Salahkah Jika Harus Berbohong Untuk Kebaikan Anak?

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

Berbohong itu dilarang. Tapi bagaimana jika kita harus berbohong untuk kebaikan si kecil?

Salah satu contoh berbohong untuk kebaikan: 'banyak-banyaklah makan sayur biar kuat seperti Popeye!'

Salah satu contoh berbohong untuk kebaikan: ‘banyak-banyaklah makan sayur biar kuat seperti Popeye!’

Saya yakin kita semua menerapkan aturan ‘dilarang berbohong’ untuk anak-anak kita. Seorang balita berumur 5 tahun mungkin sudah dapat memahami dan menjalankannya.

Namun, kadang-kadang kita dibuat malu sendiri karena justru kita sendirilah yang melanggar aturan itu ketika harus berbohong untuk kebaikan anak-anak kita (istilah Englishnya white lies).

Berikut adalah daftar kebohongan yang mungkin sering kita lontarkan dengan modus berbohong untuk kebaikan :

  • “Kalo kamu tidak bisa duduk tenang di mobil, nanti bisa ditangkap polisi.”
  • “Ngapain beli mainan itu, kan adek sudah punya itu di rumah?”
  • “Es krim di toko sudah habis.” (kalau versi saya, “Sudah sore, tokonya sudah tutup”)
  • “Nggak boleh pipis di kolam renang, nanti airnya jadi kuning semua.”
  • “Ayo cepat mandi, biar nggak digigit nyamuk.” (lalu kita jawab apa kalau di malam harinya mereka tetap digigit nyamuk meski sudah mandi?)
  • “Kalo suka makan bayam nanti bisa kuat kayak Popeye.”




Batita Pra Sekolah