TAP top app download banner
theAsianparent Indonesia Logo
theAsianparent Indonesia Logo
kemendikbud logo
Panduan Produk
Keranjang
Masuk
  • Kehamilan
    • Kalkulator perkiraan kelahiran
    • Tips Kehamilan
    • Trimester Pertama
    • Trimester Kedua
    • Trimester Ketiga
    • Melahirkan
    • Menyusui
    • Kehilangan bayi
    • Project Sidekicks
  • Anak
    • Bayi Baru Lahir
    • Bayi
    • Balita
    • Prasekolah
    • Anak
    • Praremaja & Remaja
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
    • Pengasuhan Anak
    • Edukasi Prasekolah
    • Edukasi Sekolah Dasar
    • Edukasi Remaja
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
    • Keluarga
    • Doa Islami
    • Pernikahan
    • Seks
    • Berita Terkini
  • Kesehatan
    • COVID-19
    • Info Sehat
    • Penyakit
    • Vaksinasi
    • Kebugaran
  • Gaya Hidup
    • Korea Update
    • Hiburan
    • Travel
    • Fashion
    • Kebudayaan
    • Kecantikan
    • Keuangan
  • Nutrisi
    • Resep
    • Makanan & Minuman
    • Sarapan Bergizi
  • Ayah manTAP!
    • Kesehatan Ayah
    • Kehidupan Ayah
    • Aktivitas Ayah
    • Hobi
  • VIP
  • Event

Suara Hati Istri: "Aku tak Dipercaya Mengelola Keuangan, padahal Suamiku Boros"

Bacaan 5 menit
Suara Hati Istri: "Aku tak Dipercaya Mengelola Keuangan, padahal Suamiku Boros"

Keluhan seorang Bunda yang ingin mengelola keuangan keluarga karena suaminya boros. Apa yang harus dilakukan ya?

“Siapa ya yang seharusnya lebih piawai terkait cara mengelola keuangan keluarga? Suami atau istri?”

Pertanyaan ini nampaknya sering sekali ditanyakan pasangan yang baru menikah. Pasalnya, situasi keuangan sedikit banyak memengaruhi kondisi keluarga nantinya.

Contoh, ketika Bunda menyadari ternyata memiliki suami yang boros menghabiskan uang pastinya akan berpengaruh dalam arus kas keuangan keluarga. Seperti kisah yang dialami Bunda Rasha belum lama ini dalam forum aplikasi theAsianparent Indonesia.

Kisah Bunda: ‘Aku tidak pernah dipercaya mengelola keuangan keluarga’

cara mengelola keuangan keluarga

“Mom, mau tanya adakah di sini yang dalam rumah tangga suamilah yang mengatur keuangan? Sedih, aku nggak pernah dikasih kepercayaan sama suami untuk manage keuangan,” demikian penuturan Bunda Rasha memulai kisahnya.

Diakui Bunda Rasha, ia hanya mendapatkan jatah setiap bulan dari suaminya dan tidak mengetahui secara pasti berapa penghasilan serta sisa gaji suaminya setelah pengeluaran bulanan rumah tangga.

“Padahal, aku hampir satu tahun menikah. Aku sadar dia sok bisa mengatur uang. Padahal orangnya tuh boros, setiap bulan bahkan jauh hari sebelum gajian berikutnya uang udah habis aja,” sambungnya.

Habit sang suami sontak membuat Bunda Rasha merasa kekurangan, hingga harus memutar otak bagaimana menyiasati keuangan rumah tangga.

Mengatur keuangan rumah tangga,

Bunda Rasha meyakini, jika sang suami memercayakan keuangan pada dirinya pasti keuangan akan berjalan lancar dan rezeki mengalir deras. Gaji sekecil apapun pasti cukup, karena ia bisa mengelolanya dengan baik.

Cerita Bunda Rasha mendapat beragam dukungan dari Parents yang lain. Tak sedikit yang mendukung bahwa sejatinya istrilah yang memegang kendali keuangan, karena memang istri banyak terlibat langsung dalam tetek bengek rumah tangga.

Cara mengelola keuangan keluarga, bagaimana cara menyiasati suami yang boros?

cara mengelola keuangan keluarga

Perihal cara mengelola keuangan keluarga dan siapa yang seharusnya mengatur finansial sepenuhnya, sebaiknya memang didiskusikan dengan baik antara kedua belah pihak.

Pastikan Parents sudah mengenal dengan baik karakter pasangan dalam hal kebiasaan keuangan. Contoh, siapa yang lebih boros dan cenderung teratur terkait keuangan. Apakah pasangan adalah tipe yang detail mencatat pengeluaran setiap bulan, atau lebih ke let it flow dan menikmati hidup apa adanya tanpa rencana?

Kenali juga manakah antara Ayah dan Bunda yang memiliki pengetahuan keuangan lebih baik? Poin ini kedengarannya sepele, namun akan sangat menentukan siapa yang lebih layak bertindak sebagai manajer keuangan keluarga.

Artikel terkait: “Suami menyuruhku menafkahi keluarga karena dia malas bekerja,” jeritan hati seorang istri

Tips dan cara mengelola keuangan dari pakar financial planner

Suara Hati Istri: Aku tak Dipercaya Mengelola Keuangan, padahal Suamiku Boros

Dalam blog pribadinya, Prita Hapsari Ghozie, SE, MCom, GCertFinPlanning, CFP, QWP, selaku financial planner membagikan kriteria pengelolaan keuangan dalam pernikahan antara lain:

  • Penghasilan suami dan istri yang sama-sama bekerja digabung lalu digunakan untuk kebutuhan keluarga;
  • Penghasilan suami sepenuhnya untuk kebutuhan keluarga, sementara gaji istri milik sendiri;
  • Suami memberikan jatah bulanan pada istri tanpa istri mengetahui pasti jumlah penghasilan pasangan;
  • Diskusi bersama keuangan dalam menyelesaikan kebutuhan bergantung aspek kebutuhan rumah tangga. Misal gaji suami digunakan untuk membayar cicilan rumah, uang sekolah anak, dan belanja bulanan. Sementara itu, istri mengalokasikan gaji untuk tagihan listrik, telepon, dan tabungan dana liburan keluarga

Menurut Prita, tidak ada yang paling benar dan salah dalam model mana yang dipilih pasangan. Namun, sangat penting untuk Anda terbuka mengenai keuangan menyoal jumlah penghasilan, siapa yang bertugas menjadi manajer keuangan, dan bagaimana persentase pembagian pos penghasilan untuk keluarga.

Artikel terkait: Kakeibo, cara atur keuangan ala Jepang ini bikin Parents tidak boros

Hal yang harus dilakukan agar pengelolaan keuangan keluarga berjalan baik

Suara Hati Istri: Aku tak Dipercaya Mengelola Keuangan, padahal Suamiku Boros

Menilik kasus Bunda Rasha, sang suami adalah pribadi yang berlebihan dalam pengeluaran, dan merahasiakan soal keuangan dari istri, langkah apa yang bisa dilakukan dalam menyiasati suami yang boros?

  • Communication is the key

Menerima kondisi pasangan apa adanya, termasuk kebiasaan boros dalam keuangan adalah langkah awal yang perlu dilakukan. Komunikasikan dengan baik bahwa cara mengelola keuangan keluarga yang ia lakukan kurang tepat dan berisiko membahayakan perencanaan keuangan keluarga di masa depan.

Hindari menyalahkan pasangan tanpa tedeng aling-aling. Bukannya terbuka, pasangan yang ada semakin menjauh dan memilih berbohong untuk pengeluarannya.

  • Atur anggaran dengan baik

Mengubah kebiasaan keuangan memang tidak bisa dilakukan dalam waktu instan. Salah satu cara yang dapat diterapkan adalah pisahkan pengeluaran dalam beberapa rekening khusus.

Satu rekening untuk pengeluaran rutin harian, satu reknening lagi untuk dana darurat keluarga, dan sediakan juga rekening untuk dana operasional dan belanja. Buat kesepakatan bahwa tidak boleh mengambil dana di rekening lain jika peruntukkan dana sudah habis sebelum waktunya.

  • Tentukan tujuan keuangan bersama

cara mengelola keuangan keluarga

Sebagai penyemangat, ajak pasangan untuk membuat tujuan keuangan. Misalnya: ingin membeli kendaraan karena sudah ada buah hati, destinasi impian mana lagi yang akan dicoret dalam checklist mimpi, atau kapan target dana pendidikan anak terkumpul?

Hal ini membutuhkan waktu yang tidak sebentar, namun jika ada target pasti pasangan akan lebih disiplin dan berkomitmen untuk mencapai tujuan yang sudah dibuat.

  • Pilih cara menabung dan investasi bulanan yang tepat

Adanya tujuan dan komitmen sulit terlaksana jika belum mengetahui kendaraan menuju ke sana. Misalnya memastikan anggaran menabung setiap bulan, atau instrumen investasi apa yang dipilih untuk mencapai tujuan? Apakah logam mulia, reksa dana, atau deposito? Bicarakan hal ini dengan pasangan secara terbuka agar keuangan selalu lancar.

Cerita mitra kami
Memberikan Sogokan untuk Anak, Boleh atau Tidak, Ya?
Memberikan Sogokan untuk Anak, Boleh atau Tidak, Ya?
Serunya theAsianparent on the Go 2025 di Bekasi, Banyak Talk Show Bermanfaat!
Serunya theAsianparent on the Go 2025 di Bekasi, Banyak Talk Show Bermanfaat!
MY BABY dan theAsianparent Indonesia Meriahkan Hari Ibu Lewat Acara Spesial 'Mari Rayakan Ibu'
MY BABY dan theAsianparent Indonesia Meriahkan Hari Ibu Lewat Acara Spesial 'Mari Rayakan Ibu'
Bangga jadi Bunda, Apresiasi Peran Penting untuk Keluarga
Bangga jadi Bunda, Apresiasi Peran Penting untuk Keluarga
Sumber: Money Crasher

Baca juga :

"Suamiku sangat pelit, untuk makan saja saya harus pinjam," keluh seorang istri

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Erinintyani Shabrina Ramadhini

Diedit oleh:

Fitriyani

  • Halaman Depan
  • /
  • Keluarga
  • /
  • Suara Hati Istri: "Aku tak Dipercaya Mengelola Keuangan, padahal Suamiku Boros"
Bagikan:
  • 10 Tanda dan Ciri-ciri Anak Kurang Kasih Sayang, Waspada Dampaknya!

    10 Tanda dan Ciri-ciri Anak Kurang Kasih Sayang, Waspada Dampaknya!

  • Niat Puasa Ayyamul Bidh dan Jadwalnya di Januari 2026

    Niat Puasa Ayyamul Bidh dan Jadwalnya di Januari 2026

  • 20 Contoh Surat Keterangan Kerja Beserta Format Lengkapnya

    20 Contoh Surat Keterangan Kerja Beserta Format Lengkapnya

  • 10 Tanda dan Ciri-ciri Anak Kurang Kasih Sayang, Waspada Dampaknya!

    10 Tanda dan Ciri-ciri Anak Kurang Kasih Sayang, Waspada Dampaknya!

  • Niat Puasa Ayyamul Bidh dan Jadwalnya di Januari 2026

    Niat Puasa Ayyamul Bidh dan Jadwalnya di Januari 2026

  • 20 Contoh Surat Keterangan Kerja Beserta Format Lengkapnya

    20 Contoh Surat Keterangan Kerja Beserta Format Lengkapnya

Daftarkan email Anda sekarang untuk tahu apa kata para ahli di artikel kami!
  • Kehamilan
  • Tumbuh Kembang
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Home
  • TAP Komuniti
  • Beriklan Dengan Kami
  • Hubungi Kami
  • Jadilah Kontributor Kami
  • Tag Kesehatan


  • Singapore flag Singapore
  • Thailand flag Thailand
  • Indonesia flag Indonesia
  • Philippines flag Philippines
  • Malaysia flag Malaysia
  • Vietnam flag Vietnam
© Copyright theAsianparent 2026. All rights reserved
Tentang Kami|Tim Kami|Kebijakan Privasi|Syarat dan Ketentuan |Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti