Penyebab dan Cara Tepat Mengatasi Ruam Popok Pada Bayi

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

Ruam popok sering terjadi pada bayi. Meski umum terjadi, jangan menganggapnya sepele ya Parents. Karena ruam dapat berkembang menjadi infeksi.

Ruam popok pada kulit sensitif bayi kerap terjadi. Jika area penggunaan popok pada pantat bayi Anda terlihat merah dan iritasi, besar kemungkinan ia mengalami ruam popok.

Selain berwarna kemerahan, tanda lainnya juga kulit sedikit bengkak dan hangat ketika disentuh. Ruam yang terjadi bisa ringan – berupa bintik-bintik merah pada area yang kecil, atau cukup parah berupa benjolan merah yang menyebar hingga ke perut dan paha bayi.

Mengapa bayi bisa mengalami ruam popok

Berbagai penampakan ruam popok pada- kulit- bayi. Sumber: loohealth.com

Berbagai penampakan ruam popok pada kulit bayi. Sumber: loohealth.com

Ruam popok sebenarnya bukan semata-mata kesalahan dalam penggunaan popok, baik itu popok sekali pakai atau popok kain. Tapi juga bisa karena reaksi alergi pada jenis makanan baru, atau iritasi karena pipisnya sendiri.

Beberapa penyebab ruam popok antara lain:

  • Popok yang lembab. Pemakaian popok yang terlalu lama hingga terlalu penuh dan lembab dapat menyebabkan iritasi. Terutama jika urin telah bercampur dengan bakteri yang terdapat dalam kotorannya, sehingga terbentuk amonia yang sangat keras bagi kulit sensitif bayi. Itu sebabnya bayi yang sering buang air besar atau sedang diare lebih rentan mengalami ruam.
  • Gesekan atau sensitifitas terhadap zat kimia. Ruam pada area pantat bayi bisa saja terjadi karena kulitnya mengalami gesekan dengan popok yang dikenakan. Terutama jika bayi sangat aktif dan sensitif terhadap bahan kimia yang terdapat pada popok sekali pakai, atau deterjen yang digunakan untuk mencuci popok kain. Bisa juga karena lotion atau bedak yang digunakan.
  • Makanan baru. Saat bayi diperkenalkan pada makanan padat, komposisi kotorannya pun akan berubah. Kandungan asam dalam makanan tertentu, umumnya jus buah, dapat menyebabkan diare atau meningkatkan frekuensi buang air besar pada bayi. Baca: Hati-Hati, Jus Buah Bisa Tidak Baik Bagi Bayi.
  • Infeksi bakteri atau jamur. Area popok adalah daerah yang hangat dan lembab, sehingga bakteri dan jamur bisa berkembang. Jika saat mengganti popok tidak benar-benar bersih, maka infeksi bisa terjadi dengan mudah hingga menyebabkan ruam, terutama di sela lipatan kulit. Infeksi jamur pada mulut bayi dapat menginfeksi daerah popok mereka juga.
  • Antibiotik. Bayi yang sedang mengonsumsi antibiotik (atau ibu yang menyusui) dapat terkena infeksi jamur. Karena antibiotik mengurangi jumlah bakteri sehat yang mencegah munculnya jamur dan menghancurkan bakteri jahat. Antibiotik juga dapat menyebabkan diare, yang dapat berkontribusi terjadinya ruam popok.

Cara mengatasi ruam popok pada bayi

Mengatasi ruam popok pada bayi membutuhkan kesabaran dan ketekunan. Umumnya, jika ditangani dengan baik ruam akan sembuh dan menghilang dalam 3-4 hari.

Namun segera hubungi dokter jika ruam tampak semakin buruk dan menjadi infeksi. Tandanya berupa lecet parah, muncul bintil-bintil berisi nanah, atau seperti luka yang terbuka.

Juga hubungi dokter jika anak menjadi demam atau ruamnya tidak hilang setelah beberapa perawatan yang bisa dilakukan di rumah ini:

  1. Menjaga kebersihan dengan sering mengganti popok, terutama setiap bayi buang air besar. Termasuk bangun di malam hari untuk mengganti popoknya.
  2. Bilas daerah pantat bayi dengan baik setiap mengganti popok. Jangan gunakan tisu yang mengandung alkohol atau wewangian. Cukup gunakan kapas dan air hangat.
  3. Tepuk kulit pantat bayi (jangan digosok) dengan handuk lembut hingga kering. Lalu gunakan salep yang aman pada kulit bayi yang sudah kering sempurna sebagai pelindung terhadap gesekan dengan popok.
  4. Pakaikan popok yang agak longgar pada bati untuk memungkinkan adanya sirkulasi udara yang lebih baik. Jika Anda menggunakan popok sekali pakai, coba ganti dengan merk berbeda, terkadang kulit sensitif bayi alergi terhadap kandungan pada popok dalam merk tertentu. Baca: Pilih Popok Kain Atau Popok Sekali Pakai? Ini Pro dan Kontranya
  5. Sesekali, biarkan pantat anak bebas dari popok. Namun pastikan tempatnya bermain bersih, bebas dari kuman, dan dalam ruangan yang hangat. Juga biarkan pantat anak terbuka saat dijemur di bawah matahari pagi.

Selain cara-cara di atas. Hindari juga penggunaan detergen yang mengandung wewangian ketika mencuci popok kain dan baju bayi. Gunakan air panas dan bilas dua kali sebelum menjemur.

Ketika memperkenalkan MPASI pada bayi, berikan satu jenis makanan saja setiap kali makan. Dan ulangi hanya pemberian makanan tersebut selama 2-3 hari, untuk melihat apakah ada reaksi alergi yang timbul.

Baca: 10 Jenis Makanan yang Berbahaya Bagi Bayi dibawah 1 Tahun

Hindari juga penggunaan bedak pada area pantat dan kelamin bayi. Selain berbahaya jika terhirup, butiran halus bedak justru dapat menimbulkan atau memperparah ruam popok pada bayi.

Semoga informasi ini berguna, Parents!

 

Referensi: Baby Center, WebMd

Baca juga:

7 Mitos dan Kebiasaan Salah Dalam Merawat Bayi

 

 

Dapatkan Infomasi Terbaru dan Hadiah Menarik Khusus Member

Terimakasih telah mendaftar

Kunjungi fanpage kami untuk info menarik lainnya

Menuju FB fanpage
theAsianparent Indonesia

Bayi