TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Ini Dia Cara Isolasi Mandiri yang Benar Menurut Dokter Tirta

Bacaan 5 menit
Ini Dia Cara Isolasi Mandiri yang Benar Menurut Dokter Tirta

Dokter Tirta membagikan tips isolasi mandiri yang benar di YouTube-nya. Ini cara isolasi mandiri untuk OTG, pasien dengan gejala ringan dan gejala sedang.

Beberapa waktu terakhir, kasus Covid-19 di Indonesia melonjak tajam. Kondisi ini disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 varian delta yang memiliki tingkat penularan cukup tinggi. Akibatnya, banyak fasilitas kesehatan yang kewalahan menangani jumlah pasien yang membludak, sehingga banyak pasien yang harus memilih cara isolasi mandiri.

Tidak hanya itu, banyak lokasi isolasi yang juga penuh sehingga banyak pasien yang harus isolasi mandiri di rumah masing-masing. Biasanya, mereka yang isolasi di rumah merupakan pasien yang dinyatakan positif terpapar virus SARS-CoV-2 dengan gejala ringan, gejala sedang, dan tanpa gejala.

Isolasi mandiri dilakukan untuk memutus penularan virus agar tidak menyebar ke orang lain. Lalu, apa yang mesti dilakukan?

Salah seorang dokter yang banyak mengedukasi perkara Covid-19, dr. Tirta Mandira Hudhi pun memberikan penjelasan. Melalui kanal Youtube-nya, Tirta PengPengPeng, dr. Tirta mengatakan bahwa seseorang wajib isolasi mandiri atau isoman ketika ia dinyatakan terpapar virus corona dengan gejala ringan, gejala sedang, dan tanpa gejala.

Aktivitas yang dilakukan pun berbeda-beda, tergantung gejalanya. Ini deretan cara isolasi mandiri tergantung dari gejala yang dialami oleh masing-masing individu.

Artikel terkait: 10 Anggota Keluarga Positif COVID-19, Ayah Meninggal karena Terpapar Virus Varian Delta

Cara isolasi mandiri orang tanpa gejala (OTG)

isoman pasien otg

Apabila seseorang yang terinfeksi tidak mengalami gejala apa pun, berikut hal yang bisa dilakukan.

  • Pasien isolasi mandiri tanpa gejala cukup isolasi mandiri selama 10 hari
  • Ketika menjalani isolasi tersebut, ia tidak perlu mengonsumsi obat-obatan apa pun
  • Pasien dianjurkan untuk mengonsumsi makanan yang kaya akan protein untuk mengganti sel tubuh yang rusak
  • Pasien mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin C dan vitamin D
  • Pasien harus banyak istirahat (bedrest) 
  • Pasien boleh melakukan olahraga, tetapi tidak boleh melakukan olahraga berat yang menyebabkan kelelahan
  • Banyak minum air putih

Selain itu, pasien yang tidak bergejala tidak harus melakukan tes swab setelah masa isolasi mandiri berakhir. Hal ini disebabkan, setelah 10 hari tanpa gejala, kemampuan virus sudah tidak aktif (inactive) atau dormant.

“Seseorang yang sudah bebas gejala selama 10 hari, apa pun hasil PCR-nya, itu tidak berpengaruh karena kemampuan virus tersebut sudah inactive atau dormant,” ungkap dokter lulusan Universitas Gadjah Mada ini.

Artikel terkait: Kenali Segera 3 Tanda Kondisi Pasien COVID-19 Memburuk, Jangan Sampai Terlambat!

Orang dengan gejala ringan

isoman orang dengan gejala ringan

Orang dapat digolongkan gejala ringan apabila ia mengalami beberapa gejala berikut.

  • Demam lebih dari 2 hari
  • Nyeri sendi
  • Batuk ringan tanpa sesak napas
  • Anosmia

Apabila mengalami gejala-gejala tersebut, dr. Tirta menyarankan untuk mengobati gejala yang ditimbulkan. Ketika seseorang mengalami demam selama 2 hari, ia bisa minum paracetamol 500 mg tiga kali sehari.

Jika seseorang mengalami nyeri perut, ia bisa minum antasida 500 mg dua hingga tiga kali sehari. Di samping itu, inilah beberapa hal yang direkomendasikan oleh dr. Tirta untuk pasien Covid-19 yang mengalami gejala ringan.

  • Minum cukup air
  • Mengonsumsi makanan berprotein tinggi
  • Istirahat cukup (bedrest)
  • Disarankan untuk tidak berolahraga
  • Melakukan isolasi mandiri antara 10 sampai 14 hari, isolasi bisa berjalan sampai 17 hari apabila di hari ke-14, pasien masih dinyatakan positif
  • Wajib PCR setelah isoman
  • Setelah selesai isolasi mandiri, disarankan untuk membersihkan ruangan dengan desinfektan.

Artikel terkait: Benarkah Air Kelapa Hijau Dapat Mengobati COVID-19? Cek 5 Fakta Berikut Ini!

Cara isolasi mandiri orang dengan gejala sedang

isoman pasien covid dengan gejala sedang

Jika seseorang mengalami gejala sedang, ia harus berkonsultasi dengan dokter dan harus berada di rumah sakit atau di shelter isolasi. Namun, apabila tidak memungkinkan, orang dengan gejala sedang bisa isolasi mandiri di rumah, tetapi harus dipantau terus saturasi oksigennya oleh dokter.

Selain itu, apabila ketika isolasi mandiri berjalan mengalami batuk yang memberat, segera bawa ke rumah sakit. Sebab, dikhawatirkan pasien mengalami happy hypoxia. Berikut ini beberapa hal yang harus dilakukan oleh pasien dengan gejala sedang.

  • Melakukan rontgen dan cek darah lengkap untuk melihat aktivitas paru-paru dan darahnya.
  • Seseorang diperbolehkan isolasi mandiri di rumah apabila hasil rontgen menunjukkan tidak ada bercak keputihan di paru-paru dan kondisi darah bagus. Dalam kondisi ini, pasien akan mendapat resep obat dari dokter sesuai kebutuhan. Biasanya yang diberikan adalah obat antiviral yang mengurangi aktivitas virus dan tidak memperburuk gejala, tetapi perlu dicatat bahwa obat ini tidak membunuh virus.
  • Harus menyediakan oksigen di rumah
  • Menghindari makanan yang berminyak dan mengandung kolesterol tinggi
  • Membatasi asupan gula/karbohidrat
  • Mengonsumsi makanan kaya antioksidan, seperti brokoli, kembang kol, tomat, wortel
  • Mengonsumsi makanan yang mengandung bawang putih, bawang merah, dan jahe merah. Jahe merah mengandung zat antiinflamasi yang dapat melancarkan aliran darah ke tenggorokan sehingga mempercepat penyembuhan.
  • Mengonsumsi makanan kaya protein
  • Minum banyak air putih
  • Lakukan hal-hal yang menyenangkan diri sendiri

Dalam video sepanjang 10 menit lebih tersebut, dr. Tirta juga menekankan pasien untuk tidak mengobati diri sendiri. Sebab, pemberian obat yang salah dapat menyebabkan dampak negatif.

“Pemberian obat harus tepat dosis, sasaran, waktu, dan cara penggunaan,” tegasnya. Ia pun menjelaskan dampak negatif yang dapat terjadi, yakni sebagai berikut.

  • Efek samping jangka panjang.
  • Pemberikan antibiotik tanpa resep dokter dapat menyebabkan bakteri dan virus resisten
  • Dapat menyebabkan kerusakan organ tubuh, terutama hati dan ginjal.

Baca juga: 

Benarkah Vaksin Covid Mempengaruhi Haid? Ini Kata Pakar

Si Kecil Terpapar Covid? Jangan Panik, Ini Deretan Protokol Isoman Anak

8 Cara Meningkatkan Daya Tahan Tubuh Lansia di Atas 50 Tahun

Cerita mitra kami
Cara Memastikan Air Minum Aman Dikonsumsi, Perhatikan Hal Ini!
Cara Memastikan Air Minum Aman Dikonsumsi, Perhatikan Hal Ini!
Rekomendasi Layanan Profesional yang Membantu Ibu Mengelola Rumah & Anak di 2026
Rekomendasi Layanan Profesional yang Membantu Ibu Mengelola Rumah & Anak di 2026
Wajib Tahu! Ini Mitos dan Fakta Makanan Peningkat Kecerdasan Menurut Dokter Anak
Wajib Tahu! Ini Mitos dan Fakta Makanan Peningkat Kecerdasan Menurut Dokter Anak
Asma Anak Tiba-tiba Kambuh? Ingat, Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital
Asma Anak Tiba-tiba Kambuh? Ingat, Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

theAsianparent

Diedit oleh:

Ruben Setiawan

  • Halaman Depan
  • /
  • Info Sehat
  • /
  • Ini Dia Cara Isolasi Mandiri yang Benar Menurut Dokter Tirta
Bagikan:
  • Cara Memastikan Air Minum Aman Dikonsumsi, Perhatikan Hal Ini!
    Cerita mitra kami

    Cara Memastikan Air Minum Aman Dikonsumsi, Perhatikan Hal Ini!

  • 7 Penyebab Pria Ereksi, Tak Melulu karena Rangsangan Seksual

    7 Penyebab Pria Ereksi, Tak Melulu karena Rangsangan Seksual

  • 10 Jenis Keputihan Normal dan Tidak Normal pada Wanita

    10 Jenis Keputihan Normal dan Tidak Normal pada Wanita

  • Cara Memastikan Air Minum Aman Dikonsumsi, Perhatikan Hal Ini!
    Cerita mitra kami

    Cara Memastikan Air Minum Aman Dikonsumsi, Perhatikan Hal Ini!

  • 7 Penyebab Pria Ereksi, Tak Melulu karena Rangsangan Seksual

    7 Penyebab Pria Ereksi, Tak Melulu karena Rangsangan Seksual

  • 10 Jenis Keputihan Normal dan Tidak Normal pada Wanita

    10 Jenis Keputihan Normal dan Tidak Normal pada Wanita

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti