Akibat Preeklampsia, Ibu Lahirkan Salah Satu Bayi Terkecil Di Dunia

Akibat Preeklampsia, Ibu Lahirkan Salah Satu Bayi Terkecil Di Dunia

Karena ibunya menderita preeklampsia, salah satu bayi terkecil di dunia ini lahir dengan berat kurang dari 0,5 kg. Kini Nathan sudah berusia 4 bulan.

Preeklampsia menjadi penyebabnya

Bagi Eric dan Mary Teply, melahirkan salah satu bayi terkecil di dunia adalah keajaiban luar biasa. Nathan Ray Teply lahir terlampau mungil dengan berat kurang dari 0,5 kg dan panjang hanya 25 cm.

“Kami benar-benar diberkati. Saya berterima kasih kepada Tuhan setiap hari bahwa dia (Nathan) ada di sini,” kata Mary, Ibu Nathan, dalam wawancara dengan fox2now.

Nathan dilahirkan pada usia kehamilan 24 minggu, setelah Mary didiagnosa mengalami preeklampsia. Seluruh tubuh Mary membengkak, dari kepala hingga kaki. Eric dan Mary pun memutuskan untuk melakukan caesar demi menyelamatkan bayi mereka.

Saat itu mereka hanya berserah pada Tuhan, tanpa berharap banyak untuk keselamatan buah hati mereka. Bahkan saat suster menyerahkan bungkusan handuk ke tangan Eric, ia tak sadar kalau bayinya ada di situ.

 

Bayi terkecil di dunia dan ayahnya. Sumber: fox2now

Salah satu bayi terkecil di dunia dan ayahnya. Sumber: fox2now

“Foto pertama kami, saya meletakkan jari kelingking di sebelah tangannya. Dan kuku kelingking saya terlihat sebesar tangannya. Sungguh menakjubkan!” kenang Eric.

Dr Khalid Awad, dokter neonatalogi yang menangani Nathan mengatakan bahwa Nathan bayi terkecil yang pernah ia rawat. “Ketika si bayi lahir, kondisinya sangat sulit, ia sangat rapuh.”

Jalan Nathan tidaklah mudah. Dalam beberapa bulan pertama, ia mengalami gagal ginjal, pendarahan otak, dan pneumonia.

“Dari saat aku melihatnya di USG pertama, aku tahu dia akan menjadi seorang pejuang. Tangannya mengepal di depan wajah seperti sedah berkelahi, dengan tinju ke atas,” cerita Mary.

Kondisi Nathan sekarang. Sumber: GoFundme

Kondisi Nathan sekarang. Sumber: GoFundme

Sampai saat ini, Nathan masih dirawat secara intensif di Methodist Women’s Hospital, Nebraska, Amerika Serikat.

Pihak rumah sakit tidak bisa memberikan tanggal yang pasti kapan Nathan bisa dipulangkan. Namun ketika saatnya pulang nanti, Dr. Awad mengatakan tantangan terbesar Nathan adalah belajar untuk makan (minum susu)

Melalui pengalaman dan kisahnya ini, Suami-istri Teply berharap para orangtua lainnya menjadi lebih sadar akan bahaya preeklampsia.

Gejala yang Mary rasakan saat itu adalah sakit kepala intens, pembengkakan, dan tekanan darah tinggi. Dalam kasus Mary, preeklampsia yang dialaminya terbilang akut dan terjadi sangat cepat.

So Parents, semoga kisah ini bermanfaat ya.

 

Baca juga:

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner