Duh! Kasus Disfungsi Ereksi Meningkat Saat Pandemi, Ini Cara Mengatasinya

Duh! Kasus Disfungsi Ereksi Meningkat Saat Pandemi, Ini Cara Mengatasinya

Baru-baru ini sebuah penelitian menyebutkan kalau banyak pria yang mengalami disfungsi ereksi.

Disfungsi ereksi merupakan salah satu momok yang menakutkan bagi kaum adam. Sayannya, kondisi akan ketidakmampuan penis untuk mencapai ereksi atau mempertahankannya ini justru dinilai makin meningkat selama pandemi. Bagaimana cara mengatasi disfusi ereksi ini?

Pertanyaan ini tentu saja akan langsung terbesit di benak Parents, benar tidak? Biar bagaimana pun kehidupan seksual tentu saja akan memengaruhi keintiman sebuah pernikahan. Pada saat seorang pria mengalami ereksi yang kurang maksimal, bukan tidak mungkin akan meruntuhkan rasa percaya diri.

Disfungsi ereksi ini pun akan berdampak pada hubungan seksual dimana kedua pihak akan merasa tidak terpuaskan, timbulnya rasa kurang nyaman, masalah ejakulasi dini, bahkan rasa trauma untuk berhubungan seksual

Artikel terkait: Disfungsi Ereksi Pada Pria Sering Diabaikan, Ini Cara Menanganinya Menurut Pakar

Penelitian Buktikan Kasus Disfungsi Ereksi Meningkat karena Lockdown

Duh! Kasus Disfungsi Ereksi Meningkat Saat Pandemi, Ini Cara Mengatasinya

Sebuah studi di Inggris menunjukkan hasil bahwa kasus disfungsi ereksi pada laki-laki kini tengah meningkat di Inggris akibat lockdown. Mengutip dari Daily Mail, ada 13 persen peningkatan permintaan perawatan untuk disfungsi ereksi sejak bulan Mei 2020.

Riset yang dilakukan Superdrug Online Doctor tersebut dilakukan lantaran ada peningkatan kebutuhan produk pil, pompa penis medis, dan krim vasolidator pada situs mereka.

Selain itu, pencarian online mengenai masalah seksual berada di puncaknya dalam 12 bulan terakhir, dicatat dari Google Trends Inggris. Diduga, penyebabnya adalah stress dan konsumsi alkohol yang tinggi selama pandemi COVID-19.

“Masalah ereksi adalah hal biasa, dan biasanya disebabkan oleh stres, kelelahan, kegelisahan, atau terlalu banyak minum alkohol,” jelas dokter umum dari Superdrug, dr. Zoe Williams.

“Dalam kebanyakan kasus, disfungsi ereksi tidak perlu dikhawatirkan. Tetapi jika tetap ada, maka itu mungkin disebabkan oleh masalah fisik atau psikologis, dan Anda harus berbicara dengan dokter mengenai hal itu,” lanjutnya.

Konsumsi alkohol berlebihan diketahui dapat melemahkan sistem imun tubuh dan juga berpotensi meningkatkan risiko tertular virus. Terutama di masa pandemi seperti sekarang ini dimana Virus Corona tengah mewabah.

“Semua faktor ini telah diperburuk dengan lockdown COVID-19 baru-baru ini,” tambah dr. Zoe.

Bagi sebagian orang, tekanan mental yang dirasakan selama pandemi dapat membuat mereka lari kepada konsumsi alkohol sebagai pelarian dari stress. Mulai dari rasa kesepian, tidak bisa berinteraksi dengan orang lain selama lockdown, hingga pemutusan hubungan kerja karena pandemi bisa berpengaruh.

Disfungsi ereksi juga dapat menjadi tanda atau gejala awal dari kondisi medis lainnya, seperti tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan masalah gangguan hormon.

Tanda-Tanda Anda Mengalami Disfungsi Ereksi

Duh! Kasus Disfungsi Ereksi Meningkat Saat Pandemi, Ini Cara Mengatasinya

Sayangnya, banyak pria yang tidak sadar bahwa dirinya mengalami disfungsi ereksi. Menurut data dari The Global Study of Sexual Attitudes and Behavior, jumlah penderita disfungsi ereksi terbanyak ada di Asia Tenggara (28,1%), diikuti Asia Timur (27,1%), dan Eropa Utara (13,3%).

Menurut Dr. Nugroho Setiawan, ahli andrologi dari RSU Fatmawati Jakarta, ada 4 tingkatan ereksi pada pria. Pria disebut tidak mengalami disfungsi ereksi jika berada di tingkat keempat.

“(Tingkat) empat itu keras sekali, seperti timun muda. Pada tingkatan ini (pria) tidak mengalami disfungsi ereksi,” kata dr. Nugroho kepada Kompas.com.

“Pada tingkat 3, dia (penis) besar, keras, tapi tidak seluruhnya. Ini cukup untuk penetrasi ke vagina, ini seperti sosis. Tapi pria nggak tahu kalau di tingkat ini sudah disebut disfungsi ereksi karena ereksinya tidak maksimal. Kalau tidak maksimal, ruginya pasti terjadi ejakulasi dini,” ia menjelaskan.

Untuk tingkat pertama dan kedua, dr. Nugroho mengibaratkan penis seperti kue moci yang terasa kenyal jika disentuh.

Apabila seorang pria mengalami ereksi di tingkat pertama hingga ketiga seperti ciri-ciri di atas, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter.

Artikel terkait: Suami Punya Masalah Disfungsi Ereksi? Lakukan Hal Ini Untuk Membantunya

5 Cara Mengatasi Disfungsi Ereksi

Duh! Kasus Disfungsi Ereksi Meningkat Saat Pandemi, Ini Cara Mengatasinya

Dalam beberapa kasus, untuk mengatasi difungsi ereksi atau impotensi dibutuhkan intervensi medis. Namun dengan menerapkan pola hidup sehat dan melakukan hal-hal berikut, maka disfungsi ereksi bisa diatasi.

1. Menurunkan Berat Badan

Berat badan berlebih dapat memicu difungsi ereksi pada pria. Penyebabnya adalah penyempitan pembuluh darah akibat timbunan lemak. Selain itu, ada pula risiko penyakit jantung dan stroke.

2. Olahraga, Cara Mudah Mengatasi Disfungsi Ereksi

Menurut sebuah studi di Harvard, berjalan kaki atau jogging setidaknya 3,5km perhari atau 30 menit dapat menurunkan risiko disfungsi ereksi hingga 40 persen. Secara umum, WHO menganjurkan aktivitas fisik selama 150 menit tiap minggunya untuk menjaga kesehatan.

3. Latihan Otot Dasar Panggul

Melakukan latihan otot dasar panggul atau senam kegel tidak hanya bisa dilakukan oleh wanita saja. Faktanya pria juga bisa melakukan latihan otot dasar panggul untuk mencegah disfungsi ereksi.

Senam kegel akan membantu memperkuat otot bulbocavernosus. Otot ini memiliki fungsi untuk memperlancar aliran darah ke penis selama ereksi, memompa saat ejakulasi, dan membantu mengosongkan uretra setelah buang air kecil.

4. Konsumsi Asam Amino

Untuk dapat mendukung kesuksesan ereksi, tubuh mengeluarkan asam amino alami bernama L-arginine yang berfungsi dalam pembuatan oksida nitrat. Oksida nitrat berguna agar pembuluh darah rileks dan ereksi dapat dipertahankan lebih lama.

Oleh karena itu, untuk mengobat disfungsi ereksi biasanya dokter akan meresepkan asam amino untuk pria.

5. Berhenti Merokok Untuk Mengatasi Disfungsi Ereksi

Rokok merupakan salah satu faktor risiko masalah jantung dan pembuluh darah. Gangguan sirkulasi darah dapat meningkatkan risiko impotensi. Ereksi tidak bisa terjadi jika aliran darah tidak lancar atau tidak terkonsentrasi pada organ seksual pria.

Apabila Anda mengalami disfungsi ereksi, tidak perlu khawatir dan jangan ragu-ragu untuk berkonsultasi dengan dokter. Cara mengatasi disfungsi ereksi yang paling ampuh adalah menerapkan pola hidup sehat.

Jika penyebab disfungsi ereksi dikarena adanya gangguan psikologis seperti stres atau depresi, maka sangat dianjurkan untuk mengunjungi psikolog. Dengan mengetahui bagaimana cara mengatasi disfungsi ereksi yang tepat, diharapkan kehidupan seksual tetap sehat dan bergairah.

Baca Juga:

Waspadai 5 penyebab impotensi berikut, no. 5 sering diabaikan

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner