Anak 3 tahun dianiaya oleh gurunya, ini curhatan sang ibu

Ibu korban kekerasan anak oleh guru TK menyampaikan curahan hatinya lewat media sosial.

Sebuah video yang menampilkan perilaku kasar guru di sebuah sekolah TK menjadi viral, pelaku telah dilaporkan dan ditangkap. Sementara korban kekerasan anak akan dipindahkan ke sekolah lain oleh orangtuanya. 

Nur Hasriha Mohamad, ibu salah satu korban kekerasan anak oleh guru TK itu merasa sangat kecewa oleh perlakuan yang diterima oleh putrinya. 

Dia sangat menyayangkan bahwa putrinya menjadi korban kekerasan anak, terutama oleh orang yang ia percaya untuk menjaga anaknya selama di sekolah. Padahal setiap kali bertemu dengan pelaku, mereka terlihat seperti orang yang baik. Alangkah kagetnya Nur saat melihat video viral tersebut dan melihat anaknya menjadi korban.

Artikel terkait: Rekaman guru TK memukuli anak ini bikin geram semua orang

Curhatan ibu korban kekerasan anak 

 

Dia menulis di laman Facebook-nya: 

Mengenai kasus penganiayaan anak saya, terus terang saya katakan, saya tidak bisa menerima apa yang telah dia lakukan pada anak saya. Saya tidak menyangka, orang yang saya percayakan untuk menjaga anak saya, ternyata berhati binatang. 

Kami bukan dari keluarga berada, iuran bulanan sekolah itu termasuk mahal bagi kami. RM380 (sekitar Rp.1.330.000). Kami mengharapkan pelayanan yang sesuai dengan harga yang kami bayar, bukan dengan cara seperti ini. Terus terang, setiapkali saya mengantar anak ke sekolah, mereka terlihat baik sekali di depan saya.

Anak saya sempat tidak mau sekolah, dia bilang dia dipukul oleh gurunya, namun saya tidak percaya perkataan anak saya, tapi anak saya bilang dia siap memperlihatkan bagaimana cara guru memukulnya. 

Saya dan suami masih berpikir bahwa apa yang dikatakan putri kami hanya mengada-ngada. Sampai akhirnya video itu tersebar. Setiap kali melihat video itu di media sosial, saya selalu kepikiran, hati ini tidak bisa menerima apa yang terjadi saat ini.

korban kekerasan anak

Dina, korban kekerasan anak oleh guru TK. Sumber: Facebook

Rencana pindah sekolah

Hari ini, 14 Agustus 2018 adalah ulang anakku Dina yang ke-3 tahun. Awalnya saya berencana merayakannya di sekolah bersama teman-temannya. Tapi, setelah kejadian ini, tentu saja saya batalkan. Ini adalah tahun pertama Dina merasakan sekolah, dan dia sudah menderita seperti ini. 

Sebelum tidur, saya tanya dia, apakah Dina mau pindah sekolah ke sekolah baru tidak?’ Dia langsung antusias dan merasa senang sekali. Mungkin baginya, pindah ke sekolah lain seperti surga. Tapi saya harap, di sekolah barunya nanti, Dina benar-benar dijaga dengan baik.

Jangan sampai kejadian ini terulang lagi, kasihanilah anak-anak tak berdosa dianiaya seperti ini.

Saya juga berterimakasih kepada orang yang sudah merekam ini, dan pihak sekolah yang sudah bertindak cepat. Anda sudah melakukan yang terbaik bagi para korban kekerasan anak oleh oknum guru ini. Terimakasih banyak.

Untuk si pelaku, saya tidak akan memaafkan Anda sampai kapanpun juga. Saya harap keadilan akan hadir untuk anak saya dan korban lainnya. 

*** 

Semoga kasus ini menjadi pelajaran, agar kita tidak pernah mengabaikan ucapan anak bila dia mengatakan dirinya dikasari oleh orang dewasa. Karena meskipun kelihatannya tidak masuk akal, seharusnya sebagai orangtua bisa lebih cermat dalam memahami bahasa anak. 

 

Baca juga: 

Kaki siswa dipukul guru dengan rotan hingga memar dan sobek, sang ayah ungkapkan kekecewaan