TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Bocah 5 Tahun Ini Trauma Makan Nasi, Jalani Terapi Khusus Agar Mau Makan Lagi!

Bacaan 3 menit
Bocah 5 Tahun Ini Trauma Makan Nasi, Jalani Terapi Khusus Agar Mau Makan Lagi!

Cuma mau makan wafer!

Apa yang Parents pikirkan jika melihat sang buah hati enggan memakan sesuatu, khususnya makanan pokok? Tentunya sedih dan bingung, bukan? Itulah yang mungkin dirasakan oleh pengunggah video asli tentang bocah berusia 5 tahun yang trauma makan nasi.

Trauma Makan Nasi, Bocah Ini Hanya Makan Wafer dan Snack

bocah trauma makan nasi

Sumber: Instagram/@rumpi_gosip

Dalam sebuah video yang diunggah akun Instagram @rumpi_gosip, seorang bocah 5 tahun bernama Rendra tampak trauma makan nasi, lauk, sayur, dan buah-buahan.

Apa yang kemudian disantap? Video tersebut menjelaskan bahwa Rendra sehari-hari hanya makan wafer dan jajanan lainnya.

Menjalani Hipnoterapi Khusus Agar Lancar

bocah trauma makan nasi

Sumber: Pexels

Dalam video tersebut, seorang hipnoterapis melakukan sebuah terapi kepada sang anak melalui sebuah gerakan tertentu.

Hipnoterapis kemudian meminta Rendra melihat nasi dan menghitung. Awalnya Rendra masih sedikit takut, tampak ragu dan melihat ke arah sang hipnoterapis.

Rendra diminta untuk mengambil 1 bulir nasi, tetapi wajahnya masih ketakutan!

Namun hipnoterapis meminta Rendra untuk menghitung 1 hingga 5, kemudian meletakkannya kembali ke tempat makan.

Hipnoterapis pun mengapresiasi keberhasilan Rendra untuk berhasil memegang nasi. Selanjutnya video berganti kepada Rendra yang sudah mau makan nasi meskipun perlahan.

Hal ini membuktikan bahwa bocah usia 5 tahun yang trauma nasi ini berhasil melawan ketakutannya perlahan-lahan!

Artikel Terkait: 8 Cara yang Saya Lakukan Mengatasi Drama GTM

Tidak Hanya Nasi, Buah Pun Perlahan-lahan Sudah Mulai Dipelajari

Bocah 5 Tahun Ini Trauma Makan Nasi, Jalani Terapi Khusus Agar Mau Makan Lagi!

Sumber: Pexels

Selain nasi, Rendra juga menjalani hipnoterapi untuk buah dan sayur.

Serupa dengan metode hipnoterapi saat makan nasi, Rendra diminta untuk melihat dan memegang, kemudian berhitung dari 1 hingga 5.

Usai menghitung, Rendra kemudian melahap buah tersebut tanpa rasa takut. Hebat sekali, Rendra!

Mengapa Kondisi Ini Bisa Muncul?

Bocah 5 Tahun Ini Trauma Makan Nasi, Jalani Terapi Khusus Agar Mau Makan Lagi!

Sumber: Pexels

Sejatinya, kasus bocah trauma makan nasi adalah salah satu permasalahan anak yang enggan makan makanan tertentu.

Namun kurang bijak bila Parents melabeli sang anak mengalami trauma.

Bisa jadi, anak tersebut mengalami beberapa permasalahan, seperti:

  1. Tidak merasa lapar
  2. Mulai mengenal rasa
  3. Bosan
  4. Mencari perhatian
  5. Ingin eksplorasi
  6. Sakit
  7. Lebih menyukai makanan instan
  8. Mau makan satu makanan saja

Namun, kondisi trauma bisa muncul ketika orang tua memberikan makanan sebagai paksaan atau dilakukan di kondisi yang tidak nyaman.

Contohnya ketika orang tua memukul atau melakukan kekerasan fisik anak ketika makan makanan tertentu.

Cerita mitra kami
Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun

Anak sudah pasti akan takut dan tidak nyaman karena setiap kali melihat makanan tersebut, yang diingat adalah perasaan tidak nyaman.

Artikel Terkait: 7 Abon untuk Bayi Pilihan 2022 yang Aman, Solusi untuk Anak GTM

Bagaimana Mengatasi Trauma Makan?

Bocah 5 Tahun Ini Trauma Makan Nasi, Jalani Terapi Khusus Agar Mau Makan Lagi!

Sumber: Unsplash

Kunci utama mengatasi anak yang tidak mau makan adalah membuat suasana yang menyenangkan. Anak memiliki alasan tersendiri mengapa dia susah makan, sehingga Parents justru memiliki peran untuk mencari tahu alasan di baliknya.

Parents juga bisa mulai memberikan perlengkapan makanan yang unik, lo! Dengan begini suasana makan akan jadi menyenangkan.

Salah satu tips lainnya adalah mengajak anak dalam menentukan menu makanannya. Dengan mengajak anak ikut mempersiapkan makanan, maka anak bisa belajar bahwa makanan tersebut aman dan tidak berbahaya!

Semoga kisah Rendra bisa membantu Parents untuk lebih memahami anak dalam mempersiapkan makan, ya!

***

Baca Juga:

Menghadapi Anak Tantrum, Ini 6 Hal yang Harus Parents Pahami

Saltum Bikin Tantrum, Ini Cerita Fitrop Menangani Sada yang Menangis Setengah Jam!

Mengajarkan 20 Bahasa Isyarat Bayi, Cegah Tantrum dan Bantu si Kecil Belajar Bicara

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Adismara Putri

  • Halaman Depan
  • /
  • Berita Terkini
  • /
  • Bocah 5 Tahun Ini Trauma Makan Nasi, Jalani Terapi Khusus Agar Mau Makan Lagi!
Bagikan:
  • Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
    Cerita mitra kami

    Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”

  • Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

    Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

  • Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

    Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

  • Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
    Cerita mitra kami

    Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”

  • Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

    Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

  • Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

    Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti