7 Cara Budidaya Jamur Tiram di Rumah, Mudah dan Bisa Jadi Peluang Bisnis!

Ingin menanam sesuatu yang mudah dan juga diminati banyak orang? Ini dia cara budidaya jamur tiram sendiri di rumah. Siapa tahu bisa jadi bisnis baru, kan.

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Mau menanam sesuatu yang tidak membutuhkan lahan luas tapi menghasilkan banyak? Bagaimana kalau bercocok tanam jarum tiram. Selain bisa dinikmati sendiri, alias dikonsumi untuk keluarga, melakukan budidaya jamur tiram juga bisa dijadikan usaha untuk mendapatkan penghasilan.

Jamur tiram cocok ditanam di daerah yang beriklim tropis, seperti Indonesia ini. Selain itu, jamur tiram (Pleurotus Ostreatus) merupakan salah satu jenis jamur yang paling banyak diminati. Jadi dijamin jamur tiram Anda pasti laris manis.

Penasaran bagaimana cara budidaya jamur tiram sendiri di rumah? Cari tahu dengan membaca artikel ini sampai seselai, ya. 

Cara Budidaya Jamur Tiram Sendiri di Rumah

Berikut ini langkah-langkah budidaya jamur tiram yang bisa dilakukan di lingkungan tempat tinggal kita. Cara budidaya yang dilakukan mencakup pemilihan bibit jamur tiram, penanaman, perawatan, hingga panen. Mari simak satu persatu langkah-langkahnya dengan seksama.

1. Cara Budidaya Jamur Tiram Sendiri: Pilih Bibit Unggul

Hal pertama yang harus diperhatikan adalah pemilihan bibitnya. Banyak orang yang gagal mencoba menanan jamur ini di rumah karena salah dalam memilih bibit. Beli dan pilihlah bibit langsung dari petani jamur tiram yang sudah berpengalaman.

Berikut ini beberapa ciri bibit jamur tiram. Yaitu P. Djamor (ungu kemerahan), P. Pulmonarius (putih keabu-abuan), P. Sajor-Caju (kelabu), Pleurotus Floridae (putih bersih), P. Eryngii (kebiruan), P. Euosmus (kecokelatan), P. Flabellatus (merah jambu), P. Ostreatus (putih, putih kekuningan), P. Cystidious (putih, kemerahan), P. Citrinopileatus (kuning keemasan).

Artikel terkait: Aman dan Gurih! 5 Produk Kaldu Jamur Ini Bantu Tingkatkan Selera Makan Anak

2. Cara Budidaya Jamur Tiram Sendiri: Siapkan Kumbung

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Apa itu kumbung? Kumbung itu rumah jamur, Bunda. Kumbung terbuat dari bambu atau kayu yang berguna sebagai media perawatan baglog (media tempat tumbuhnya jamur) dan menumbuhkan jamur. Sedangkan dinding kumbungnya terbuat dari gedek atau papan dan atap kumbungnya bisa dari genteng atau sirap.

Rumah jamur dibangun layaknya rak berupa kisi-kisi yang dibuat bertingkat, dan baglog nanti disusun di dalamnya. Lalu rangka rak yang dibuat dari bambu atau kayu akan diletakkan berjajar antara rak satu dengan yang lain.

Untuk ukuran ketinggian ruang antar raknya tidak kurang dari 40 cm, lebar rak 40 cm, serta panjang setiap ruas rak 1 meter. Nanti rak bisa dibuat sebanyak 2-3 tingkat. Jika ukurannya demikian, maka ruas rak ini bisa memuat 70-80 baglog.

3. Perhatikan Media Tanam

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Setelah kumbung sudah jadi, kini saatnya membuat media tanamnya. Sebenarnya tantangan terbesarnya ada di sini, yaitu membuat baglog. Baglog sendiri terbuat dari campuran bekatul, tepung jagung, grajen (serbuk gergaji), dan kapur. Nantinya, bibit jamur ditanamkan ke dalamnya dan jamur tumbuh di sana.

Ketiga campuran ini harus dibuat dengan takaran yang tepat. Yaitu, jika grajen 10 kg, maka bekatul 20 kg, tepung jagung 200 gram, kapur bangunan 200 gram. Kemudian diaduk hingga tercampur rata, dan tambahkan air sekitar 60%-70% dari berat campuran tadi. Jika adonan Anda genggam dan mengepal, tandanya sudah pas. Setelah itu tutup dengan terpal atau plastic dan diamkan selama 1-2 hari.

Sekarang waktunya memasukkan adonan tersebut ke dalam plastik kemasan. Gunakan plastik tahan panas (plastik PP) berukuran sekitar 18×30, 18×35, 20×30, atau 20×35. Padatkan adonan. Ingat, semakin padat semakin bagus, ya. Bunda.

Artikel terkait: Resah karena Enoki Tercemar Bakteri? Ini 7 Jamur yang Aman Dikonsumsi

4. Perhatikan Proses Fermentasi dan Sterilisasi Baglog

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

venny.suryanto-Jamur tiram, by venny-Budidaya Jamur Tiram di Sumatera Barat

Proses fermentasi diperlukan sebagai usaha pelapukan media dan proses pembunuhan jamur jahat yang dapat mengganggu jamur tiram nantinya. Proses fermentasi membutuhkan waktu sekitar 6-7 hari, dan di proses ini media akan mengalami peningkatan suhu sekitar 60-70 derajat Celcius. Agar fermentasi merata, bolak-balik kemasan. Tanda baglog sudah siap adalah ketika warnanya sudah cokelat kehitaman.

Proses sterilisasi ini cukup menggunakan beberapa drum pengukus, kompor, dan air. Lubangi bagian bawah drum untuk memasangkan selang di antaranya. Jika sudah, masukkan air ke dalam drum pertama sekitar ketinggian 30-50 cm, lalu tutup. Naikkan drum ke atas kompor dan panaskan air pada suhu 90 derajat celcius. Masukkan kemasan baglog ke dalam tungku kedua. Nanti uan dari drum pertama akan mengalir ke drum kedua.

5. Inokulasi Baglog Jamur Tiram

Proses selanjutnya adalah inokulasi, yaitu proses penanaman bibit jamur tiram ke baglog. Tahapan inokulasi membutuhkan konsetrasi dan ketepatan. Jika sampai salah, jamur tiram bisa terkontaminasi dan tidak tumbuh.  Yuk, perhatikan cara berikut agar tidak salah.

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan
  • Ambil baglog yang sudah steril dan dingin.
  • Siapkan ruang khusus yang bersih dan steril dari polusi untuk ruang inokulasi.
  • Siapkan alkohol, sendok, dan bibit jamur tiram
  • Tutup pintu ruangan, lalu semprotkan alkohol untuk mensterilkan ruang dan sendok.
  • Buka tutup baglog secukupnya, masukkan bibit jamur ke dalamnya masing-masing sekitar 10 gram menggunakan sendok.
  • Jangan menggunakan lagi bibit jamur yang terecer ke lantai.

Artikel terkait: Bersifat antivirus, jamur ini dipercaya mampu jaga imunitas tubuh

6. Proses Inkubasi

Kini saatnya proses inkubasi, yakni proses menumbuhkan bibit jamur pada baglog. Proses inkubasi harus di dalam ruangan bersuhu 23-28 derajat celcius, kelembaban 90-100 persen, dan intensitas cahaya 500-1.000 lux.

Proses inkubasi ini bisa berlangsung sekitar 15-30 hari, sesuai kondisi ruang. Dan jika miselium sudah tumbuh sekitar separuh baglog, Bunda bisa memindahkan baglog ke dalam kumbung jamur.

Demikian adalah cara membuat baglog jamur, memang cara membuat baglog jamur tidak semudah yang dibayangkan. Maka perlu adanya pelatihan secara langsung kepada ahlinya agar anda dapat memahami langkah dan juga hal terkait baglog jamur.

7. Panen, Yuk!

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Yang perlu diperhatikan, jangan pernah Bunda memanen jamur dengan tangan kosong, karena bisa menyebabkan luka atau membuat jamur busuk. Gunakanlah pisau tajam.

Caranya: Potong bagian pangkal batang, dimasukkan ke dalam keranjang, dan langsung keluarkan dari ruang pengembangbiakan. Lalu segera tutup pintu kumbung dengan rapat dan jangan biarkan cahaya masuk agar tempat jamur tumbuh tidak terganggu.

Untuk pengemasan produk yang ingin dijual, pilih kemasan plastik transparan yang tidak memungkinkan udara keluar masuk dan menimbulkan gas.

Itu dia Bunda cara budidaya jamur tiram sendiri di rumah yang bisa Anda ikuti. Semoga berhasil, ya, Bunda!

Baca juga:

Bolehkah Makan Jamur Saat Hamil? Ini Penjelasannya

5 Alasan jamur enoki baik untuk dikonsumsi saat hamil

9 Cara Menanam Bawang Merah di Rumah, Mudah dan Bikin Irit!