadi karena afaktor itu,” tambah Vera.

3. Metode belajar yang kurang menyenangkan

“Metode belajar anak yang membosankan juga bisa memengaruhi. Jadi misalnya belajar baca, dia hanya duduk, dian dan menulis, lama-lama anak akan bosen. Justru dengan kegiatan yang menyenangkan membuat anak lebih semangat,” Vera menambahkan.

Nah, membahas mengenai metode belajar yang cenderung membosankan, ada solusi untuk membuat kegiatan belajar anak jadi lebih fun. Salah satu cara yang bisa dilakukan dengan menerapkan metode fun learning.

Artikel terkait: Mengapa Anak Tak Suka Belajar?

Fun learning jadi metode belajar yang cocok untuk anak usia dini

Bila Parents merasa salah satu di antara tiga hal di atas sering dirasakan, sebaiknya coba membuat suasana belajar yang menyenangkan untuk anak. 

Belajar dengan cara yang fun bisa memunculkan perasaan senang. Sehingga anak akan lebih menyukai proses belajar dan lebih mudah menangkap informasi baru.

“Rasa senang seperti yang dialami saat bermain, meningkatkan hormon endorfin, dopamin dan asupan oksigen ke otak. Hal inilah yang bisa membuat anak semakin atentif dan terlibat dalam proses belajar. Karena itu, pembelajaran pada pendidikan anak usia dini sebaiknya dilakukan melalui bermain dan berbagai kegiatan yang mengandung prinsip bermain,” ungkap Vera.

Dijelaskan Vera, bahwa belajar dengan memerapkan konsep fun learning bisa dilakukan dengan berbagai cara. Misalnya mengajak anak berprakarya dengan kain dan cat air. Atau kegiatan memasak yang bisa menunjukkan perhitungan yang sederhana saat menakar komposisi bahan, bahkan melibatkan anak saat belanja bahan makanan yang dibutuhkan. 

“Jadi orangtua memang harus lebih pintar atau lebih kreatif dari anak-anaknya, itu komitmen yang dibutuhkan saat menjadi orangtua. Caranya, sebenarnya nggak harus capek dan bingung mencari ide.  Misalnya sesimpel hal yang sudah biasa dilakukan di rumah seperti membuat slime bersama. Nah, coba ganti bahannya, atau ganti tempat melakukannya, itu juga salah satu bentuk kreativitas orangtua,” tungkas Vera.

Bila Parents sudah kehabisan ide mencari konsep belajar fun learning untuk anak, jangan segan untuk bertanya pada anak. Diskusi tentang apa yang anak ingin pelajari juga bisa menjadi bahan ide untuk Parents.

“Dan kita juga jangan meng-underestimate anak, kadang ide-ide itu juga bisa muncul saat melakukan diskusi dengan anak. Dan orangtua juga bisa browsing di internet, untuk membantu mencari ide-ide fun learning. Misal anak suka masak, untuk kegiatan hari sabtu minggu, ibunya bisa cari ide dari hari jumat,” tutup Vera.

Nah, Parents sudah terinspirasi menerapkan konsep belajar dengan  fun learning di akhir pekan nanti? 

 

 

Baca juga:

7 Cara mempersiapkan metode belajar anak yang menyenangkan

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner