Beruntusan pada bayi baru lahir, benarkah disebabkan karena alergi?

Beruntusan pada bayi baru lahir, benarkah disebabkan karena alergi?

Meskipun tidak terlalu mengganggu kesehatan, tapi bruntusan pada bayi baru lahir bisa membuatnya merasa tidak nyaman dan membuat orangtua menjadi khawatir.

Bruntusan pada bayi merupakan salah satu kelulan yang banyak dialami oleh para orangtua, khususnya mereka yang baru pertama punya anak. Apakah Bunda termasuk salah satunya?

Kondisi ini memang tidak terlalu mengganggu kesehatan bayi, namun tetap saja bisa berisiko membuat bayi tidak nyaman.

Tidak jarang, para orangtua juga mengaitkan kondisi bruntusan pada bayi mereka dengan indikasi alergi tertentu. Lantas, apakah itu memang benar? atau kondisi beruntusan pada bayi hanya sekadar mitos yang berkembang di kalangan masyarakat?

Artikel terkait : Begini Cara Merawat Kulit Bayi Agar Tetap Lembut, Sehat dan Halus

Untuk itu, mari kita simak penjelasan tentang masalah beruntusan pada bayi, khususnya bayi yang baru lahir. Tujuannya, tentu saja agar Parents tidak salah dalam menyimpulkan suatu kondisi kesehatan tertentu yang terjadi pada buah hati tersayang.

bruntusan pada bayi

Penyebab kondisi bruntusan pada bayi baru lahir yang patut Parents ketahui

Menurut dr. Arifianto, Sp.A., atau yang kerap disapa dokter Apin, beruntusan alias baby acne dan milia pada bayi masih sering sekali disalahartikan. Orangtua menganggap kondisi ini sama dengan alergi di kulit.

“Kita kadang melihat seperti jerawatan pada bayi baru lahir. Bahkan, tidak hanya di wajah, sampai ke pipi dan sampai ke badan. Itu dikatakan sebagai ada 2 kondisi, yaitu baby eksim atau jerawat bayi dan milia,” ujarnya.

“Kalau baby eksim itu lebih cenderung berwarna merah. Sedangkan milia berwarna putih,” imbuhnya yang disampaikan melalui akun media sosial Instagram pribadinya.

bruntusan pada bayi

Dokter Apin melanjutkan, setidaknya ada 2 hal yang menjadi penyebab bayi mengalami beruntusan. Yakni, karena kondisi hormonal sang ibu dan adanya sumbatan di pori-pori bayi.

“Yang pertama yaitu kondisi hormona pada ibu yang masih cukup tinggi pada bayi baru lahir. Kedua adalah karena adanya sumbatan di pori-pori kelenjar minyak atau kelenjar keringat bayi,” jelas dokter Apin.

“Dan ini adalah kondisi yang wajar dan sering kali tidak berhubungan dengan alergi,” tegas dokter Apin melalui akun Instagram.

Artikel terkait : Catat! Ini masalah kulit bayi baru lahir ini sering membuat Parents khawatir

Apa yang harus dilakukan Bunda saat bayi mengalami beruntusan?

bruntusan pada bayi

Sebenarnya, beruntusan pada bayi akan hilang dengan sendirinya seiring berjalannya waktu dan bertambahnya usia si kecil. Di mana biasanya akan hilang setelah bayi berusia 3 bulan.

“Maka dari itu, ibu tidak perlu memantang apa pun ketika ibunya masih memberikan ASI eksklusif pada bayi,” kata dokter Apin.

Walau demikian, Bunda harus tetap waspada jika beruntusan tersebut tidak hilang setelah bayi berusia 3 bulan. Atau bahkan semakin meluas ke area lain pada tubuh bayi.

“Diperlukan konsultasi ke dokter, apakah itu kondisi alergi atau bukan,” sarannya.

Inilah cara mencegah bruntusan yang dialami oleh bayi

bruntusan pada bayi

Sementara itu, menurut dr. Nurmarwiyah dari situs Alodokter, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah kondisi kulit bayi yang beruntusan. Berikut adalah cara-cara yang dapat Parents lakukan pada si kecil tersayang.

  • Hindari terkena paparan udaran panas dan lembap
  • Menggunakan pakaian yang mudah menyerap keringat
  • Selalu menjaga kebersihan kulit bayi
  • Jangan sembarangan dalam menggunakan kosmetik baik, seperti sabun maupun sampo bayi. Pilihlah produk yang memang khusus dirancang untuk bayi. Hindari penggunaan produk dewasa agar buah hati Parents bisa terhindar dari beragam masalah kulit.

Artikel terkait : Begini Cara Merawat Kulit Bayi Agar Tetap Lembut, Sehat dan Halus

Sedangkan apabila cara-cara tersebut sudah diterapkan, tapi si kecil masih mengalami bruntusan, terlebih jika disertai oleh demam, sebaiknya Bunda segera periksakan pada dokter. Hal ini untuk dilakukannya pemeriksaan lebih lanjut, bahkan pemeriksaan darah kalau memang itu diperlukan.

Apabila bayi Bunda pernah mengalami kondisi ini dan mengetahui bagaimana cara untuk mengatasinya, boleh juga bagikan pengalaman Bunda melalui aplikasi theAsianparent Indonesia. Di sana Bunda juga bisa sharing informasi lainnya dengan para orangtua lain.

Nah, Bun, itulah informasi terkait bruntusan pada bayi baru lahir yang patut diketahui. Semoga informasi ini bermanfaat, ya.

Referensi : Instagram @dokterapin dan Alodokter

Baca juga :

Bintik merah muncul di pipi bayi? Ini 9 Penyebab dan cara mengatasinya

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner