TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Miris! Orangtua ini harus pilih salah satu bayi kembarnya untuk diselamatkan

Bacaan 3 menit
Miris! Orangtua ini harus pilih salah satu bayi kembarnya untuk diselamatkan

Sepasang bayi kembar didiagnosis mengidap Chronic Granulomatous Disease. Miris, orangtua mereka harus memilih salah satu diantara bayi kembar yang harus diselamatkan.

Sebuah kisah memilukan datang dari negeri tirai bambu. Seorang ibu dan ayah harus menghadapi sebuah dilema. Mereka dihadapkan dalam pilihan sulit, di mana harus memilih salah satu dari bayi kembar mereka yang akan bertahan hidup karena mengalami penyakit langka yang disebut Chronic Granulomatous Disease (CGD).

Sepasang bayi kembar yang berusia 10 bulan itu pun diperkirakan sulit bertahan hidup setelah usia mereka menginjak 2 tahun, tanpa pengobatan yang membutuhkan biaya cukup besar.

Bayi kembar dengan Chronic Granulomatous Disease alami sesak napas

Miris! Orangtua ini harus pilih salah satu bayi kembarnya untuk diselamatkan

dok. foto: theAsianparent Singapura

Menurut sumber dari Shaoguan Daily, gejala penyakit ini mulai muncul ketika sebulan setelah bayi kembar ini lahir.

Awalnya, sang bayi tertua, Kang Kang mengalami kesulitan bernapas dan harus dirawat di rumah sakit melalui perawatan intensif. Segera setelah itu, bayi termuda Le Le juga mengalami masalah serupa dan harus dirawat di rumah sakit yang sama.

Bayi kembar itu akhirnya didiagnosis dengan Chronic Granulomatous Disease ketika mereka berusia 5 bulan.

Artikel terkait: Perjuangan bayi kembar terkecil, lahir prematur usia 23 minggu dengan berat 500 gram

Chronic Granulomatous Disease pada anak-anak

Chronic Granulomatous Disease atau penyakit granulomatosa kronis adalah jenis penyakit defisiensi imunitas primer, di mana suatu kelompok sel darah putih yang disebut neutrofil, gagal membentuk hidrogen peroksida yang diperlukan untuk melawan infeksi bakteri dan jamur di dalam tubuh.

Penyakit ini tergolong tidak menular dan disebabkan oleh faktor keturunan atau genetik. Mereka yang terkena penyakit ini akan mengalami serangan infeksi berulang karena penurunan kapasitas sistem kekebalan tubuh untuk melawan organisme penyebab penyakit.

Orangtua hanya mampu menanggung biaya untuk 1 anak

Miris! Orangtua ini harus pilih salah satu bayi kembarnya untuk diselamatkan

dok. foto: theAsianparent Singapura

Sepasang bayi kembar ini memiliki kesempatan yang lebih baik untuk bertahan hidup jika mereka menerima transplantasi sumsum. Sebenarnya, Program Donor Sumsum Cina sudah memberikan kabar gembira bahwa mereka telah menemukan donor yang cocok untuk Si Kembar.

Sayangnya, ini membutuhkan biaya yang terlalu besar untuk mereka bayar. Setiap transplantasi bisa menghabiskan biaya sekitar RMB 500.000 atau sekitar lebih dari 1 miliyar rupiah dan total biaya perawatan bisa meningkat hingga RMB 1 juta atau sekitar 2,1 miliyar rupiah.

Sejauh ini, orangtua sang bayi kembar telah menghabiskan sekitar RMB400,000 atau sekitar 854 juta rupiah untuk perawatan bayi mereka. Setelah meminjam uang dari teman dan kerabat, mereka tetap hanya punya cukup uang untuk menyelamatkan satu bayi saja.

Putus asa dan patah hati, mereka akhirnya membuat keputusan yang sulit. Mereka harus memilih salah satu dari bayi mereka untuk mendapatkan transplantasi dan diselamatkan.  

Internet sebagai bala bantuan

Miris! Orangtua ini harus pilih salah satu bayi kembarnya untuk diselamatkan

dok. foto: theAsianparent Singapura

Setelah melakukan tes dan menimbang-nimbang, akhirnya Kang Kang si bayi tertualah yang terpilih untuk diselamatkan.

Mengetahui apa yang terjadi, sang nenek sempat marah dan menentang gagasan untuk memilih di antara bayi-bayi tersebut.

Untungnya, berita ini sampai ke sebuah yayasan amal Cina, China Charities Aid Foundation for Children. Lembaga tersebut akhirnya memberikan bantuan pada mereka. Mereka membantu melalui sebuah kampanye penggalangan dana untuk menyelamatkan kedua bayi kembar itu.

Sang ayah, Deng mengatakan, “Tuhan tidak tidur. Ia menolong bayi kembarku. Tapi, mereka masih harus berjuang untuk bertahan hidup sampai hari transplantasi tiba,” ungkapnya seperti dikutip dari laman theAsianparent Singapura.

 

Semoga keluarga ini menerima bantuan yang dibutuhkannya. Kami juga berharap dan berdoa agar kedua saudara kembar itu segera sembuh, ya.

 

Cerita mitra kami
Memberikan Sogokan untuk Anak, Boleh atau Tidak, Ya?
Memberikan Sogokan untuk Anak, Boleh atau Tidak, Ya?
Serunya theAsianparent on the Go 2025 di Bekasi, Banyak Talk Show Bermanfaat!
Serunya theAsianparent on the Go 2025 di Bekasi, Banyak Talk Show Bermanfaat!
MY BABY dan theAsianparent Indonesia Meriahkan Hari Ibu Lewat Acara Spesial 'Mari Rayakan Ibu'
MY BABY dan theAsianparent Indonesia Meriahkan Hari Ibu Lewat Acara Spesial 'Mari Rayakan Ibu'
Bangga jadi Bunda, Apresiasi Peran Penting untuk Keluarga
Bangga jadi Bunda, Apresiasi Peran Penting untuk Keluarga
Dilansir dari artikel Jaya di theAsianparent Singapura
Baca juga: 

Ingin hamil bayi kembar? Harus coba 4 posisi seks ini!

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Aulia Trisna

  • Halaman Depan
  • /
  • Keluarga
  • /
  • Miris! Orangtua ini harus pilih salah satu bayi kembarnya untuk diselamatkan
Bagikan:
  • Meyakini Asmaul Husna Ar Rahim yang Artinya Yang Maha Penyayang

    Meyakini Asmaul Husna Ar Rahim yang Artinya Yang Maha Penyayang

  • 11 Lagu Sunda Terpopuler Warisan Budaya Jawa Barat, Cek Yuk!

    11 Lagu Sunda Terpopuler Warisan Budaya Jawa Barat, Cek Yuk!

  • Wajib Baca! Ini Doa agar Pacar Makin Sayang dan Takut Kehilangan

    Wajib Baca! Ini Doa agar Pacar Makin Sayang dan Takut Kehilangan

  • Meyakini Asmaul Husna Ar Rahim yang Artinya Yang Maha Penyayang

    Meyakini Asmaul Husna Ar Rahim yang Artinya Yang Maha Penyayang

  • 11 Lagu Sunda Terpopuler Warisan Budaya Jawa Barat, Cek Yuk!

    11 Lagu Sunda Terpopuler Warisan Budaya Jawa Barat, Cek Yuk!

  • Wajib Baca! Ini Doa agar Pacar Makin Sayang dan Takut Kehilangan

    Wajib Baca! Ini Doa agar Pacar Makin Sayang dan Takut Kehilangan

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti