Cara Merangsang Perkembangan Intelektual Balita

lead image

Pada masa balita, perkembangan intelektual anak berkembang pesat. Bagaimana cara meningkatkan perkembangan intelektual balita dengan cara yang menyenangkan?

Sikap kita sehari-hari mempengaruhi perkembangan intelektual mereka.

Sikap kita sehari-hari mempengaruhi perkembangan intelektual mereka.

Kita sering mendengar usia balita sebagai masa emas (GoldenAge) dalam kehidupan seseorang. Pada periode inilah perkembangan intelektual anak menentukan periode selanjutnya dalam kehidupannya. Bagaimana cara meningkatkan perkembangan intelektual balita dengan cara yang menyenangkan?

Dalam buku Meningkatkan Kecerdasan Anak karya Joan Beck, disebutkan beberapa hal penting yang harus menjadi perhatian seorang ibu untuk meningkatkan perkembangan intelektual balitanya tanpa menimbulkan tekanan-tekanan bagi si anak.

Hal-hal apa saja yang harus menjadi perhatian setiap ibu dalam kehidupan sehari-hari?

6 Hal terkait perkembangan intelektual balita

1. Bahasa

Perkembangan bahasa anak antara umur 3 sampai 6 tahun mengalami perkembangan yang luar biasa. Pada masa ini, Anda akan menjadi model, sekaligus orang yang paling berpengaruh bagi perkembangan bahasa anak dan pembentukan pola pikir anak.

Apa yang harus Anda lakukan?

1. Ajarkan anak untuk menyebutkan nama-nama benda dengan baik dan benar serta menambah kosakata anak dengan berbagai buku bacaan yang baik bagi anak.

2. Perhatikan dengan penuh perhatian ketika anak berbicara, hal ini dapat membantu anak untuk berbicara dengan tenang dan menghilangkan kebiasaan gagap yang sering muncul.

3. Membantu anak menggunakan bahasa untuk berpikir. Misalnya, dengan membuat rencana. Contohnya, Anda bisa menggunakan kalimat, “Setelah Dodi membantu Ibu merapikan mainan, kita akan jalan-jalan ke taman.”

4. Membantu anak untuk menyatakan perasaannya dalam bentuk kata-kata sekaligus mengajarkan anak untuk memahami perasaan orang lain. Contohnya, “ Oke. Ibu tahu Kakak marah gara-gara mainannya direbut Adik. Tapi, coba Kakak mau mengajak Adik main bersama. Mungkin Adik tidak akan merebut mainan Kakak.”

5. Kembangkan kebiasaan mendengarkan cerita anak dengan penuh perhatian.

6. Bila Anda memiliki kemampuan berbahasa asing, ajarkan anak untuk mengenalkan bahasa tersebut.

2. Pengamatan

Pengamatan berarti kemampuan mengirimkan rangsangan ke otak dan menafsirkannya dengan benar. Pengamatan ini melibatkan daya tangkap panca indera terhadap lingkungannya.

Untuk mempertajam kemampuan pengamatan Si Kecil, Anda bisa melakukan beberapa permainan berikut.

1. Menyusun balok-balok mainan

2. Bermain tebak benda

3. Melakukan permainan melewati rintangan, seperti merangkak di bawah meja, meloncat, berguling dan memanjat.

4. Ajarkan anak untuk membedakan kanan dan kiri, serta cara makan yang baik.

4. Ajarkan bentuk-bentuk geometris

5. Mintalah anak menyebutkan apa saja yang dilihatnya sepanjang perjalanan.

6. Lakukan permainan dengan menggunakan kata sifat.

3. Matematika

Kunci untuk mengajarkan matematika pada balita adalah dengan menyusun tingkatan-tingkatan agar dia bisa menemukannya sendiri. Selan itu juga dengan memperkenalkan konsep-konsep itu melalui permainan.

Baca juga : Mengenalkan Geometri pada Balita dan Mengembangkan Kemampuan Aritmetika Balita

4. Ilmu Pengetahuan

Usia 3 hingga 6 tahun merupakan periode di mana anak memiliki keingintahuan yang besar tentang segala hal. Anda bisa mengembangkan pengetahuannya dengan cara menjawab semua pertanyaan yang diajukannya.

Bagaimana bila Anda tidak mengetahui jawaban dari pertanyaan yang diajukan?

Katakan padanya, “Ibu juga belum tahu jawabannya. Yuk, kita cari jawabannya bersama-sama.”

Dengan mengatakan hal itu, Anda akan memperoleh beberapa hal positif. Yaitu :

  • Anak akan lebih merasa dekat kepada Anda. Anda bukanlah sosok yang serba tahu.
  • Anda mengajari anak bagaimana cara mencari informasi yang benar. Baik melalui internet ataupun membuka buku pengetahuan dan kamus.

5. Pembentukan Konsep

Ketika mengamati sekelilingnya anak seringkali keliru menyatakan pemahamannya. Hal itu sering terjadi karena anak kurang memiliki informasi terhadap hal tersebut. Nah, tugas Andalah untuk memberikan informasi yang benar kepada Si Kecil.

Misalnya, anak sering mengartikan adik bayi bisa dibeli di rumah sakit. Atau, bulan lebih besar daripada matahari atau bintang.

6. Mainan

Usia 3 hingga 6 tahun merupakan puncaknya bermain. Inilah periode di mana anak paling membutuhkan dan paling menikmati permainan.

Nah, Anda bisa meningkatkan perkembangan intelektual anak dengan cara memilihkan permainan-permainan edukasi.

Baca juga: Tak Semua Mainan Menstimulasi Otak Anak

Parents, selamat mencoba…

Baca juga artikel menarik lainnya:

Ketika Anak Merasa Dirinya Berbeda

13 Ucapan Orangtua yang Berpengaruh Buruk pada Pola Anak

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.