Berteriak kepada Anak, Bagaimana Hukum Menurut Islam?

Berteriak kepada Anak, Bagaimana Hukum Menurut Islam?

Perlu Parents ketahui jika agama Islam sangat melarang orangtua yang berteriak kepada anak.

Membesarkan si kecil tentu saja menjadi tantangan tersendiri bagi orangtua. Faktanya, ada beberapa kondisi di mana orangtua sulit mengontrol emosi dan lepas kendali seperti meneriakinya. Padahal menurut Islam, berteriak kepada anak merupakan sesuatu yang dilarang.

Menurut sebuah hadis, ketika mengurus si kecil, para orangtua hendaknya bisa mengingat bagaimana tingkah laku mereka ketika masa kecil. Dengan begitu, bisa membatu orangtua mampu memahami sifat anak-anaknya secara lebih baik.

“Siapa saja yang memiliki anak harus melatih membawa diri mereka ke tingkat masa kecil mereka,” diriwayatkan dari Imam Ali (AS), melansir dari laman Azislam.

Artikel Terkait : Parenting Islami : Pesan Rasullullah tentang Tata Cara Mendidik Anak

Islam Melarang Berteriak, Termasuk Orangtua Berteriak kepada Anak

berteriak kepada anak

Sementara itu, mengutip dari situs Muslim.or.id, di antara adab yang buruk dalam berbicara yakni suka berteriak-teriak dan meninggikan suara. Sebagaimana nasihat Luqman Al Hakim kepada anaknya yang diabadikan dalam Alquran:

وَاغْضُضْ مِنْ صَوْتِكَ إِنَّ أَنْكَرَ الْأَصْوَاتِ لَصَوْتُ الْحَمِيرِ

Dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai,(Luqman: 19).

Maksudnya, janganlah berlebihan dalam berbicara dan janganlah meninggikan suara tanpa kebutuhan. Oleh karena itu, setelahnya Allah berfirman (yang artinya): “Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.”

Mujahid rahimahullah berkata, “Suara yang paling buruk adalah suara keledai. Maksudnya orang yang meninggikan suaranya diserupakan seperti keledai, karena keledai itu suaranya keras dan melengking. Ini menunjukkan haramnya perbuatan tersebut dan sangat tercela.”

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam juga bersabda:

إِذَا سَمِعْتُمْ صِيَاحَ الدِّيَكَةِ فَاسْأَلُوا اللَّهَ مِن فَضْلِهِ، فإنَّهَا رَأَتْ مَلَكًا، وإذَا سَمِعْتُمْ نَهِيقَ الحِمَارِ فَتَعَوَّذُوا باللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ، فإنَّه رَأَى شيطَانًا

Kalau kalian mendengar ayam berteriak (berkokok) maka berdoalah meminta nikmat kepada Allah. Namun, jika kalian mendengar suara keledai berteriak (meringkik) maka mintalah perlindungan kepada Allah, karena keledai tersebut sedang melihat setan,” Tafsir Ibnu Katsir, 3/711.

Selain Berteriak kepada Anak, Memukul Anak Juga Dilarang

Berteriak kepada Anak, Bagaimana Hukum Menurut Islam?

Bukan hanya berteriak kepada anak, Islam juga sangat melarang orangtua memukul saat anak menangis. Menurut Nabi, tangisan anak, khususnya bayi, memiliki beragam arti yang salah satunya yaitu mendoakan orangtua.

“Jangan pukul bayi kamu, karena tangisan mereka memiliki arti. Empat bulan pertama menangis menyatakan kesatuan Allah SWT, empat bulan kedua menangis mengirimkan berkah kepada Nabi dan keluarganya, serta empat bulan ketiga menangis adalah bayi berdoa untuk orangtua,” jelasnya.

Oleh karena itu, daripada melakukan kekerasan kepada anak, Parents sangat disarankan untuk memperlakukan anak-anak dengan penuh rasa cinta dan kasih sayang. Caranya dengan berikan pelukan dan ciuman sesering mungkin.

Diriwayatkan bahwa seorang laki-laki pernah datang kepada Nabi dan berkata, “Saya tidak pernah mencium anak saya.” Lalu, Nabi menjawab, “Tentunya orang seperti ini akan menjadi penghuni api neraka.”

Artikel Terkait : Parenting Islami : 3 Kewajiban Orang Tua dalam Mendidik Anak Sesuai Ajaran Islam

Cara Menghentikan Kebiasaan Berteriak kepada Anak Menurut Islam

berteriak kepada anak

Walaupun Parents begitu merasa kesal dengan ulah si kecil, sebisa mungkin harus menghindari berteriak kepadanya. Melansir dari laman Azislam, inilah cara-cara sesuai ajaran Islam yang sekiranya bisa diterapkan:

1. Mengucap Istigfar

Sadarkah Parents, ketika berteriak kepada anak itu tandanya tubuh sedang berada dalam keadaan marah yang disebabkan oleh bisikan setan terkutuk. Maka dari itu, Parents harus segera mencari perlindungan agar dijauhkan dari godaan setan, cara mudahnya yaitu dengan mengucap “Astagfirullahaladzim”.

Seperti yang diriwayatkan oleh Atiyyah sebagai Sa’di Nabi berkata:

“Kemarahan datang dari iblis, iblis dicipatakan dari api dan api padam hanya dengan air. Jadi ketika salah satu dari kamu menjadi marah, dia harus melakukan wudu,” (Abu Dawud).

2. Segera Menjauh dari Anak

Jauhkan diri Parents dari pandangan dan jangkauan anak ketika rasa marah itu muncul. Sementara waktu Parents perlu melepaskan diri dari situasi untuk menenangkan diri.

Hal itu karena, menghindar sekejap lebih baik daripada kelepasan berteriak kepada si kecil. Setelah itu, barulah Parents dapat kembali mendekati anak dan berbicara kepadanya.

berteriak kepada anak

3. Duduk ketika Bicara

Ternyata Parents, saat berdiri membuat diri kita menjadi lebih mudah marah. Nah, untuk mencegah hal-hal seperti itu terjadi, sebaiknya lekas duduk saat berbicara kepada anak. Lagipula, faktanya ini adalah bagian dari sunah.

4. Berbicara Secara Pelan

Saat berbicara kepada si kecil, sebisa mungkin gunakan nada yang lembut dan perlahan. Sebab, berbicara dengan amarah hanya dapat memperburuk situasi dan anak-anak pun tidak akan mendengarkan omongan Parents.

5. Lekas Berwudu

Seperti yang dijelaskan dalam hadis sebelumnya, kemarahan adalah api yang hanya bisa dipadamkan dengan air. Maka dari itu, segera ambil air wudu saat Parents merasa timbul amarah, untuk menenangkan diri.

Parents, itulah penjelasan tentang larangan berteriak kepada anak menurut Islam. Segala perlakuan kasar terhadap anak tentu saja sangat dilarang oleh agama. Maka, mintalah petunjuk kepada Allah untuk mendidik anak-anak dengan cara yang benar.

Baca Juga :

Membentak Anak? Yuk, Hindari dan Ketahui Akibatnya

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner