Penelitian: Jangan biasakan memuji anak 'pintar', ini alasannya!

Penelitian: Jangan biasakan memuji anak 'pintar', ini alasannya!

Hati-hati pada saat orangtua ingin memberikan pujian pada anak.

Cara memuji anak memang cukup tricky, karena bisa menjadi bumerang bagi Parents dan bisa memengaruhi karakter anak di kemudian hari.

Siapa di antara Bunda yang sering memberikan pujian pada anak? Memberikan pujian saat anak memenangkan lomba menggambar, lomba lari, atau bahkan saat anak mendapatkan hasil ujian yang tinggi?

Ya, memberikan pujian pada anak memang tidak salah, bahkan menjadi respon alami yang dilontarkan orangtua. Karena pada dasarnya, memberikan pujian merupakan salah satu cara paling umum untuk menghargai dan memberikan apresiasi pada anak.

Namun, tahukah Parents bahwa penelitian terbaru justru mengungkapkan bahwa cara memuji anak yang tidak tepat justru lebih berisko membuat anak melakukan tindakan curang?

Para ahli mengatakan bahwa cara memuji anak yang berlebihan dapat berisiko membuat anak melakukan tindakan curang.

Setidaknya ada dua penelitian yang mengungkapkan, pada saat memberikan pujiaan pada anak secara tidak benar dan tepat bisa menjadi bumerang dan berisiko pada perkembangan karekter anak di kemudian hari.

Professor Kang Lee, bersama dengan rekan peneliti internasional, melakukan dan telah menerbitkan penelitian terkait cara memuji anak. Professor Kang Lee berasal dari Universitas Toronto, Ontario Institute, Fakultas Pendidikan (OISE)

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Psychological Science mengatakan bahwa pujian merupakan salah satu cara paling umum digunakan untuk menghargai anak-anak.

Lebih lanjut para peneliti menyatakan, “Namun, memuji anak-anak karena mereka pintar membawa konsekuensi yang tidak diinginkan. Hal ini tentu saja berisiko merusak motivasi mereka untuk berprestasi lebih baik lagi karena usaha dan kinerja yang mereka lakukan justru tidak diperhatikan.”

Studi ini mengungkapkan bahwa anak-anak prasekolah di Cina yang menerima pujian karena “sangat pintar” lebih mungkin untuk menipu atau melakukan kecurangan. Sebaliknya, anak-anak yang menerima pujian karena mereka telah melakukan sebuah usaha yang sangat baik, atau tidak mendapat pujian karena kepintarannya, justru kecil kemungkinannya untuk melakukan sebuah kecurangan.

Dalam studi lain yang ditulis oleh Kang Lee, anak-anak prasekolah di Cina yang mendapatkan pujian karena kecerdasan atau kepintarannya, mereka cenderung bersedia melakukan tindakan curang saat melakukan sebuah tes dan permainan agar mereka bisa menang.

Baca juga : Penelitian; Cara Orangtua Memuji Memengaruhi Pola Pikir Anak

Mengapa cara memuji anak yang salah  bisa sebabkan kecurangan?

Selama 20 tahun terakhir, Profesor Lee telah mempelajari alasan di balik mengapa seorang anak bisa melakukan kecurangan atau menipu. Dia menjelaskan, begitu anak-anak belajar bahasa, mereka juga akan belajar untuk tidak jujur.

Dia berbagi, meskipun pujian memiliki banyak manfaat, perlu diingat cara Parents mengekspresikannya bisa memiliki efek negatif.

Menurutnya, inilah yang bisa terjadi:

cara memuji anak

Memuji anak karena kecerdasan mereka dapat membuat mereka merasa tertekan untuk berprestasi setiap saat. Akibatnya, mereka cenderung takut gagal atau menjadi sumber kekecewaan orangtua atau guru mereka.

Ketakutan inilah yang kemudian akan menuntun mereka melakukan kecurangan, bahkan menipu hanya untuk bisa memenuhi harapan atau ekspektasi yang tinggi.

Tentang penelitiannya yang lebih baru, Professor Lee mengatakan, “Kami bahkan terkejut bahwa anak usia tiga tahun sudah mampu melakukannya.”

Penelitiannya ini telah membuktikan bahwa adanya kaitan antara hubungan kemampuan anak untuk mengatakan kebohongan secara meyakinkan dan perkembangan kognitif dan sosial mereka.

Berdasarkan penelitian ini, Profesor Lee memberikan pesan yang perlu Parents pahami dan lakukan terkait cara memuji anak.

  • Hindari menggunakan label seperti ‘pintar’ saat memuji anak.
  • Lebih tepat untuk memuji anak atas upaya yang mereka lakukan atau dengan mengacu pada tindakan tertentu.
  • Dia menyarankan untuk menggunakan pernyataan seperti, “Usaha kamu hebat,” atau “Kamu sudah bekerja dan berusaha dengan baik,” daripada berkata, “Kamu pintar!”

Pada saat yang sama, ia juga menyarankan agar Parents tidak perlu kehilangan harapan jika sudah mengetahui bahwa anak telah melakukan kecurangan.

Belajar berbohong sebenarnya merupakan salah satu tanda perkembangan anak. Meskipun begitu, Parents tentu saja perlu melatihnya agar tidakan kecurangan atau menipu menimbulkan masalah baru yang lebih besar lagi.

Terakhir, Professor Lee menyarankan, saat memuji anak, jangan lupa menggunakan pernyataan yang mengedepankan upaya anak untuk mencapai hasil yang diharapkan.

 

Sumber : CTV News, Association for Psychological Science
Artikel ini sebelumnya telah dipublikasikan di theAsianParent Singapura.

 

Baca juga :

Pujian untuk Memotivasi Anak

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner