TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Event
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • EventEvent
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Dua Bayi Prematur Meninggal di RS Al-Shifa Palestina Pasca NICU Mati Listrik, 30 Bayi Lainnya Terancam

Bacaan 4 menit
Dua Bayi Prematur Meninggal di RS Al-Shifa Palestina Pasca NICU Mati Listrik, 30 Bayi Lainnya Terancam

Serangan terjadi di dekat rumah sakit terbesar di Gaza, RS Al-Shifa Palestina yang mengakibatkan dua bayi meninggal dunia. 

Serangan bertubi-tubi yang terjadi di Gaza belum juga mereda. Terbaru, serangan terjadi di dekat rumah sakit terbesar di Gaza, RS Al-Shifa Palestina yang dikabarkan mengakibatkan beberapa bayi yang dirawat di rumah sakit tersebut meninggal dunia. 

Dua Bayi Prematur Meninggal Pasca Ruang NICU Mati Listrik

Dua Bayi Prematur Meninggal di RS Al-Shifa Palestina Pasca NICU Mati Listrik, 30 Bayi Lainnya Terancam

Ilustrasi: Freepik

Serangan yang terjadi di Gaza hingga hari ini masih terus menyisakan kisah pilu. Terakhir, dua bayi prematur dikabarkan meninggal di RS Al-Shifa di Gaza Palestina setelah unit perawatan intensif neonatal (NICU) berhenti bekerja karena kekurangan listrik, dilansir dari laman Al Jazeera. 

“Sayangnya, kami kehilangan dua dari 39 bayi karena pemadaman listrik. Dua bayi tersebut adalah bayi prematur yang memerlukan perawatan sangat intensif,” ungkap Abu Salmiya. 

Ia menjelaskan, kedua bayi tersebut meninggal karena kekurangan bahan bakar di rumah sakit yang menyediakan listrik ke inkubator sehingga memungkinkan suhu hangat dan aliran oksigen konstan. Namun, rumah sakit tersebut telah dikepung dan menjadi sasaran serangan sengit Israel. 

“Mereka meninggal karena suhu rendah dan kekurangan oksigen. Kami sekarang menggunakan metode primitif untuk menjaga bayi-bayi lainnya tetap hidup,” kata direktur tersebut. 

Ia menyebutkan, sebanyak 30 bayi lainnya yang juga sedang mendapatkan perawatan di unit NICU juga berisiko kehilangan nyawa, mengingat rumah sakit telah kehabisan bahan bakar untuk menyalakan inkubator mereka. 

“Kami punya listrik sampai pagi. Begitu listrik padam, bayi-bayi yang baru lahir ini akan meninggal sama seperti bayi  lainnya,” Abu Salmiya memperingatkan.

Mohammed Obeid, seorang ahli bedah di Rumah Sakit al-Shifa juga membenarkan kematian bayi baru lahir tersebut dan mengatakan seorang pasien dewasa juga meninggal karena tidak ada listrik untuk ventilatornya.

“Kami ingin seseorang memberi kami jaminan bahwa mereka dapat mengevakuasi pasien, karena kami memiliki sekitar 600 pasien rawat inap,” katanya, dalam rekaman audio yang diposting oleh badan amal medis Doctors Without Borders. 

Artikel terkait: 5 Hal Penting Tentang Kelahiran Bayi Prematur

Ungkapan Pilu Seorang Ayah

Dua Bayi Prematur Meninggal di RS Al-Shifa Palestina Pasca NICU Mati Listrik, 30 Bayi Lainnya Terancam

Ismail Yassin, seorang ayah dari dua bayi perempuan prematur – Mira dan Dahab – di Rumah Sakit Al-Shifa, mengatakan dia dipisahkan dari bayi kembarnya yang berusia 33 hari ketika dia harus mengungsi ke Gaza selatan bersama istrinya. 

“Mereka harus tetap tinggal di inkubator di Al-Shifa. Saya tidak bisa menggambarkan perasaan saya. Saya tidak bisa memberikan rasa aman kepada anak-anak saya yang baru lahir,” katanya, seraya menambahkan bahwa ia telah meminta bantuan Palang Merah dan organisasi internasional untuk membantu memindahkan anak-anaknya.

“Saya ingin informasi tentang putri saya. Saya harap mereka baik-baik saja. Saya ingin seseorang memindahkan kedua bayi saya dari Al-Shifa ke saya dan ibu mereka di selatan,” pintanya, dikutip dari Al Jazeera.

Kondisi Terkini

Para saksi di rumah sakit mengatakan kepada kantor berita AFP melalui telepon bahwa terjadi tembakan tanpa henti, serangan udara, dan tembakan artileri yang menghalangi orang untuk bergerak bahkan di dalam kompleks medis.

Menurut Abu Salmiya, rumah sakit telah mencoba mengatur evakuasi dengan Palang Merah namun masih belum jelas apakah mereka dapat membantu.

“Saat kami berkomunikasi dengan Palang Merah, meminta perlindungan dari mereka, mereka memberi kami izin untuk memindahkan bayi-bayi tersebut ke tempat lain dalam waktu satu jam. Kami membutuhkan jalan keluar yang aman dan transportasi yang aman dengan ambulans dan inkubator untuk menjaga mereka (bayi-bayi) tetap hidup. Jika jaminan ini diberikan oleh Palang Merah, kami akan melakukan hal ini,” ungkapnya. 

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus telah memperingatkan situasi yang “mengerikan dan berbahaya” di rumah sakit Al-Shifa di Gaza, dengan mengatakan bahwa semakin banyak pasien, termasuk bayi prematur yang meninggal “secara tragis” di RS Al-Shifa Palestina.

Dua rumah sakit terbesar di Gaza, Al-Shifa dan Al-Quds, keduanya telah ditutup. Penembak jitu Israel pun terus menembaki siapa pun di dekat Rumah Sakit Al-Shifa, serta menjebak ribuan orang di dalamnya, dikutip dalam sumber Al Jazeera.

***

Israel-Hamas war live: Gaza’s two largest hospitals shut amid nonstop raids

www.aljazeera.com/news/liveblog/2023/11/13/israel-hamas-war-live-gazas-two-largest-hospitals-shut-amid-nonstop-raids

 

Baca juga: 

Kisah Ibu Hamil di Gaza yang Menyakitkan, Terpaksa Operasi Caesar Tanpa Bius

Ramai Perempuan di Gaza Palestina Minum Pil Penunda Menstruasi, Ini Efeknya Bagi Kesehatan

Duka untuk Para Korban, Mari Panjatkan Doa untuk Palestina berikut ini!

Cerita mitra kami
TAP on the Go Berlangsung Sukses di Yogyakarta, Dihadiri Ratusan Keluarga!
TAP on the Go Berlangsung Sukses di Yogyakarta, Dihadiri Ratusan Keluarga!
Sahur Jadi Fondasi Kuat Puasa Seharian, Energen Gelar Kajian Ramadan di Masjid Istiqlal
Sahur Jadi Fondasi Kuat Puasa Seharian, Energen Gelar Kajian Ramadan di Masjid Istiqlal
Beeme Indonesia Perkenalkan Bee Gentle Lotion, Inovasi Perawatan Kulit Harian untuk Mendukung Kesejahteraan Ibu dan Anak Indonesia
Beeme Indonesia Perkenalkan Bee Gentle Lotion, Inovasi Perawatan Kulit Harian untuk Mendukung Kesejahteraan Ibu dan Anak Indonesia
Serunya Taisho Travel Tale, Eksplor Jakarta Sambil Belajar dan Bermain!
Serunya Taisho Travel Tale, Eksplor Jakarta Sambil Belajar dan Bermain!

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Aulia Trisna

  • Halaman Depan
  • /
  • Berita Terkini
  • /
  • Dua Bayi Prematur Meninggal di RS Al-Shifa Palestina Pasca NICU Mati Listrik, 30 Bayi Lainnya Terancam
Bagikan:
  • Benarkah Tidak Boleh Makan Nanas saat Haid? Cek Faktanya!

    Benarkah Tidak Boleh Makan Nanas saat Haid? Cek Faktanya!

  • TAP on the Go Berlangsung Sukses di Yogyakarta, Dihadiri Ratusan Keluarga!
    Cerita mitra kami

    TAP on the Go Berlangsung Sukses di Yogyakarta, Dihadiri Ratusan Keluarga!

  • Begini Syarat, Prosedur, dan Biaya Pembuatan SKCK Online

    Begini Syarat, Prosedur, dan Biaya Pembuatan SKCK Online

  • Benarkah Tidak Boleh Makan Nanas saat Haid? Cek Faktanya!

    Benarkah Tidak Boleh Makan Nanas saat Haid? Cek Faktanya!

  • TAP on the Go Berlangsung Sukses di Yogyakarta, Dihadiri Ratusan Keluarga!
    Cerita mitra kami

    TAP on the Go Berlangsung Sukses di Yogyakarta, Dihadiri Ratusan Keluarga!

  • Begini Syarat, Prosedur, dan Biaya Pembuatan SKCK Online

    Begini Syarat, Prosedur, dan Biaya Pembuatan SKCK Online

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti